8 Film Zombie “Segar” Ini Akan Membuka Pikiranmu Soal Mayat Hidup


via grouchoreviews.com

Banyak yang bilang kini film zombie telah mati. Bahasan tentang mayat hidup beranjak jadi terlalu popular semenjak The Walking Dead meledak. Zombie yang telah menjadi acara televisi itu kini mendominasi seluruh pembicaraan tentang mayat hidup sehingga membuatnya tidak lagi spesial.

Tidak terhitung juga berapa banyak film baru yang hanya mengulang kebiasaan dalam film-film zombie lain. Kebanyakan hanya menyadur template Night of The Living Dead dan menolak mencoba sesuatu yang baru. Bagi banyak orang, film zombie kekinian cenderung berat, melelahkan, dan membosankan.

Barangkali sama seperti semua subgenre horor, film zombie hanya jadi bagus ketika pembuatnya cerdas mengakali premis. Nyoozee telah menelusuri banyak film zombie, kebanyakan tidak lebih tua dari tahun 2000, yang tidak sekadar main aman. Artinya, ada sesuatu yang baru sehingga membuatnya terasa beda dari film zombie lainnya.

Jika menonton daftar berikut, anggapan zombie yang jahat, tidak punya perasaan, dan perlu ditakuti, bisa jadi akan runtuh begitu saja.

 

1. Fido

via crackedrearviewer.wordpress.com

via crackedrearviewer.wordpress.com

Dunia Fido merupakan jenis dunia yang aneh namun brilian. Film ini berlatar tahun 1950, ketika wabah zombie hampir menghancurkan umat manusia. Diceritakan bahwa manusia kembali membangun peradaban dan tinggal di sebuah komunitas tertutup. Mereka mencoba melindungi diri dari gerombolan sisa mayat hidup yang masih menutupi sebagian besar dunia.

Dalam hingar bingar itu, ada sekelompok manusia yang ternyata mampu mengekang nafsu para zombie. Pada titik itu, mereka akhirnya bisa memutarbalikkan keadaan dengan menjadikan zombie sebagai hamba sahaya.

Film zombie ini pada dasarnya adalah kisah tentang seorang anak laki-laki dan peliharaannya. Tapi perlu dicatat bahwa “peliharaan” yang dimaksud bukan peliharaan biasa, tapi zombie-jongos piaraan keluarganya. Kamu bisa membayangkan bagaimana anak ini mengajak jalan-jalan zombie dan bertemu dengan tetangganya. Sementara sang zombie sendiri, suka tidak suka, tetap menyimpan naluri haus darahnya

 

2. Shaun of The Dead

via thelittle.org

via thelittle.org

Film zombie yang satu ini dianggap sebagai film “zombie di era modern” yang berhasil menyatukan horor dengan komedi. Menonton Shaun of The Dead akan membuatmu kecut, sekaligus terpana. Temanya yang mengkritik kehidupan modern dan digital bisa dibilang cukup berhasil.

Kamu akan terbahak melihat bagaimana Shaun yang pemalas keheranan mendapati lingkungannya hancur. Ia bahkan tidak menyadari bahwa saat itu tengah terjadi bencana zombie. Setelah ia dan kawan-kawan akhirnya menyadari apa yang terjadi, mereka akhirnya mengangkat senjata untuk melindungi kolega-kolega dan orang yang dicintai.

Turning point itulah yang kemudian menjadikan Shaun of The Dead menjadi film action-comedy lucu sekaligus mengejutkan secara emosional.

 

3. Juan of The Dead

via tiff.no

via tiff.no

Jangan biarkan judul menipumu. Meskipun sutradara Alejandro Brugués jelas terinspirasi oleh Shaun of the Dead, film zombie ini bukan sekadar tiruan yang memuakkan.

Juan of The Dead terasa aneh secara personal, terutama untuk bangsa Kuba. Brugués tidak malu menjelajahi apa yang membuat aneh negara asalnya. Kisah berangkat dari kecerdasan Juan memanfatkan bencana zombie dengan menjalankan bisnis pembasmi zombie.

Ada elemen satir meski hanya sedikit, tapi itu diimbangi oleh cinta yang dimiliki tokoh-tokohnya terhadap segala yang mereka cintai. Melalui film zombie ini kamu akan belajar menghargai rumah. Ketika semua hal tampaknya bisa diperbaiki, tapi masyarakat runtuh dan tempatmu dalam tatanan sosial tidak diketahui, maka rumahmu patut diperjuangkan.

 

4. Warm Bodies

by celebs.com - via youtube.com

by celebs.com – via youtube.com

Pada sebuah masa pascabencana zombie, sebagian besar penduduk bumi telah terjangkit oleh suatu wabah yang membuat mereka menjadi zombie. Adalah R (Nicholas Hoult), seorang zombie yang cukup berbeda dengan zombie lainnya. Ia merasakan ada yang berubah pada dirinya setelah ia bertemu dengan Julie (Teresa Palmer), seorang manusia yang nantinya akan mengubah ‘kehidupannya’.

Menambahkan unsur romantis ke dalam genre zombie-comedy terdengar membingungkan. Akan tetapi, melalui film zombie ini, Jonathan Levine menyuguhkan kombinasi yang baik antara horor, humor, dan cinta yang membuat semua jadi nyata.

Meski para zombie di film ini terbilang menakutkan, mereka justru mengingatkan satu sama lain pada kehidupan mereka sebelumnya sebagai manusia. Bagian itu menghasilkan suasana melakoli dan menambah kekuatan narasi antara sepasang pecinta yang “berbeda”.

 

5. Zombieland

via kimberlyhowson.wordpress.com

via kimberlyhowson.wordpress.com

Bumi tidak lagi didominasi oleh manusia, populasinya berkurang drastis dikarenakan sebuah virus. Sekarang yang tertinggal hanya kehancuran di mana-mana, dan tentu saja, orang-orang mati yang hidup kembali berkeliaran ke sana ke mari. Virus telah mengubah manusia menjadi zombie yang lapar akan daging manusia. Tidak terkecuali di United States of Zombieland, begitulah sebutan Columbus (Jesse Eisenberg) untuk negaranya yang telah dikuasai oleh para zombie.

Alih-alih zombie menjadi semacam wabah yang menempatkan orang dalam bahaya, Zombieland malah mengajak kita berwisata dengan membunuh zombie sebagai pelipur lara. Seolah film zombie ini menyatakan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan mayat hidup kecuali menunggu kejutan melandanya.

 

6. The Battery

via diaboliquemagazine.com

via diaboliquemagazine.com

Berlatar di tengah bencana zombie, film ini mengikuti dua pemain yang berada di jalan dan jauh dari rumah ketika lingkungan mereka runtuh. Mereka bukan teman baik. Keduanya tidak menyukai banyak hal dari pribadi satu sama lain. Kenyataan itu membentuk serangkaian sketsa yang berkelok-kelok, lucu, dan sering mengganggu.

The Battery akan mengajakmu tahu bahwa betapa aneh, membosankan, dan sangat biasanya kehidupan setelah akhir dunia. Tidak ada plot nyata dalam film zombie ini; hanya kisah dua orang yang hubungannya berkembang karena mereka dipaksa menjadi rekan satu sama lain. Mayat hidup terhuyung-huyung hanya menjadi latar bagi sebuah kisah persahabatan.

 

7. Pride and Prejudice and Zombie

via amcnetworks.com

via amcnetworks.com

Sejak dirilis 1813 silam, novel Pride and Prejudice karya Jane Austen bisa dikatakan sebagai salah satu karya tulis terbaik yang pernah ada.  Berbagai adaptasi sudah dibuat, mulai dari dari drama radio, teater, dan tentu saja film. Di tahun 2016 ini, novelis Amerika bernama Seth Grahame-Smith kemudian “lancang” mengutak-atik kisah aslinya. Ia menambahkan elemen horor dalam wujud zombie ke dalamnya.

Jadi, ada wabah zombie mematikan dalam film ini yang mengancam eksistensi umat manusia. Kegalauan cinta kemudian bercampur kengerian yang diakibatkan dari serangan mayat-mayat hidup yang menyebar dengan cepat. Tetapi tenang saja, putri-putri Bennet tidak hanya cantik di luar namun juga punya kemampuan mematikan untuk membasmi para zombie.

 

8. Life After Beth

via chud.com

via chud.com

Life After Beth merupakan film zombie yang cukup menghibur dan cukup segar. Konsepnya tergolong cukup baru dan bisa masuk akal. Jika sebelumnya disebutkan Warm Bodies menceritakan tentang zombie yang bisa kembali jadi manusia karena jatuh cinta, Life After Beth ini sebaliknya. Premisnya adalah seorang pria terlalu mencintai pacarnya sendiri walaupun sang pacar sudah berubah jadi zombie.

Pria itu bernama Zach (Dane DeHaan). Ia baru saja berkabung karena sang pacar, Beth (Aubrey Plaza), meninggal dunia karena insiden ketika hiking. Keluarga Beth pun sama sedihnya dengan Zach. Anehnya, beberapa hari setelah kematian Beth, Zach mendapati Beth sedang mondar mandir layaknya orang normal.

Hal tersebut membuat Zach jadi seperti orang gila. Terlebih ketika orang tua Beth meyakini juga bahwa Beth bangkit dari kematian. Sayangnya, ketika Zach mulai merajut kembali hubungan manisnya dengan Beth, wabah ‘bangkit dari kubur’ pun mulai terjadi di sekeliling mereka.

 

Itulah film zombie segar yang perlu kamu tonton. Dijamin perspektifmu terhadap zombie akan semakin kaya dan pandanganmu terhadap zombie akan semakin terbuka, tidak begitu-begitu saja.

 


Featured image via grouchoreviews.com