Konser Hans Zimmer: Dari Madagaskar Hingga Interstellar

via geekly.openshadow.com

Pada bulan April, Mei, dan Juni 2016 ini, komponis terkenal Hans Zimmer akan mengadakan konser keliling Eropa pertamanya. Ia mengajak serta beberapa musisi seperti komponis asal Afrika Selatan, Lebohang Morake dan gitaris band Incubus, Mike Einziger. Rangkaian konser ini dimulai di London tanggal 6 April 2016, dan akan berakhir di kota Orange, Perancis, tanggal 5 Juni 2016.

Hans Zimmer adalah seorang komponis dan produser rekaman asal Jerman. Ia sering dipercaya membawakan tata musik (music scoring) dalam film-film kenamaan. Sebut saja Insterstellar, Inception, Gladiator, Kung Fu Panda, Madagaskar, hingga Lion King. Film-film itu baru sebagian kecil dari deretan film yang musiknya pernah digarap oleh Hans Zimmer.

 

Hans Zimmer via zumic.com

Hans Zimmer via zumic.com

 

Penataan musik yang Hans Zimmer kerjakan biasanya menciptakan kesan yang intens dan megah. Baik dari gesekan biola yang berbaris berkejaran atau dentuman drum yang berderap cepat.

Musiknya memicu adrenalin; membuat kita tiba-tiba geregetan mengikuti alur cerita. Entah untuk kejutan visual atau sekadar penyelesaian bagian musik itu sendiri.

Di Konser Hans Zimmer nanti, para penonton bisa menyaksikan dan mengalami kemegahan musik soundtrack dan scoring berbagai film ini. Bersama lebih dari 70 orang musisi band, orkestra, dan paduan suara, Hans Zimmer akan membawakan musiknya keliling Eropa.

Mungkin kamu tidak bisa menyambangi langsung salah satu konsernya di kota-kota di Eropa, tapi kamu bisa mengunjungi kembali film-film ini. Kabarnya setlist konser Hans Zimmer di Eropa 2016 ini di antaranya terdiri dari potongan scoring beberapa film-film berikut ini.

 

Lion King dan Madagascar

Lion King adalah film animasi Disney klasik alternatif untuk anak-anak yang tak tertarik dengan film Disney bertema putri-putrian. Tema ayah dan anak serta proses menuju kedewasaan yang dikemas dalam animasi hewan-hewan Afrika lucu menjadi daya tarik untuk anak perempuan maupun laki-laki saat itu.

Bekerja sama dengan Elton John, Hans Zimmer mengisi aransemen musik untuk Lion King. Elton John mengaransemen bagian pop romantis seperti Can You Feel the Love Tonight, sedangkan aransemen musik latar berbau Afrika digarap oleh Hans Zimmer.

Hans Zimmer memenangkan banyak penghargaan, mulai dari Academy Awards, Golden Globe, Grammy, dan penghargaan-penghargaan lainnya berkat musiknya di film ini.

Di telinga para anak-anak 90-an, kalimat pembuka lagu tema Lion King, “Nants ingonyama bagithi Baba“, jadi punya banyak versi. Dalam konser Hans Zimmer, bagian ini akan dinyanyikan langsung oleh penyanyi aslinya, Lebohang Morake. Lagu Circle of Life ini pasti akan dibawakan dalam konser Hans Zimmer bersama lagu berjudul Under the Stars.

Lion King bukan satu-satunya film animasi bertemakan Afrika yang menggunakan musik Hans Zimmer. Hans Zimmer dan teman-teman juga mengiringi petualangan Alex si singa, Marty si zebra, Melman si jerapah, Gloria si kuda nil, para penguin, monyet, dan lemur.

Hans Zimmer bersama musisi lainnya berperan aktif membuat tata musik untuk film Madagascar (2005), Madagascar: Escape 2 Africa (2008), dan Madagascar 3: Europe’s Most Wanted (2012).

 

Batman, Superman, Batman v Superman

Karakteristik musik Hans Zimmer yang intens dan megah sering melatari film-film superhero, seperti Superman dan Batman. Dalam pembuatan tata musik Man of Steel, Hans Zimmer dibantu oleh Junkie XL atau Tom Holkenborg. Sementara dalam dua film Batman-nya Christopher Nolan, Batman Begins dan The Dark Knight, Hans Zimmer bekerja sama dengan James Newton Howard.

Ketika muncul film pertarungan antara Batman v Superman, lagi-lagi Hans Zimmer dipercaya untuk menggarap tata musiknya.  Malahan bukan hanya perseteruan superhero saja yang ia iringi musik, perseteruan Alien vs Predator juga.

Dalam konser Eropanya, kemungkinan Hans Zimmer akan membawakan Fear Will Find You dan Why So Serious dari trilogi film Batman dan What Are You Going to Do When You Are Not Saving the World dari Man of Steel. Ada pula musik dari film superhero lain, The Amazing Spider-Man 2, yang berjudul You’re That Spider Guy dan Cold War.

Sayangnya mulai tahun 2016 ini, ia memutuskan berhenti membuat soundtrack untuk film-film superhero. Mungkin ia merasa butuh tantangan lain yang lebih seru, supaya warna musiknya tidak semakin monoton.

 

Interstellar

Banyak mengambil latar tempat di dalam ruang hampa udara dan ruang angkasa yang hampa suara, keberadaan musik latar film Interstellar menjadi elemen yang sama pentingnya dengan elemen gambar.

Penataan musik yang dikerjakan Hans Zimmer berhasil mendukung kebulatan film. Musiknya menguatkan kesan yang muncul akibat kelambatan gerak dalam gravitasi nol (yang di satu sisi membuat frustrasi, tapi sekaligus menenangkan di sisi lain). Lewat musiknya, Zimmer juga berhasil membuat sosok manusia terlihat kecil dan lemah diombang-ambing kemegahan semesta.

Banyak penonton yang mengeluhkan volume suara musik latar yang memekakkan telinga. Bahkan terkadang musik latar terdengar lebih kencang dari percakapan tokoh-tokoh dalam film. Sebenarnya hal ini memang disengaja. Menurut penjelasan Christopher Nolan, tim produksi memang menggunakan komposisi serta proporsi gambar dan suara sedemikian rupa untuk mengomunikasikan sesuatu.

Mungkin untuk semakin menekankan penggambaran bahwa manusia memang kecil dan tak berdaya dibandingkan kemegahan ruang semesta yang ada?

Hans Zimmer dan timnya kemungkinan besar akan membawakan scoring film Interstellar yang berjudul Day One, Stay, dan Cornfield Chase dalam konsernya di Eropa.

 

Inception

Nyaman bekerja sama dengan Nolan, Hans Zimmer kembali bekerja sama dengannya dalam film Inception. Dalam film ini, Hans Zimmer banyak menggunakan elemen elektrik, terutama gitar elektrik.

Membahas tentang pemanfaatan mimpi serta sisi rumit dan gelapnya, musik Zimmer berhasil memunculkan efek efek-efek yang seolah menghantui dalam film ini.

Mendengarkan musik Zimmer dalam film ini seolah membuat kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Cobb. Karakter utama yang diperankan Leonardo di Caprio itu kan dalam mimpinya selalu dihantui bayang-bayang masa lalu dalam bentuk Mal, istrinya yang sudah meninggal.

Kalau kamu menghadiri konsernya, Hans Zimmer akan sangat mungkin membawakan potongan bagian musik latar dari film ini yang berjudul Dream Is Collapsing, Mombasa, dan Time

 

Selain film-film di atas, kamu pun bisa mendengarkan musik-musik latar film lain seperti Gladiator, Angels & Demons, The Da Vinci Code, Sherlock Holmes, dan Pirates of the CaribbeanHans Zimmer berhasil menguatkan film dengan musik latar yang ia aransemen.

Dalam potongan musik latar Sherlock Holmes berjudul Discombobulate, kamu seolah bisa mendengar musikalisasi kepribadian Sherlock Holmes yang rumit dan eksentrik. Aliran melodinya bisa membuatmu mengernyitkan dahi. 

Kamu bisa juga seketika membayangkan wajah perompak Oriental yang diperankan Chow Yun Fat. Cukup dengarkan potongan musik latar berjudul Singapore dari film Pirates of the Caribbean: At World’s End. Tapi kalau mau merasakan inti musik dari waralaba film Pirates of Caribbean, kamu bisa mendengarkan komposisi berjudul He’s A Pirate. Komposisi tersebut Hans Zimmer gubah bersama dengan Klaus Badelt.

Sebenarnya Hans Zimmer juga bekerja sama dengan Camille dalam film The Little Prince. Sayangnya lagu-lagu yang menampilkan sisi manis dari derap-derap monoton khas Hans Zimmer ini tidak dibawakan dalam konsernya. Padahal sepertinya seru juga menggabungkan bagian musik film The Little Prince dengan Interstellar yang sama-sama menggunakan efek suara tik-tok jam.

 


featured image via geekly.openshadow.com