Film Dokumenter Van Gogh Ini Sepenuhnya Lukisan!


via www.kickstarter.com Loving Vincent

Entah dari lukisan langit malam penuh serat dan lengkung atau dari beragam rumor tentang pemotongan telinganya, kamu mungkin pernah mendengar tentang Van Gogh. Pelukis asal Belanda bernama Vincent Willem van Gogh ini sebenarnya hanya pernah menjual satu lukisan semasa hidup. Sisanya baru laku dan terkenal setelah ia meninggal.

Kondisi psikologis Van Gogh, yang menimbulkan banyak “warna” dalam hidupnya, mengundang banyak diagnosa dari para ahli kejiwaan. Ada yang menduganya skizofrenia, keracunan cat, epilepsi lobus temporal, hingga gangguan manik depresif atau bipolar.

Kehidupan Van Gogh yang menarik dan penuh dinamika pun menjadi menarik untuk didokumentasikan. Ada banyak tayangan dokumenter yang berusaha menggambarkan dan menjelaskan kehidupan Van Gogh dan beragam kemungkinannya. Meski demikian, film dokumenter Van Gogh yang disutradarai Dorota Kobiela ini berbeda.

 

 

Film berjudul Loving Vincent ini sepenuhnya terdiri dari lukisan, bukan gambar animasi komputer. Tim untuk film dokumenter Van Gogh ini mengumpulkan dana lewat Kickstarter untuk melatih pelukis-pelukis yang jumlahnya puluhan.

Pelatihan ini bertujuan agar para pelukis dapat melukis dengan teknik Van Gogh. Mengingat 1 detik gambar animasi butuh hingga 12 lukisan, film ini jelas butuh banyak pelukis. Terbayang tidak kerja kerasnya untuk membuat sepotong adegan kalau dikerjakan satu dua orang saja?

 

via boredpanda.com

via boredpanda.com

 

Lukisan itu pun tidak bisa sembarang dilukis. Gambar yang tercipta harus mengikuti alur gerak teknik lukisan-lukisan Van Gogh. Temanya juga harus tetap sesuai.

Lukisan-lukisan yang menjadi bagian film memang terinspirasi dari lukisan-lukisan Van Gogh. Karena itu tampilan adegannya akan berganti-ganti sesuai dengan tema lukisan yang sedang digambarkan. Bisa hitam putih, bisa berwarna. Apapun itu, tiap frame dalam film ini adalah hasil pulasan kuas di atas kanvas.

Kamu bisa lihat lukisan-lukisannya di akun Instagram salah satu pembuat film ini, Hugh Welchman.

 

via boredpanda.com

via boredpanda.com

 

Dalam Loving Vincent, kamu akan melihat lebih dari 120 buah lukisan Van Gogh. Lukisan ini dirangkai bergerak dan mengalir sedemikian rupa untuk menyalurkan plot film. Plot film ini diambil dari kata-kata yang pernah Van Gogh tuliskan.

Lukisan Van Gogh yang digerakkan oleh kata-kata Van Gogh. Seperti apa ya jadinya?

Berikut trailer-nya.

 

 

Biarpun animasinya terlihat cukup halus dan realistis, yang kamu lihat barusan adalah kumpulan lukisan. Dengan teknologi yang sudah cukup modern, lukisan-lukisan ini diolah menjadi animasi yang tertata rapi oleh tim produksi Loving Vincent. Coba kamu amati detail-detail lukisannya.

 

via boredpanda.com

via boredpanda.com

via boredpanda.com

via boredpanda.com

 

Kalau kamu perhatikan lebih jelas lagi, tidak semua bagian digambar ulang. Bagian-bagian yang tidak mengalami perubahan bentuk tidak selalu dilukis ulang. Tentunya kalau harus melukis banyak sekali lukisan, hal-hal semacam ini bisa dimaklumi.

Tidakkah ini mengingatkan kamu pada film-film kartun zaman dulu? Bagian yang bergerak biasanya akan terlihat agak beda sendiri. Kalau di Loving Vincent, perbedaan ini memang tidak terlalu mencolok, tapi cukup untuk mengisyaratkan adanya pergerakan. Pun harus kamu akui, lukisan yang berpadu dalam gerakan ini terlihat natural sekali. Bahkan mirip seperti rekaman video yang diberi filter mirip lukisan.

 

via thisiscolossal.com

via thisiscolossal.com

 

Film ini akan memiliki durasi selayaknya film dokumenter lainnya. Meskipun direncanakan akan rilis tahun 2016, belum ada tanggal pasti kapan dan bagaimana film ini akan bisa kita tonton.

Sepertinya akan seru kalau ide animasi seperti ini dibuat juga di Indonesia. Barang semenit dua menit menganimasikan karya pelukis Indonesia, semisal Affandi.

 


featured image via Kickstarter Loving Vincent