Review The Jungle Book: Film Anak-anak Ala Dewasa


review the jungle book
by Walt Disney Productions

Berasal dari sebuah buku berjudul sama yang terbit tahun 1894, kisah Mowgli dalam The Jungle Book terus diceritakan ulang dalam berbagai bentuk. Setelah Walt Disney Productions memroduksi film animasi musikalnya di tahun 1967, kisah ini semakin identik dengan anak-anak.

Film animasi ini sendiri menjadi catatan terakhir dalam karir sang legenda Walt Disney, yang meninggal sebelum film ini selesai diproduksi. Tapi apa benar kisah anak hutan mirip Tarzan ini sebenarnya adalah untuk anak-anak?

 

By Illustrated by John Lockwood Kipling - Low-resolution scanned image, Public Domain, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=1709838

Sampul Buku The Jungle Book asli -by John Lockwood Kipling via wikimedia.org

 

Menggunakan berbagai karakter binatang dalam menyampaikan pesan moral, kisah ini bisa dikategorikan sebagai fabel. Mowgli berteman baik dengan beberapa binatang buas seperti serigala, beruang madu, hingga macan kumbang.

Tapi uniknya, seolah untuk menjaring penonton, trailer film The Jungle Book tahun 2016 ini dibuat dengan nuansa dewasa. Kamu akan merinding mendengarkan tata suara megah sekaligus suara seksi dan menakutkan milik Scarlett Johansson.

 

 

Belum lagi cuplikan-cuplikan adegan mengejutkan ketika Mowgli hampir diterkam harimau, ditabrak kerumunan banteng, dan ketika sebuah tangan berukuran raksasa berusaha menangkapnya. Sungguh bukan cuplikan ringan khas film untuk anak-anak.

Tapi apa yang disajikan dalam The Jungle Book sangatlah jauh dari trailer di atas. Lupakan fakta-fakta tentang binatang ketika menonton ini. Penonton disajikan pertunjukan khas kanak-kanak dalam wujud live action.

Kamu mungkin saja akan kebingungan melihat bagaimana beberapa binatang dapat berkomunikasi layaknya manusia, sementara lainnya tidak. Ada juga gerombolan serigala yang patuh dipimpin oleh seekor betina.

Walau menggunakan beberapa nama besar sebagai pengisi suaranya, rasanya ada yang kurang dari film ini. Karena berusaha mengangkat kisah-kisah awal dari bukunya sendiri, beberapa karakter tidak mendapatkan porsi tampil yang cukup.

Penampilan menakjubkan datang dari Neel Sethi, sang pemeran Mowgli dalam film ini. Dalam sebuah wawancara, Neel Sethi terlihat sangat “Mowgli”; riang, menyenangkan, sekaligus jahil. Perannya sendiri terasa sangat natural. Mengingatkan pada sosok Ayush Mahesh Khedekar yang memerankan Jamal dalam Slumdog Millionaire.

Mengajak anak-anak menonton film ini adalah ide bagus. Mereka akan terhibur dengan lelucon yang ditampilkan dalam bentuk visual, sehingga kamu tidak perlu repot-repot menerjemahkan lelucon verbal. Mungkin di masa depan ada baiknya versi dubbing Bahasa Indonesia untuk film sejenis ini, seperti The Good Dinosaur/Dino yang Baik, bisa diperbanyak.

Berniat menontonnya sendirian? Tenang saja, kamu tetap akan terhibur dengan film ini kok. Terutama jika mengetahui dan mengenal karakter para pengisi suaranya seperti Bill Murray, Ben Kingsley, Scarlett Johansson, hingga Christopher Walken. Beberapa di antara mereka bahkan bernyanyi!

 

By Source, Fair use, https://en.wikipedia.org/w/index.php?curid=15770836

Poster film The Jungle Book (1967) -by Walt Disney Productions

 

Walau tidak semenyenangkan versi animasinya, The Jungle Book bisa jadi film pilihanmu di minggu ini. Versi 3D juga disiapkan bagi kamu yang menginginkan pengalaman menonton lebih realistis dengan bantuan kacamata khususnya.

 


featured image by Walt Disney Production