Review Gila Jiwa: Multigenre, Multi-melantur


Empat sekawan di Gila Jiwa via gilajiwamovie.com

Mengawali review Gila Jiwa ini, Nyoozee ingin mengajak kamu, terutama anak 90-an, mengingat-ingat sejenak. Kalian masih ingat dengan duo komedian Kadir dan Doyok? Di tahun 1992, mereka bersama orang-orang Srimulat pernah merilis film berjudul Boleh Dong Untung Terus.

Dalam film tersebut Kadir dan Doyok berperan sebagai narapidana yang sedang berusaha kabur dari penjara. Mereka menempuh cara seperti yang Scheherazade lakukan di Dongeng 1001 Malam: menceritakan pelbagai kisah supaya sipir menjadi lengah.

Tiap kali Kadir atau Doyok bercerita, film langsung berpindah ke adegan sesuai cerita yang mereka tuturkan. Sesudah cerita selesai, film kembali menampilkan situasi di dalam penjara.

Pola penceritaan seperti ini juga yang bisa kamu lihat dalam Gila Jiwa. Bedanya, seperti yang Nyoozee sebelumnya bahas di Kamis Nonton, tiap segmen cerita tersebut digarap oleh orang yang berbeda.

 

segmen musikal dalam Gila Jiwa via gilajiwamovie.com

Segmen musikal via gilajiwamovie.com

 

Plot utamanya menampilkan empat anak muda yang ingin membuat gebrakan dalam dunia perfilman Indonesia. Seperti narasi awal di Janji Joni, mereka nyinyir mendedahkan situasi perfilman Indonesia. Perkara formula standar film Indonesia yang pasti selalu ada unsur cinta-cintaannya lah, atau tentang betapa sulitnya film Indonesia mendapatkan penonton.

Berhasil merumuskan masalah, mereka langsung loncat mencari solusi yang tidak jauh-jauh dari membuat film yang bagus. Dasar anak-anak muda idealis. Masalah perfilman Indonesia kan lebih dari sekadar kurangnya film yang bermutu.

 

Tya Arifin dalam Gila Jiwa via gilajiwamovie.com

Segmen action via gilajiwamovie.com

 

Mereka mulai brainstorming ide film. Bahannya, dari situasi yang mereka alami saat itu juga. Oh iya, Omo, Ruben, Alex, dan Dea, keempat anak muda tersebut ditampilkan sedang berada di kafe dengan beberapa pengunjung selain mereka.

Jadi, ketika mereka melihat seorang pengunjung kafe sedang membaca tabloid bersampulkan artis primadona, seketika terlontar ide membuat cerita tentang artis tersebut. Atau ketika mereka tiba-tiba menemukan buku aneh, ide cerita horor terbayang di kepala mereka.

Seperti yang lagi-lagi juga sudah Nyoozee bahas di #KamisNonton, ada empat segmen cerita dalam film ini. Masing-masing segmen punya genre dan sutradara yang berbeda. Aming menyutradarai genre komedi satir, Afghan menyutradarai genre musikal, Julia Perez menyutradarai genre action, dan Ade Paloh menyutradarai genre horor.

 

Segmen komedi dalam Gila Jiwa via gilajiwamovie.com

Segmen komedi via gilajiwamovie.com

 

Sayangnya, dari empat segmen cerita yang muncul, hanya segmen komedi garapan Aming yang benar-benar oke dari segi eksekusi. Segmen yang idenya terkait dengan isu LGBT tersebut berhasil diterjemahkan ke dalam bahasa film dengan baik. Sementara ketiga segmen lainnya lebih mirip kelebat-kelebat ide yang melantur.

Masalah seperti ini memang kerap dialami film berformat omnibus. Karena film omnibus terdiri dari beberapa cerita, besar kemungkinan terjadi perbedaan kualitas antara satu film dengan film yang lainnya.

 

Segmen horor dalam Gila Jiwa via gilajiwamovie.com

Segmen horor via gilajiwamovie.com

 

Untungnya, seperti yang Ria Irawan ungkapkan, Gila Jiwa bukanlah omnibus. Formatnya mungkin mirip seperti omnibus, tapi Ria Irawan menambahkan benang merah yang mengikat keempat segmen tersebut menjadi satu kesatuan yang padu.

Walau agak bermuatan deus ex machina, tapi siasat tersebut cukup berhasil sehingga penonton akhirnya memaklumi setiap segmen yang ada.

 

Gila Jiwa | 2016 | Durasi: 82 menit | Sutradara: Ria Irawan, Afghan Syahreza, Aming Sugandhi, Ade Paloh, Julia Perez | Penulis: Ria Irawan, Afghan Syahreza, Aming Sugandhi, Ade Paloh, Julia Perez | Produksi: Firebird Films | Negara: Indonesia | Pemeran: Joshua Suherman, Jovial da Lopez, Shadira Marini, Hery Purnomo, Ria Irawan, Tya Arifin, Ade Irawan, Tio Pakusadewo, Febysyah, Dea Annisa, Aimee Saras, Fauzi Baadila, Ayushita

 


featured image via gilajiwamovie.com