4 Tipe Bullying: Apakah Kamu Pernah Melakukan Salah Satunya?

http://fc00.deviantart.net/fs16/i/2007/255/d/5/Bullying_by_KungFuPlum

Penggencetan, perundungan, atau yang dikenal dengan sebutan bullying, merupakan salah satu tindakan agresif yang dilakukan secara berulang untuk mengintimidasi seseorang. Pelaku bullying biasanya adalah orang yang lebih dominan atau mempunyai kuasa, menyakiti orang yang lebih lemah atau tidak mempunyai kuasa.

Perilaku ini dapat terjadi di mana saja, baik di sekolah, kantor, rumah, atau tempat lain. Menakutkannya, pelaku bullying sendiri terkadang tidak sadar bahwa tindakan yang dilakukannya terhadap orang lain dapat dikatakan sebagai bullying.

Oleh karena itu, yuk kenali lebih lanjut beberapa tipe bullying agar kita tidak jadi salah satu pelakunya!

 

 Fisik

via mycyberwall.co.za

Kamu dikatakan melakukan bullying tipe ini jika kamu memukul, mencuri, merusak barang, mendorong, atau melakukan tindakan merugikan lain secara fisik pada seseorang secara berulang.

Jika tindakan ini terus kamu lakukan, orang yang kamu jadikan target bullying dapat mengalami kerugian. Akibatnya untuk si korban bullying fisik misalnya kehilangan barang-barang yang ia miliki, memar di tubuh, atau bahkan bisa menyebabkan kematian jika kekerasan yang dilakukan sangat parah.

 

Sosial

via www.livescience.com

via www.livescience.com

Jika kamu pernah menyebarkan gosip atau rumor bohong mengenai “targetmu”, menjauhinya dan mengajak orang lain untuk ikut menjauhinya juga, berarti kamu pernah melakukan tipe bullying sosial.

Kalau lingkungan sosial dan masyarakat mempercayai gosip atau rumor tidak benar yang kamu sebarkan, kasihan kan nasib orang yang kamu jadikan “target” itu? Reputasinya bisa menjadi buruk, di lingkup pertemanan kecil atau bisa juga sampai ke lingkup karirnya.

Akibatnya hubungannya dengan orang lain bisa menjadi terganggu, baik secara interpersonal maupun sosial. Kehidupannya secara utuh pun jadi terganggu. Padahal bisa jadi ia tidak seburuk yang kamu ceritakan pada orang lain. Lagipula hubungan sosialnya dengan orang lain sebenarnya bukanlah urusanmu.

 

Verbal

verbal Bully

via helpforcodependency.com

“Eh, ada si tonggos lewat. Hei Tonggos!”

Itu adalah salah satu contoh bullying secara verbal. Ucapanmu yang menghina, mengancam, ataupun menyindir dengan julukan negatif tertentu yang kamu berikan adalah bentuk perundungan atau bullying.

Tidak selalu hanya terkait hal-hal fisik, ejekan atau hinaan bisa juga terkait suku, agama, ras, etnis, status ekonomi, orientasi seksual, dan banyak hal lainnya.

Orang yang menjadi target bisa menjadi semakin tidak percaya diri. Pandangan orang tersebut terhadap dirinya sendiri pun bisa menjadi terganggu. Konsep dirinya menjadi tidak sesuai dengan dirinya yang sebenarnya, ia menjadi rendah diri.

Jadi, hentikan panggilan-panggilan yang tidak layak kamu berikan pada orang lain, dalam konteks yang seolah dibuat bercanda sekalipun. Bisa saja ia terluka atau terintimidasi, tapi tidak mengatakannya.

 

Cyber Bullying

Cyber Bully

via bincangwanita.com

Tipe bullying yang satu ini terkait dengan semakin majunya teknologi. Kecanggihan zaman modern memungkinkan terjadinya komunikasi lewat dunia maya, misalnya di media sosial. Komentar-komentarmu yang kasar atau menjatuhkan pihak tertentu bisa jadi contoh perilaku bullying. Apalagi kalau memang tujuanmu adalah untuk membuat dirimu terlihat berkuasa atasnya dan melakukannya berulang-ulang.

 

Sadar atau tidak, perilaku bullying tidak hanya merugikan korban, tetapi juga merugikan pelaku dan saksi mata. Bagi pelaku, perilakunya yang tidak baik tersebut dapat membuatnya tidak bisa menghargai orang lain. Belum lagi bentuk atau tipe bullying tertentu dapat membuat pelaku berurusan dengan pihak berwenang.

Bagi saksi mata, tentu ada rasa tidak nyaman ketika seseorang melihat atau mendengar tindakan bullying di sekitarnya. Rasa tidak nyaman ini akan semakin terasa apalagi kalau kamu tahu tapi merasa tidak bisa melakukan apa-apa untuk menghentikannya. Misalnya karena takut akan menjadi korban selanjutnya atau tidak punya cukup kuasa untuk menghentikan pelakunya.

Selain itu, tentu saja ada kerugian bagi korban sendiri. Kerugian yang dialami korban tentunya lebih berat, karena ia adalah pihak yang disakiti. Korban bisa saja menjadi ketakutan, membatasi diri, tertekan, trauma, mengalami luka dan kehilangan, bahkan kehilangan nyawanya sendiri.

Hilangnya nyawa tidak selalu karena dibunuh secara langsung oleh pelaku bullying. Ada juga korban bullying yang kemudian bunuh diri karena tertekan akibat perilaku perundungan ini.

Jadi, yuk hentikan tindakan bullying dalam bentuk apapun. Buatlah interaksi sosialmu dengan sesama menjadi lebih nyaman!

 


featured image via deviantart.net oleh KungFuPlum