Apakah Jumlah Ojek Daring di Jakarta Sudah Kebanyakan?


GrabBike via inet.detik.com

Selain mengobati kegalauan para jomlo, keberadaan para tukang ojek online atau daring tentu mempermudah transportasi di Jakarta dan sekitarnya. Pelanggan hanya perlu mengunduh aplikasi layanan ojek, melakukan registrasi, lalu memesan layanan yang diperlukan. Memang sih, aplikasi ini kebanyakan hanya tersedia untuk gawai dengan sistem operasi Android atau iOS, tapi ada pula yang melayani pemesanan lewat telepon.

Dua penyedia layanan ojek daring yang sedang naik daun adalah GoJek dan GrabBike. GoJek sudah ada sejak 2011 dengan menggunakan fasilitas call center. Sejak meluncurkan aplikasi pemesanan online untuk Android maupun iOS pada Januari 2015, perusahaan ini pun berkembang pesat sampai sekarang. GoJek berani memberikan (dan terus memperpanjang) promo untuk memukul rata tarif layanannya menjadi salah satu yang termurah untuk saat ini. Bisa dibilang GoJek adalah pionir dengan posisi memimpin untuk usaha layanan serupa.

 

GrabBike via inet.detik.com

GrabBike via inet.detik.com

 

Salah satu kompetitor GoJek yang cukup bisa dipertimbangkan adalah GrabBike. GrabBike adalah bagian dari perusahaan GrabTaxi. Seperti GoJek, GrabBike banyak menghadirkan promo-promo yang membuat tarif layanannya jadi jauh lebih murah. Tentu ini berhasil menggaet banyak orang untuk mencoba menggunakan layanannya. Selain menawarkan tarif promo yang relatif murah, GrabBike juga mengadakan kompetisi yang bisa dibilang sukses meningkatkan penggunanya.

Program Grab Sekampus berhasil mengalihkan mahasiswa yang tadinya tidak menggunakan ojek daring, atau yang menggunakan jasa ojek daring lainnya, jadi menggunakan jasa GrabBike. Bagi yang beralih, mereka tetap menggunakan ojek daring, lebih murah, bisa membuat universitasnya memenangkan hadiah pula.

Jelas saja program ini strategi marketing yang sangat baik. Menghadapi pilihan ojek daring yang ada, mereka kini punya alasan tambahan untuk memilih GrabBike: nama dan hadiah untuk universitas mereka. Meski begitu, tentu ada pelanggan setia yang masih memilih untuk menggunakan aplikasi GoJek. Beberapa pelanggan harus mencoba berkali-kali sebelum pesanannya diterima driver GrabBike, sedangkan hanya perlu sekali untuk memesan GoJek.

 

LadyJek via voucher-pulsa.net

LadyJek via voucher-pulsa.net

 

Hingga Oktober 2015, beberapa ojek daring yang sudah beroperasi di Indonesia antara lain GoJek, GrabBike, BluJek, dan LadyJek. Kemungkinan besar jumlah perusahaan-perusahaan penyedia jasa layanan ojek daring ini akan terus bertambah sepanjang waktu. Pasar ini masih tergolong baru dan terlihat mendapatkan respons yang cukup baik dari masyarakat, walaupun ada sedikit pergesekan dengan tukang ojek pangkalan.

Penduduk Jakarta memang banyak dan sibuk. Adanya jasa ojek daring ini bisa dibilang sangat membantu untuk kaum perkotaan yang sering harus buru-buru. Lebih mudah melewati daerah macet dengan menggunakan kendaraan roda dua dibandingkan dengan kendaraan roda empat. Pemesanan layanan pun mudah dan harganya cukup terjangkau. Banyak yang kemudian beralih dari taksi ke layanan ojek daring ini. Ojek pangkalan pun menjadi pilihan kedua karena harganya yang lebih tidak tentu.

Tapi sebanyak apa sih sebenarnya jumlah pengendara ojek daring yang diperlukan di masyarakat?

 

via megapolitan.kompas.com

BluJek via megapolitan.kompas.com

 

Perusahaan penyedia layanan ojek daring ini kebanjiran lamaran dari orang-orang yang ingin menjadi driver, terutama GoJek. Memang sih, tak butuh banyak kualifikasi khusus untuk menjadi pengendara ojek daring. Banyak yang bahkan meninggalkan pekerjaannya dan mencari peruntungan sebagai driver GoJek.

Banyak driver-driver baru yang kemudian malah jadi terlantar dan tidak dikelola dengan baik oleh perusahaan. Entah kurang persediaan masker bagi pelanggan, belum mendapat seragam atau helm, atau masalah lainnya. Panjangnya antrean untuk memperoleh perlengkapan pun menjadi alasan. Daripada buang-buang waktu mengantre, lebih baik tidak usah saja.

Hal ini tentu merugikan untuk citra perusahaan GoJek yang awalnya terkesan sangat memperhatikan kenyamanan pelanggan. Beberapa driver yang menyediakan masker penutup hidung tidak selalu menyediakan masker penutup kepala. Helm yang digunakan bergantian tentu jadi tidak higienis. Untuk dilaporkan ke pihak GoJek pun ini terasa terlalu sepele. Lebih mudah berempati dengan malasnya mengantre panjang demi jumlah persediaan masker yang tidak seberapa. Toh menurut mereka, waktu untuk mengantre lebih baik digunakan untuk melayani pelanggan.

Sering error-nya server GoJek pun seolah menandakan perusahaan ini kewalahan menghadapi banyaknya jumlah driver dan pengguna jasanya. Para pengguna layanan jadi kesal karena rencana bepergiannya jadi berantakan. Para driver pun kelimpungan karena tidak bisa menerima pesanan, yang artinya sumber penghasilannya terganggu.

 

GoJek via news.detik.com

GoJek via news.detik.com

 

Setelah harus mengantre lama, mendapatkan pelanggan pun tidak selalu mudah. Memang sih, sebelum driver ojek daring menjadi pekerjaan idaman, janji pendapatan tinggi masih terasa mungkin. Banyaknya pelanggan membuat para pengendara ini kebanjiran pesananTapi setelah melambungnya jumlah driver kompetitor, para pengendara harus saling berebut pelanggan. Kebanyakan dari mereka pun jadi lebih banyak nongkrong di pinggir jalan atau pangkalan.

Tanpa pembatasan, jumlah driver ojek daring dan penumpangnya akan semakin jauh timpang. Apakah jumlah ojek daring di Jakarta sudah kebanyakan? Atau mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah: apakah orang-orang tahu bahwa jumlah ojek daring di Jakarta BISA kebanyakan?

Saat ini GoJek sudah memutuskan untuk menutup lowongan driver hingga waktu yang belum ditentukan sih. Tapi perusahaan kompetitor pun bermunculan dan merekrut lebih banyak orang. Pemerintah sih sudah siap-siap mengatur Perda untuk ojek-ojek daring ini. Mari kita lihat saja apa jadinya nasib para driver ojek daring ini ke depannya.

 

Jeger Taksi via chirpstory.com

Jeger Taksi via chirpstory.com

 

TopJek via www.gojakgojek.com

TopJek via www.gojakgojek.com

 

Global Jek via www.gojakgojek.com

Global Jek via www.gojakgojek.com

 


Featured image via inet.detik.com