5 Wejangan Yoda yang Cocok Juga untuk Persoalan Asmara

Andai tidak keriput dan memakai jubah lusuh bertekstur seperti karung goni, Yoda bisa jadi karakter yang menggemaskan. Sesepuh Jedi di semesta Star Wars ini sebenarnya punya bentuk fisik mungil hijau yang peluk-able.

Hanya saja kalau jadi karakter menggemaskan, karisma Yoda sebagai mentor Jedi muda nan bijaksana akan buyar. Wejangan Yoda cuma akan dianggap lelucon. Star Wars jadi sains-fiksi komedi dengan suguhan pesawat ulang-alik dan alien-alien eksotis; tanpa kedalaman makna. Untungnya, karakter Yoda tidak dibuat seperti itu. Sutradara George Lucas tetap menempatkan wejangan Yoda sebagai pintu menuju sisi filosofis film ini.

Lebih lanjut lagi, kalau kita perhatikan, wejangan Yoda pun bisa dipakai untuk situasi di luar film Star Wars. Misalnya sebagai kata-kata motivasi dalam menghadapi persoalan asmara. Tidak percaya? Coba lihat lima wejangan Yoda di bawah ini:

 

Ketika Ragu Buat Menembak

yodaism2

Menyatakan rasa suka pada seseorang bisa bikin kita deg-degan sendiri. Biasanya yang menjadikan seperti itu adalah karena sudah membayangkan bagaimana kalau nantinya pernyataan tersebut tidak bersambut. Tahu sendiri kan, penolakan dari orang yang kita suka itu level sakitnya berkali lipat dibanding penolakan sembarang orang. Karena itu biasanya sebelum menembak kita membuat pertimbangan, yang kalau terlalu lama justru berubah jadi keraguan.

Wejangan Yoda yang ini bisa menjadi penyemangat sewaktu keraguan seperti itu muncul. Lakukan, atau tidak lakukan sama sekali. Lakukan maka kamu akan mendapatkan jawaban atas pernyataan tersebut. Entah jawabannya diterima atau ditolak. Tidak lakukan sama sekali, maka kamu menghindari resiko tertolak, tapi di saat yang bersamaan melepas potensi untuk diterima.

 

Ketika Rasa Jenuh Melanda

yodaism

Di awal menjalin hubungan, semuanya terasa manis. Tapi seiring waktu, perlahan-lahan kamu akan tahu kebiasaan-kebiasaan pasanganmu. Kamu tahu ternyata aslinya ia lamban dan hobi terlambat. Atau ia suka buang angin sembarangan. Ada saja dari kebiasaannya yang membuat kamu sebal. Misteri yang selama ini menyelubunginya, yang menjadikan kamu tertarik mengenalnya, sudah tersingkap. Dalam situasi seperti ini, rasa jenuh bisa muncul.

Sebelum kamu kebablasan kepincut laki-laki atau perempuan lain, rapalkan dulu wejangan Yoda yang ini. Tetapkan komitmen, jaga selalu kesadaran pikiranmu. Dengan begitu kamu bisa tetap teguh walau jenuh.

 

Ketika Cemburu

yodaism3

Dalam hubungan asmara, rasa saling percaya harus dipupuk. Karena kalau tidak, bawaannya akan jadi saling curiga. Dari wejangan Yoda yang ini kita belajar bahwa rasa curiga dan ketakutan justru membuat kita susah sendiri. Karena menurut Yoda, takut akan memperanakkan amarah, amarah memperanakkan benci, dan benci memperanakkan penderitaan. Terlalu takut kehilangan pasangan bisa membuatmu menderita, terlalu mengekang pasangan karena takut juga akan membuatnya menderita.

 

Ketika Marahan

Yoda_Episode_I_Canon

Dalam interaksi yang rutin, ribut-ribut kecil wajar terjadi. Tapi bagaimana kalau dari yang kecil itu lama-lama bertambah besar? Tiap bertemu bawaannya kepingin marah-marah melulu. Atau justru marahnya tidak dikeluarkan secara langsung, tapi menjelma jadi aksi saling diam.Tambah bahaya kalau pertengkaran itu disertai dengan kekerasan.

Supaya jangan bertambah runyam, perhatikan wejangan Yoda ini. Peperangan entah negara lawan negara, atau argumenmu versus argumen pasangan, tidak akan membuat siapapun jadi pemenang. Tidak ada yang dianggap hebat karena perang. Kamu tentu tahu juga kan peribahasa menang jadi arang, kalah jadi abu. Jadi daripada terus berkutat amarah, sebaiknya salah satu ada yang mengalah.

 

Ketika Harus Move On

yodaism4

Kalau hubungan kamu memang tidak bisa dipertahankan dan diusahakan baik kembali, mau tidak mau ya diakhiri saja. Kalau putusnya tidak dengan baik-baik, mungkin mudah untuk move on. Tapi bagaimana kalau kamu dan pasanganmu putus baik-baik. Masih ada sisa-sisa rasa yang tertinggal.

Di saat itulah kamu harus mencermati wejangan Yoda yang ini. Konteks aslinya sih tentang kematian, tapi bisa juga untuk kasus putus cinta. Intinya kita harus bersyukur atas semua hal yang terjadi. Jangan meratapi dan juga jangan merindukan yang sudah berlalu. Relakan yang lalu dan nantikanlah  pengalaman baru yang menjelang.

 

Bagaimana? Menurut kamu Yoda cocok juga jadi dokter cinta nggak?

 


featured image via androidwallpaperhd.com