Cinta Lokasi Ala Mahasiswa yang Tidak Mungkin Terlupa

via vice.com

Siapapun sepertinya tidak akan mungkin kehabisan cerita tentang cinta. Cinta sudah ada ketika kita lahir, menjadi balita, masuk sekolah, mulai kuliah, hingga nanti berumah tangga. Cinta memang tampaknya hampir selalu mengudara dan bisa hadir di mana-mana. Wujudnya ada dalam berbagai versi juga jalan cerita.

Khusus untuk mahasiswa, atau yang setidaknya pernah mengenyam masa kuliah, cinta jadi satu urusan yang menawarkan sejuta rasa. Kehadirannya membawa berjuta bahagia sekaligus prahara. Apalagi jika jenis cinta yang dialami adalah cinlok atau cinta lokasi, seperti yang ada di bawah ini:

 

Di Kereta

Versi Lokal

Cinta lokasi di kereta bisa jadi karena sering ketemu di loket pembelian tiket. Tapi, bisa juga karena sering berpapasan di peron stasiun. Awalnya, kamu dan dia mungkin tidak saling memperhatikan satu sama lain. Namun, karena takdir selalu membawa kalian merepetisi pertemuan, maka virus-virus cinta yang berterbangan di udara pun mulai menjangkiti kamu, juga dirinya.

via i.ytimg.com

via i.ytimg.com

Dalam beberapa pertemuan, kamu atau dirinya mungkin sama-sama memperhatikan detail barang-barang yang kalian kenakan. Kamu berharap bahwa ada satu petunjuk yang bisa menuntunmu mendapat pencerahan tentang fakultas yang menaunginya. Syukur-syukur kalau bisa langsung tahu jurusan kuliahnya.

Biasanya, petunjuk-petunjuk ini tersebar jelas di pakaian yang digunakan atau barang-barang yang dibawanya. Mulai dari kaus, jaket, tas hingga pin terkadang memampangkan jelas tulisan solidaritas jurusan hingga fakultas tempatnya bernaung. Dari sana lah kamu mulai kasak-kusuk cari informasi ke jejaring temanmu yang tersebar di pelosok universitas. Meski terkadang butuh waktu lama untuk akhirnya mengetahui siapa namanya dan angkatan berapa, tapi cara ini banyak berhasil lho. Cinta lokasi di kereta pun bersemi.

 

Versi Antarkota

Berbeda dengan cinta lokasi di kereta versi lokal, untuk yang antarkota alur perjalanannya lebih terkesan harap-harap cemas.

Skenario 1: Semuanya berawal dari pertemuan tidak sengaja di seputar kawasan menunggu kereta. Permulaan semester yang biasanya tidak berbeda jauh antara satu universitas dan universitas lainnya membawa dua orang untuk saling bertegur-sapa dan sekadar menanyakan hendak merantau ke kota apa. Dari percakapan inilah biasanya akan timbul diskusi personal dengan kata-kata, ‘Kabarin ya kalau sudah sampai sana’.

via nouse.co.uk

via nouse.co.uk

Skenario 2: Kebetulan sekali kamu mendapat teman duduk di kereta selama perjalanan pulang. Awalnya, kamu bersyukur karena ada teman berbincang selama perjalanan. Tapi makin banyak hal yang diobrolkan, ternyata kamu justru semakin tertarik dan ingin berkomunikasi lebih lanjut. Kisahmu pun berlanjut jadi kisah kalian.

Meski berbeda skenario, cinta lokasi di kereta antarkota biasanya berlanjut dengan janji reuni di liburan semester. Kalian sama-sama memesan tiket pulang dengan tanggal dan jam yang sama, atau jika memungkinkan, menggunakan kereta yang sama. Cinta lokasi di kereta memang salah satu cinlok mahasiswa yang manis-manis platonis. Tapi pastikan agar cinta lokasimu tidak putus di pemberhentian akhir kereta ya!

 

Di Kelas

Sebenarnya, ini adalah cinta lokasi paling basic yang bisa dialami bahkan oleh mereka yang duduk di bangku SD atau SMP. Ruang lingkup kelas yang tidak besar meningatkan kemungkinanmu dan dirinya berinteraksi. Kelompok tutor, tugas per mata kuliah, hingga hanya sekadar menemani santap bekal makan siang di kelas pun jadi alasan untuk bersamanya. Gaya pedekatenya pun masih standar. Berawal dari menanyakan tugas, dosen sudah masuk atau belum, kapan diadakan kelas pengganti, hingga meminta hadir di pertandingan olahraga atau debat tertentu.

via tumblr.com

via tumblr.com

Ada banyak tipe dari pasangan cinta lokasi di kelas. Tipe yang pertama adalah tipe yang lebih suka merahasiakan hubungan, tapi tahu-tahu pulang ke rumah berbarengan. Tipe yang satu ini terkadang cukup menyebalkan. Tidak adanya deklarasi membuat pesaing lain jadi tidak tahu bahwa sosok yang mereka inginkan ternyata sudah ada yang punya. Tipe yang kedua adalah tipe yang lebih senang menjadikan cinta lokasi sebagai konsumsi publik. Selain membuat iri teman-teman lainnya, pasangan ini bisa jadi juga menjengkelkan. Kemunculan serial drama pertengkaran, tak tegur sapa, permohonan maaf yang berlebihan, hingga public display affection kadang jadi polusi pemandanganmu yang ada di sekitar mereka.

 

Di Organisasi

Banyak orang bilang ketika jadi mahasiswa kita harus aktif berorganisasi. Masa sih? Memang apa apa alasannya? Mungkin salah satunya adalah agar kamu bisa merasakan cinta lokasi di organisasi yang kamu ikuti.

Banyak sekali skenario cinta lokasi tumbuh di antara dua mahasiswa satu organisasi. Yang paling umum terjadi adalah skenario ketika kamu dan dia pertama kali bertemu dalam orientasi anggota organisasi. Awalnya, semua berjalan biasa saja, hingga lama-lama muncul embrio cinta lokasi yang terbalut samar oleh afeksi mini. Pertanyaan, ‘Kok tadi nggak dateng rapat?’ atau ‘Gimana hasil rapat tadi?’ jadi bumbu penyedap cinta lokasi versi ini.

via bookriot.com

via bookriot.com

Versi lainnya juga ada. Skenarionya ialah kamu dan dia berasal dari divisi berbeda dari satu organisasi. Awalnya, pertemuan dimulai saat ada pleno program kerja tim. Masing-masing harus saling berpura-pura memperhatikan program kerja divisi lain, karena kamu dan sang pujaan tidak satu tim. Terkadang sebenarnya konten proker dari divisi sang pujaan tidak sebegitu menariknya, tapi kamu tetap asyik menatap tanpa sedikitpun mengedipkan mata. Ketika ada sesi bertanya, kamu mengacungkan tangan. Bagimu, bertanya adalah langkah pertama untuk dikenal. Urusan jadi atau tidaknya, itu nanti saja.

 

Di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)

Yang ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cinta lokasi di organisasi. Ruang lingkupnya masih sama, yaitu kampus. Ketika kamu kuliah, umumnya akan ada banyak UKM yang bisa kamu ikuti sekaligus. Ini semua tergantung minat dan bakatmu.

Ada yang berbasis olahraga seperti UKM renang, basket, sepak bola Amerika, hingga berkuda. Ada juga yang berbasis seni seperti paduan suara, tari, teater, lukis, juga mural. Untuk yang berbasis akademis, ada juga klub bahasa, klub debat, hingga klub jurnalistik. Seluruh UKM ini tidak hanya bisa menyalurkan minat dan bakatmu, tapi sekaligus bisa mengirimkan sinyal-sinyal cinta lokasi pada orang-orang yang ternyata punya ketertarikan yang sama denganmu.

via ameliatcreativemedia.files.wordpress.com

via ameliatcreativemedia.files.wordpress.com

Kemungkinan yang paling banyak terjadi adalah cinlok ini tumbuh di tengah-tengah jadwal latihan UKM. Adanya kompetisi dan koordinasi yang dibangun saat latihan UKM membuat kalian kenal dekat dan bahkan bisa saling berbagi tips dan trik. Ketika ada ajang lomba tertentu, hubungan kalian semakin terjalin dengan baik. Kamu atau dirinya sering hadir untuk sama-sama menyemangati. Secara implisit, cinta lokasi yang hadir di UKM seringkali jadi cinlok yang mengokohkan sportivitas pada mereka yang sedang kasmaran.

 

Bagaimana denganmu? Pernahkah merasakan asam-manisnya cinta lokasi ala mahasiswa? Jika belum, jangan khawatir. Ada banyak lokasi lain yang masih bisa kamu temui di luar kampus kok!

 


Featured image via vice.com