5 Alasan Mengapa Wanita Tidak Perlu Pakai Make-Up


via reddit.com

Penampilan merupakan hal penting bagi setiap orang. Tak jarang orang melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kualitas penampilan mereka. Mulai dari hal sederhana, seperti dengan berolahraga, hingga yang luar biasa, seperti operasi plastik.

Buat para wanita ada cara yang lumrah dilakukan, yaitu dengan menggunakan make-up. Make-up sendiri terdiri dari berbagai macam barang, yakni: bedak, maskara, pensil alis, blush-onlipstick, dan sebagainya. Tujuan menggunakan make-up adalah agar wajah lebih cerah dan nikmat dipandang.

Nah, menariknya, ada sejumlah orang yang merasa bahwa make-up adalah sebuah keharusan. Keluar rumah tanpa make-up adalah haram hukumnya. Tepatkah hal ini?

 

via www.gownsweddings.com

via www.gownsweddings.com

 

Tepat atau tidak adalah hal yang teramat relatif. Penulis pun menyadari bahwa ada sejumlah profesi yang standar operasinya mengharuskan para pegawai wanita untuk menggunakan make-up.

Namun terlepas dari semua, satu yang harus disadari adalah: menggunakan make-up itu bukan keharusan, melainkan pilihan.

Para wanita pun tidak perlu ragu untuk memilih tidak menggunakan make-up. Mengapa? Karena mereka yang tidak menggunakan make-up akan memperoleh lima keuntungan berikut ini:

 

1. Lebih sehat untuk kulit muka

Make-up terbuat dari bahan-bahan kimia tertentu, yang diolah menjadi lipstik, bedak, dan sebagainya. Benda-benda tersebut pada prakteknya kita lekatkan dengan kulit wajah kita. Menutupi pori-pori, dan menempel bersama kontaminasi udara, bahkan polusi dari luar.

Mungkin sering kita dengar bahwa ada make-up yang bahan bakunya herbal. Tapi, ya lagi-lagi, saat memakai make-up, pori-pori kulit kita tertutup sehingga kulit wajah kita tidak bisa bernapas bebas.

 

2. Tidak repot

Sudah rahasia umum kalau pakai make-up itu selalu memakan waktu. Sering sekali kita mendengar berbagai anekdot mengenai wanita yang dandannya lama.

Bukan hanya itu, make-up juga sering menyebalkan karena membuat penggunanya harus menghindari air. Make-up juga bisa menempel di berbagai tempat seperti baju, sprei, dan gelas. Bahkan tak jarang ada wanita yang lipstiknya menempel di gigi mereka.

Ada pula kejadian saat seseorang tanpa sadar mengucek mata, padahal ia sedang menggunakan maskara atau eye-liner. Duh, repot deh.

 

 

3. Hemat

Make-up itu mahal. Beneran deh. Ini saja penulis kaget sendiri, seusai iseng googling harga-harga alat make-up, seperti gincu, bedak, dan lainnya.

Kalau semua harganya ditotal, bisa deh tuh buat beli pesawat terbang. Pesawat terbang mainan, tapi.

 

4. Menjadi diri sendiri

Memang kalau pakai make-up tidak menjadi diri sendiri? Ya tidak juga sih. Tapi poinnya bukan itu; poinnya adalah: jangan sampai make-up menjadi bagian dari diri kamu.

Pada dasarnya, kamu yang sejati adalah kamu yang tak ber-make-up. Misal kamu menggunakan make-up, lalu seseorang mengatakan kamu cantik, maka pertanyaannya adalah: yang mana yang cantik, kamunya atau make-up-nya? Beda halnya bila kamu tak menggunakan make-up, lalu orang mengatakan kamu cantik.

 

5. Cuma konstruksi sosial saja

Kenapa cuma wanita saja yang sering dituntut, dan menuntut diri untuk menggunakan make-up? Kenapa laki-laki tidak demikian? Kenapa laki-laki yang menggunakan make-up justru dianggap aneh; padahal muka laki-laki banyak juga tuh yang gradakan, kusam, dan seperti mayat.

Nah itu lah, secara sosial memang begitu keadaannya. Seakan wanita sajalah yang harus memperindah dirinya demi laki-laki; padahal ya nggak juga.

Parahnya, ‘keharusan’ ber-make-up bahkan sudah ‘ditanamkan’ sejak para wanita masih belia. Salah satunya adalah melalui boneka-boneka mereka, seperti yang bisa dilihat di video di atas tadi.

 

Akhir kata, make-up adalah pilihan, bukan keharusan. Buat para wanita yang ingin menentang konstruksi sosial dan mendapatkan keuntungan-keuntungan di atas, yuk singkirkan make-up-mu.