Apa Sih Beda Berbagai Macam Teh yang Beredar di Pasaran?


via wikipedia

Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi satu jua. Semboyan yang tertulis di kaki lambang negara Indonesia itu kelihatannya cocok juga untuk teh. Walau ada banyak macam teh, tapi bisa dikatakan sebagian besar asalnya dari satu tanaman teh yang sama.

Dari hasil pemrosesan tanaman teh yang punya nama ilmiah, Camellia sinensis, itulah kemudian tercipta berbagai jenis teh. Ada teh hitam, hijau, oolong, putih, dan kuning. Proses mulai dari pemilihan daun hingga pengeringan yang kemudian menciptakan berbagai varian teh.

Berikut ini Nyoozee berikan panduan supaya kamu lebih gampang membedakan masing-masing teh.

 

Teh Hitam

via edenstea.com

via edenstea.com

Teh hitam berasal dari tanaman teh yang mengalami proses fermentasi cukup lama, yakni antara dua minggu sampai satu bulan. Ada dua jenis proses yang digunakan untuk mengolah teh menjadi teh hitam, yakni ortodoks dan CTC (cutting, tearing, curling).

Proses ortodoks biasanya digunakan untuk menghasilkan teh hitam kualitas tinggi. Teh yang dihasilkan biasanya memang punya cita rasa lebih kuat. Sementara proses CTC digunakan untuk teh hitam kualitas sedang. Teh yang dihasilkan lebih encer dan cepat merah ketika diseduh.

Beda pemrosesan juga menimbulkan perbedaan bentuk. Teh hitam yang melalui pemrosesan ortodoks bentuknya agak pipih, sementara yang diproses dengan metode CTC bentuknya menyerupai butiran.

Teh hitam memiliki kandungan kafein sangat tinggi. Konon, teh ini cocok dikonsumsi oleh perokok aktif karena berkhasiat mengurangi efek buruk yang ditimbulkan nikotin terhadap paru-paru. Selain itu, teh hitam juga bermanfaat meredakan stres dan menurunkan risiko stroke.

 

Teh Hijau

via food.ndtv.com

via food.ndtv.com

Teh hijau berasal dari tanaman teh yang tidak mengalami proses fermentasi. Pucuk yang baru dipetik biasanya langsung dilayukan agar tidak ada aktivitas enzim yang terjadi. Hal itu dilakukan agar teh hijau terlihat seperti teh yang segar, yang baru saja dipetik.

Kandungan polifenol yang terdapat dalam teh hijau banyak manfaatnya untuk kesehatan. Teh hijau dipercaya dapat membantu mengurangi risiko kanker kandung kemih, kanker payudara, paru-paru, lambung, pankreas, dan usus besar. Selain itu, teh hijau juga diyakini dapat menurunkan kolesterol yang menyumbat pembuluh darah, meredakan stres, serta membantu menurunkan berat badan.

 

Teh Oolong

via organicfacts.net

via organicfacts.net

Teh oolong berasal dari tanaman teh yang mengalami proses fermentasi tidak terlalu lama, yakni sekitar 2-3 hari. Nama oolong atau wulong berasal dari bahasa Mandarin yang berarti naga hitam. Nama itu mungkin didapat dari bentuk teh ini yang panjang, gelap, dan berlekuk-lekuk seperti naga.

Kandungan polifenol teh oolong lebih tinggi dibanding teh hitam ataupun teh hijau. Karena itu teh ini sangat cocok dikonsumsi untuk membantu menurunkan berat badan.

 

Teh Putih

via confusedsandals.com

via confusedsandals.com

Teh putih berasal dari tanaman teh yang paling sedikit mengalami pemrosesan. Sama seperti teh hijau, teh putih tidak mengalami proses fermentasi. Setelah dipetik, daun teh dibiarkan layu dan mengering dalam satu ruangan khusus.

Mengingat pembuatannya tidak banyak melewati proses pemrosesan, teh putih terkesan begitu alami dan eksklusif. Harganya pun lebih mahal dibanding jenis teh yang lain.

Teh putih punya kandungan antioksidan paling tinggi di antara semua teh yang ada, sementara kandungan kafeinnya lebih rendah dibandingkan teh hitam ataupun teh hijau.

Sewaktu mengonsumsi teh ini disarankan untuk menambahkan lemon, ekstrak kedelai, atau ekstrak beras agar senyawa antioksidannya lebih mudah diserap tubuh.

 

Teh Kuning

via healthybenefits.info

via healthybenefits.info

Teh kuning berasal dari tanaman teh yang tidak mengalami proses penggulungan dan fermentasi. Agak mirip dengan teh hijau, hanya saja teh kuning dikeringkan lebih perlahan untuk menghasilkan warna kuning yang indah. Di Tiongkok, teh ini juga biasa disebut teh kuali.

Teh kuning bermanfaat membantu menghambat tanda-tanda penuaan seperti munculnya bintik gelap atau keriput. Karena itu teh ini cocok dikonsumsi oleh orang-orang yang memiliki masalah kulit.

 

Setelah dapat sedikit gambaran tentang perbedaan masing-masing teh, kamu juga perlu tahu tentang beberapa fakta dan mitos teh. Nyoozee sudah pernah membahasnya di sini. Selamat ngeteh…

 


featured image via wikipedia