Pagelaran Buku Jogja: Konsep Baru Pameran Buku


by akun Pagelaran Buku Jogja - via facebook.com

Tanggal 3-9 Maret 2016 mendatang, warga Jogja bisa kembali merayakan buku. Pasalnya, pada hari itu digelar Pagelaran Buku Jogja.

Event yang diselenggarakan di Balai Pamungkas, Jogjakarta ini konon akan mengusung konsep berbeda dari pameran buku atau event perbukuan lainnya di Jogja.

Hal tersebut dikemukakan sendiri oleh Adhe, salah satu penyelenggara Pagelaran Buku Jogja. Dalam akun Facebook-nya, ia menulis, “Saya bosan dengan gaya segala rupa book fair yang selama ini diadakan,” tulisnya.

“Materi promonya full aksara, paling-paling ditambahi karikatur. Di lokasi, baliho dan umbul-umbul sudah mirip acara peresmian jembatan saja. Jejeran booth kayak deretan kamar kos, mirip kios-kios di pasar. Buku-buku dicampur aduk, yang reguler dipajang dekat obralan. Diskon seolah-olah jadi magnet utama. Buku returan toko ditumpuk segunung dengan tulisan tergantung kayak obral baju di pasar malam. Penerbit-penerbit itu buang hajat doang… eh buang bad stock…”

Hal yang disebutkan itu, suka atau tidak, memang terjadi di kebanyakan pameran buku. Karena itu penyelenggara Pagelaran Buku Jogja, berniat menciptakan satu pandangan tentang pameran buku. Kebaruan tersebut diharapkan dapat memicu orang-orang, khususnya warga Jogja, semakin antusias untuk membaca buku.

Memangnya ada hal baru apa saja di Pagelaran Buku Jogja, yang dalam materi promosinya mengusung tagar NewConcept itu? Nyoozee akan uraikan beberapa hal yang menarik.

 

1. Bursa Naskah

by Tapps Games - via youtube.com

by Tapps Games – via youtube.com

Barangkali banyak dari kamu yang sering iseng menulis di waktu senggang. Curahan hati tentang mantan, misalnya. Daripada kamu simpan sendiri, kenapa tidak coba kamu membiarkannya dibaca banyak orang?

Nah, dalam Pagelaran Buku Jogja, ada sesi bernama Bursa Naskah. Sesi ini akan mempertemukanmu dengan penerbit-penerbit Jogja. Siapa tahu, ada penerbit yang tertarik menerbitkan tulisanmu  menjadi sebuah buku.

 

2. Bursa Desain Sampul Buku

via griffith.ie

via griffith.ie

Kalau kamu jago desain, sesi ini cocok untukmu. Pada sesi ini, panitia Pagelaran Buku Jogja akan mempertemukan para desainer grafis dengan perusahaan penerbitan yang membutuhkan desain untuk sampul buku mereka.

Selain bangga karena desainmu bisa nampang di buku yang dilihat banyak orang, portofolio desainmu juga bertambah kan.

 

3. Barter Buku

via writersumpus.wordpress.com

via writersumpus.wordpress.com

Mendapatkan buku tidak hanya dengan membeli. Kamu juga bisa melakukannya lewat barter alias tukar-menukar. Pagelaran Buku Jogja juga menyediakan agenda buat kamu yang tertarik barter buku.

Caranya, dengan menuliskan judul buku yang kamu mau ke  fanpage-nya Pagelaran Buku Jogja. Jangan lupa memberi tagar #PagelaranBukuJogja.

 

4. Belajar Bikin Layang-layang

by D'source India - via youtube.com

by D’source India – via youtube.com

Berbahagialah kamu yang sewaktu kecil sempat menerbangkan layang-layang, ngadu dengan layangan lain, sampai beramai-ramai mengejar layang-layang yang putus. Kepakaranmu di bidang layang-layang makin sahih kalau kamu juga bisa membuat layang-layang sendiri.

Nah, kalau kamu ingin bernostalgia atau mau mengajak adik atau keponakan merasakan nikmatnya jadi pakar layang-layang, bisa ajak ke Pagelaran Buku Jogja. Soalnya di sini ada sesi khusus yang mengajarkan cara membuat layang-layang.

Kamu cukup datang ke venue di jam 13.00-16.00 dengan membawa uang Rp 4.000. Setelah itu panitia akan memberikan bahan-bahan untuk membuat layang-layang plus mengajari cara membuatnya.

Tenang saja, acara ini tidak dibatasi usia. Jadi, semua kalangan mulai dari anak sekolah, mahasiswa, sampai bapak-bapak pun boleh mengambil kelas ini.

 

5. Dan Tentu Saja, Bazar Buku

via flickr.com

via flickr.com

Berbeda dengan bazar buku lainnya, Pagelaran Buku Jogja tidak cuma menggelar lapak buku populer dan kekinian saja. Buku populer dari penerbit besar memang banyak, tapi yang antik dan lawas juga ada.

Jangan heran kalau kamu nantinya bisa menemukan buku-buku antik karangan Soekarno, Soe Hok Gie, dan sastra-sastra lawas karangan Seno Gumira Ajidarma, Budi Darma, Chairil Anwar, dan AA Navis.

Semua sangat mungkin kamu dapatkan di Pagelaran Buku Jogja. Mungkin bukunya tidak baru, tapi sensasi membaca buku-buku lawas semacam itu tidak akan berkurang karenanya.

Geliat perbukuan Jogja tidak hanya diramaikan oleh kehadiran toko dan penerbit besar. Kota ini juga memiliki banyak penerbit buku independen yang merilis terjemahan karya-karya sastrawan besar dunia. Kamu bisa menemukan buku terjemahan Leo Tolstoy, George Orwell, Yasunari Kawabata, Albert Camus, Dostoyevsky, dan lain sebagainya.

 

Bagaimana? Unik-unik kan? Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Jarang-jarang ada pameran seasyik ini.

 


Feature image by Pagelaran Buku Jogja – via facebook.com