Jalan Kaki di Jakarta Jadi Tak Menyenangkan Karena Ini


Pejalan kaki? Apa itu? Rasanya pernah dengar via namakuddn.wordpress.com

Sebenarnya jalan kaki di Jakarta saat senja bisa jadi menyenangkan lho. Setelah lelah dari kampus atau kantor, kamu bisa berjalan di atas trotoar yang bagus, menikmati proses perubahan warna langit dari senja ke malam. Sebenarnya kita tak perlu megap-megap disembur asap dan paranoid disambar motor.

Sayangnya keadaan tak menyenangkan ini belum bisa kamu hindarkan. Setidaknya untuk Jakarta sekarang-sekarang ini. Rintangan dan halangan berikut ini juga harus kamu hadapi ketika jalan kaki di Jakarta.

 

Siraman Debu dan Asap

via blogs.wsj.com

via blogs.wsj.com

Kalau kata Banda Neira dalam lagunya Senja di Jakarta, menikmati jalan di Jakarta harus sekaligus memaafkannya. Jangankan ketika jalan kaki, bersepeda sepulang kerja saja sudah kenyang hirup asap kopaja. Apalagi kalau harus jalan kaki di pinggir jalan raya Jakarta saat jam pulang kerja. Belum lagi ada bajaj, motor bebek, bus kota, dan beragam kendaraan bermotor lain yang entah lulus uji emisi atau tidak.

Selain bisa mengeruhkan upil, menyumbat pori wajah, dan membuatmu merasa semakin bau, polusi udara di jalan raya juga tidak baik untuk kesehatan. Sulit rasanya merasa lebih sehat setelah menghirup udara yang seperti itu. Walaupun memang tak bisa dipungkiri, ada rasa puas tersendiri bisa bergerak lebih cepat hanya dengan berjalan santai ketika kendaraan-kendaraan di sebelahmu tertahan macet.

 

Pedagang Kaki Lima

Trotoar? Trotoar apa? via lipsus.kompas.com

Trotoar? Trotoar apa? via lipsus.kompas.com

Walaupun ada larangan berjualan di trotoar jalan-jalan tertentu, tetap saja ada orang-orang yang melakukannya. Ada pedagang kaki lima yang berjualan camilan seperti kue cubit dan gemblong, perlengkapan sehari-hari seperti masker dan karet rambut; bahkan ada mendirikan semacam toko semi permanen.

Ada pula yang berjualan makanan dan menghamparkan tempat duduk untuk pelanggannya sampai memenuhi lebih dari setengah lebar trotoar. Selain susah lewat karena kursi plastik berjejalan, terkadang kamu pun harus terkena hembusan asap berbumbu tajam yang membuatmu bersin-bersin.

Memang sih, kehadiran para pedagang kaki lima bisa cukup membantu ketika kita sedang butuh sesuatu. Mereka pun butuh cari uang. Tapi tempat mereka berjualan ini sering kurang pas. Kehadiran mereka pun kadang bisa menutup lebar trotoar sepenuhnya.

Karena itu pula para pejalan kaki jadi harus berjalan di luar trotoar. Kadang pun mereka terpaksa mengambil ruas jalan raya untuk bisa lewat. Efeknya jadi melebar pada pengguna kendaraan bermotor deh. Belum lagi berjalan di ruas jalan raya bisa membahayakan si pejalan kaki.

 

Pengendara Motor, Diam Ataupun Bergerak

via soloposfm.com

via soloposfm.com

Sahihnya trotoar adalah tempat berjalan untuk para pejalan kaki. Jadi kalau pejalan kakinya sedang naik motor, ya tidak boleh ada di atas trotoar, apalagi jembatan penyeberangan. Menyedihkannya, trotoar sering dianggap ruas alternatif kalau jalan raya sedang macet tidak bergerak.

Beberapa pengendara motor juga akan nekat naik ke atas trotoar supaya terhindar antrian macet. Ada juga yang bahkan menyeberang ruas dengan naik ke jembatan penyeberangan. Mereka melakukannya seolah motor mereka hanya tas jinjing kecil yang tidak akan mengganggu pengguna jembatan lain. Belum lagi ada yang lewat sambil sempat-sempatnya menggodai pejalan kaki perempuan.

Beberapa pengendara motor naik trotoar untuk melawan arus jalan raya. Mereka naik trotoar seolah-olah itu akan membuat perilaku mereka melawan arus jalan raya jadi lebih ‘tidak salah’. Kesannya, toh bukan melawan arus di jalan raya dan tidak mengganggu kendaraan lainnya. Padahal walaupun orang-orang yang jalan kaki di Jakarta bukanlah kendaraan, tapi kami pengguna jalan juga lho.

Masalah pun tidak hanya muncul karena beberapa pengendara motor bandel ini bergerak. Baik ketika statis ataupun dinamis, tempat motor itu bukan di trotoar. Banyaknya kendaraan pribadi dan minimnya tempat parkir memang bisa jadi masalah. Tapi menjadikan lahan ‘kosong’ apapun sebagai tempat parkir itu tidak bisa dibenarkan.

 

Permukaan Trotoar

Ada Thor mini abis mainan palu kayaknya poskotanews.com

Kalau yang ini, karya street art abstrak gitu deh via poskotanews.com

Sekalipun ternyata ada trotoar yang tidak dijadikan tempat berjualan, tempat parkir, ataupun jalur dadakan untuk pengendara motor, biasanya kondisinya mengenaskan. Ada memang, trotoar dalam keadaan baik, tapi biasanya hanya di komplek-komplek tertentu.

Permukaan trotoar sering tiba-tiba buyar seperti habis dipukul mjolnir mini, atau berkubah-kubah seperti permukaan bulan. Kalau tidak berkubah, sempitnya pun sering tidak masuk akal. Mbak-mbak di iklan produk diet pun akan kesulitan lewat kalau harus berpapasan dengan orang lain.

 

Tetris Kendaraan Bermotor

via www.pinterest.com

Yiha. Kalau udah sampai begini sih pejalan kaki tinggal selap-selip via www.pinterest.com

Sepertinya ini adalah kebiasaan buruk para pengendara kendaraan bermotor: kalau ada ruang kosong di jalan, harus diisi. Entah itu ruas untuk arah berlawanan, entah itu tempat para pejalan kaki. Pokoknya perempatan seolah arena perang eksklusif bagi para kendaraan; pejalan kaki hanya kena imbasnya.

Ketika menunggu lampu lalu lintas berubah hijau, para pengendara kendaraan bermotor bisa maju sampai melewati batas tempat seharusnya mereka berhenti. Seolah-olah maju 50 cm bisa membuat mereka sampai tujuan lebih awal secara signifikan. Belum lagi kadang ada yang tiba-tiba menerobos karena tidak ada kendaraan lain yang melintas di hadapannya.

Di sebagian jalan, para pengendara tidak memedulikan lampu lalu lintas yang membantu pejalan kaki menyeberang. Biasanya ini karena tidak adanya jalur untuk kendaraan lain melintas. Anggapannya, pejalan kaki kan pelan, bisa lah menunggu pengendara bermotor lewat dulu sebelum menyeberang. Tidak akan tertabrak lah, mereka kan bisa melihat ada kendaraan motor yang melintas cepat.

Pengendara-pengendara macam ini sih yang biasanya membuat para pejalan kaki ingin mematahkan tiang lampu lalu lintas lalu memukul mereka sampai homerun jadi bintang.

Atau dilempar lembing pake Monas via kvltzine.com

Atau dilempar lembing pake Monas via kvltzine.com

 

 

Semrawutnya lalu lintas dan kedudukan pejalan kaki dalam hierarki pengguna jalan ibukota membuat jalan kaki di Jakarta tidak hanya menyebalkan, tapi juga membahayakan. Sayangnya, semakin tidak menyenangkan jalan kaki di Jakarta, maka semakin sedikitlah pejalan kaki. Semakin tersingkir jugalah pejalan kaki dari kalangan pengguna jalan raya.

Miris sih, mengingat yang berada di dalam motor, mobil, dan kendaraan lainnya itu sebenarnya adalah manusia juga. Sayangnya dengan berada di atas kerangka yang bisa bergerak (ataupun tidak), beberapa merasa nyawanya jauh lebih berharga dari yang lainnya.

 


featured image via namakuddn.wordpress.com