Mengenal Kandungan Minuman Berenergi dan Efeknya Bagi Tubuh


Banyak cara yang bisa kamu lakukan supaya tambah semangat menjalani rutinitas harian. Kamu bisa coba mendengarkan musik yang enak; memandangi foto orangtua, pacar, orangtua pacar, istri, mantan, gebetan; atau mengonsumsi makanan atau minuman yang tepat. Kalau itu semua tidak ampuh, jalan pintasnya bisa dengan minum minuman berenergi.

Minuman berenergi sebenarnya cukup kontroversial keberadaannya. Beberapa negara seperti Denmark, Turki, dan Uruguay melarang sama sekali minuman seperti ini. Meski di Indonesia minuman ini kerap dilabeli minuman kesehatan, di Amerika Serikat minuman berenergi dianggap sebagai minuman ringan biasa yang tidak jauh beda dengan minuman kola.

Nyoozee mengecek minuman berenergi dari berbagai jenis merek yang dijual bebas dan menemukan mereka punya komposisi yang tidak beda jauh. Beberapa kandungan yang biasa ada di dalamnya, antara lain:

 

Taurin

taurin minuman berenergi
Taurin merupakan asam amino yang tidak begitu esensial. Kalau tidak minum minuman berenergi pun, tubuh manusia sudah secara alami memproduksi taurin.

Minuman berenergi yang beredar biasanya punya kandungan taurin sekitar 800-1000 miligram. Menurut keterangan BPOM, salah satu mekanisme kerja taurin adalah menghambat neurotransmiter. Karena itu fungsi senyawa ini kelihatannya adalah kebalikan dari fungsi kafein yaitu membuat tubuh jadi rileks.

Hipotesis tersebut pun diyakini oleh Neil Harrison, profesor farmakologi dari Weill Cornell Medical College, New York. Ia menyebutkan kegunaan taurin lebih bersifat menenangkan (sedatif) ketimbang memacu (stimulan). Ketika ia dan timnya mengaplikasikan senyawa ini ke jaringan otak tikus, mereka menemukan zat ini berubah menjadi neurotransmiter gamma-aminobutyric acid (GABA), yakni senyawa kimia yang memperlambat kerja otak.

Meski begitu penelitian tentang efek taurin terhadap tubuh manusia masih sedikit sehingga masih terlalu dini untuk menyimpulkan senyawa ini aman untuk dikonsumsi dalam dosis besar. Perannya sebagai penambah energi dalam minuman berenergi pun masih belum punya bukti kuat.

 

Kafein

kafein minuman berenergi

Kafein merupakan senyawa alkaloid yang biasa ditemukan dalam teh, kopi, ataupun biji kakao. Pada label minuman berenergi, kafein sering juga ditulis dengan nama yang lebih rumit yakni 1,3,7-trimetilxantin.

Bila sesudah minum minuman berenergi kamu jadi lebih semangat, berarti kafein dalam minuman tersebut sudah bekerja. Kafein berfungsi sebagai perangsang sistem syarat pusat yang menstimulasi peningkatan kadar gula darah serta menyebabkan jantung jadi lebih cepat memompa darah dan oksigen. Kamu bisa merasakan jantungmu jadi berdebar-debar.

Tubuh biasanya menyerap kafein dengan sempurna sekitar 30-60 menit sesudah dikonsumsi, sementara efek puncaknya terasa dua jam setelah dikonsumsi.

Apapun yang berlebihan itu tidak baik, tidak terkecuali kafein. Terlalu banyak kafein di dalam tubuh menyebabkan sakit kepala, sulit tidur, dan mual-mual. Selain itu kafein juga menyebabkan kecanduan atau adiktif.

Banyak literatur yang menyebutkan batas maksimal mengonsumsi kafein bagi orang dewasa adalah 400 mg per hari. Untuk anak-anak dan remaja lebih rendah lagi, yakni tidak lebih dari 100 mg per hari. Karena itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun menetapkan aturan bahwa kandungan kafein di dalam minuman berenergi tidak boleh lebih dari 50 miligram.

 

Ginseng

ginseng minuman berenergi

Tidak semua minuman berenergi mengandung ginseng. Kamu bisa langsung tahu kok, karena biasanya minuman berenergi yang mengandung ginseng akan menampilkan tulisan atau gambar tanaman tersebut di kemasannya. Kandungan ginseng dalam minuman seperti ini berkisar antara 30-350 miligram.

Soal kegunaan, menurut David Kiefer dari University of Arizona, ginseng tidak punya hubungan langsung dengan peningkatan performa fisik. Meski begitu ginseng bukannya tidak ada gunanya. Penelitian yang dilakukan oleh Andrew Scholey dkk menyebutkan ginseng dapat menstimulus kerja otak. Dari hasil eksperimen yang mereka lakukan, orang yang makan 200 miligram ekstrak ginseng sebelum menjalankan suatu tes, punya nilai tes yang lebih bagus dibanding yang tidak makan ekstrak ginseng. Orang yang makan ekstrak ginseng juga tidak terlalu kelelahan secara mental.

Kandungan ginseng di dalam minuman berenergi biasanya tidak punya efek yang membahayakan. Meski begitu, kalau kamu sedang menjalani pengobatan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi minuman berenergi. Ginseng sering menyebabkan pengenceran kandungan obat di dalam darah, yang akibatnya obat tersebut jadi kurang efektif.

 

Vitamin B Kompleks

vitamin b kompleks minuman berenergi

Minuman berenergi juga sering menambahkan vitamin B kompleks. Di label komposisi, ada yang menulis vitamin B3, B5, dan sebagainya, tapi lebih banyak yang menuliskan nama kimianya seperti inositol, niacinamide, atau cyanocobalamine.

Vitamin B kompleks ini fungsinya sebagai fasilitator supaya tubuh bisa menyerap energi, tapi vitamin itu sendiri bukanlah energi. Vitamin B kompleks berperan dalam sistem biokimia untuk membantu memecah glukosa dari makanan yang kita makan menjadi ATP. ATP atau adenosine triphospate adalah bentuk energi yang sel tubuh gunakan sebagai sumber tenaga.

Jadi kalau tubuhmu sudah cukup vitamin B (dari hasil mengonsumsi ikan, daging, kacang-kacangan, sereal, telur, atau produk susu) lalu kamu mengonsumsi minuman berenergi yang juga mengandung vitamin B, energimu sebenarnya tidak bertambah. Tubuh akan mengeluarkan kelebihan vitamin di dalam tubuh lewat air seni.

Masalah lainnya adalah biasanya vitamin satu mempengaruhi kerja vitamin lainnya. Sebagai contoh, vitamin X bergantung pada vitamin Y. Sebanyak apapun vitamin X yang kita cerna, jika tubuh kekurangan vitamin Y, manfaatnya untuk tubuh jadi tidak maksimal.

Vitamin B kompleks ini termasuk yang bergantung sama lain. Jauh lebih baik sebenarnya kalau kamu makan makanan alami karena kedelapan vitamin B (vitamin B1, B2, B5, B6, B7, B9, dan B12) biasanya ada dalam makanan yang sama.

 

Sukrosa atau Gula atau Pemanis

sukrosa minuman berenergi

 

Zat yang sebenarnya menghasilkan energi adalah sukrosa atau gula. Minuman berenergi biasanya mengandung sukrosa sekitar 25 gram. Di dalam tubuh sukrosa akan diurai menjadi glukosa dan fruktosa. Glukosa inilah yang merupakan gula sederhana yang menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel tubuh.

Meski begitu, ada juga merek minuman berenergi yang menggantikan gula murni dengan pemanis buatan. Jenis pemanis yang dipakai seperti aspartame, cyclamate, atau acesulfame. Pemanis buatan ini punya kadar manis yang melebihi sukrosa, tapi kandungan energinya kecil.

 

Setelah menelusuri komposisinya tersebut, kita jadi tahu bahwa minuman berenergi tidak benar-benar menambah energi. Lecutan semangat di tubuh itu bisa dibilang semu, berasal dari kombinasi kafein dan taurin yang mempercepat kerja jantung untuk memompa dan mengalirkan darah. Jadi minum minuman berenergi, seperti begadang, sebaiknya kalau ada perlunya saja.

 


featured image via tvc.ru