Kompetisi Lari: Dari Color Run Sampai Couple Run

via commingly.com

Apakah kamu tahu bahwa akhir-akhir ini banyak diadakan kegiatan olahraga dalam bentuk kompetisi lari? Kompetisi ini biasanya sangat diminati, karena peserta tidak hanya datang untuk berlari, melainkan bisa menikmati kejutan-kejutan sesuai konsep yang diangkat pihak penyelenggara. Pihak yang mengadakan kompetisi ini pun beragam, mulai dari perusahaan besar, universitas, organisasi, atau komunitas.

Penasaran kan apa saja kejutan dalam kompetisi lari ini dan konsep apa yang diangkat oleh pihak penyelenggara? Maka itu, yuk lihat lima kompetisi lari berikut ini!

via www.singlefile.com.au

via www.singlefile.com.au

 

1. Color Run

via relayforlife.org

via relayforlife.org

Travis Snyder, seorang pria asal Amerika Serikat inilah yang awalnya memiliki gagasan untuk membuat kompetisi color run. Kompetisi color run pertama diadakan pada tahun 2012 di Arizona, Amerika Serikat dengan peserta yang mencapai ribuan orang. Tujuan utama yang ingin dicapai oleh Travis Snyder adalah membuat pelari, baik yang profesional maupun yang pemula, dapat mengikuti kompetisi lari yang menyehatkan dan menyenangkan.

Dalam kompetisi color run, semua orang dari berbagai kalangan dan usia pun dapat mengikutinya. Di dalam pelaksanaannya, peserta akan mengikuti rute lari yang telah ditentukan pihak penyelenggara, kemudian peserta akan disiram dengan tepung warna setiap mereka berhasil melewati pos-pos di rute yang mereka lewati. Warna tepung di setiap pos akan berbeda-beda, sehingga tubuh peserta akan penuh dengan beragam warna ketika sampai di garis akhir. Bahan tepung warna yang digunakan biasanya terbuat dari tepung jagung, sehingga aman jika terkena kulit.

2. Bubble Run

via commingly.com

via commingly.com

Konsep kompetisi selanjutnya adalah bubble run, yaitu peserta akan berlari melewati bubble atau foam yang disemprotkan keluar atau memang sudah ada di rute larinya. Jika bubble atau foam itu sudah ada di rute lari, daerah tersebut akan disebut foam bogs. Bubble atau foam yang ada pun biasanya memiliki warna-warnanya tersendiri dan dapat memenuhi sekujur tubuhmu. Sama seperti bahan dalam membuat tepung warna, bahan yang digunakan untuk membuat bubble pun aman bagi kulit.

 

3. Couple Run

via thepatientrunner.wordpress.com

via thepatientrunner.wordpress.com

Jika color run dan bubble run lebih fokus pada kejutan yang akan diberikan di rute lari, couple run mengangkat konsep lain, yaitu terkait relasi. Dalam couple run, perlu ada kekompakan dari setiap couple. “Couple” yang dimaksud di sini bukan hanya pacar loh, tapi bisa saja adik, kakak, ibu, suami, atau teman. Siapa saja boleh kamu ajak agar kalian bisa lari bersama dan menambah kekompakan.

Dalam suatu pelaksanaan kompetisi lari yang serupa dengan couple run, namun namanya berbeda (twin run), setiap pasangan diberikan kaos yang dapat dipakai bersama. Kaos itu seperti dua kaos yang digabungkan menjadi satu di bagian tengahnya. Oleh karena itu, setiap pasangan yang berlari akan terlihat seperti pasangan kembar yang tidak terpisahkan.

 

4. Jomblo Run

via www.swimbikerunphoto.com

via www.swimbikerunphoto.com

Jika couple run adalah kompetisi lari bagi peserta yang sudah memiliki pasangan atau diwajibkan membawa pasangan, kompetisi lari yang satu ini adalah kebalikannya. Dalam jomblo run, target utama pesertanya adalah orang yang belum memiliki pasangan. Harapannya, kompetisi lari ini akan membuat peserta mampu menambah relasi atau mungkin saja peserta bisa mendapatkan pasangan dari kompetisi ini.

 

5.  Music Run

via adventureblog.nationalgeographic.com

via adventureblog.nationalgeographic.com

Kompetisi lari yang berikutnya dan cenderung masih jarang diadakan adalah music run. Dalam kompetisi lari ini, peserta akan merasakan berlari dengan diiringi musik. Genre musik nantinya akan berbeda di setiap pos atau zonanya. Jika kamu ingin merasakan sensasi lari yang berbeda sambil menari kecil, menyanyi, dan tertawa bersama, berarti kamu perlu mencoba kompetisi yang satu ini!