Hal-Hal yang Perlu Kamu Cermati Mengenai Olahraga Saat Puasa


Datangnya bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Pada bulan tersebut, umat muslim akan menjalankan ibadah puasa, menahan haus dan lapar selama dua belas jam lebih.

Dengan kondisi yang berbeda dibanding hari-hari biasa, akan ada banyak aktivitas yang perlu disesuaikan saat bulan puasa. Seperti misalnya berolahraga.

Berolahraga tentu akan menguras energi, tapi aktivitas ini jangan kamu tinggalkan sama sekali. Dengan begitu tubuh akan tetap terjaga kebugarannya. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu kamu cermati terkait olahraga saat puasa seperti:

1. Jenis Olahraga

via www.cekaja.com

via www.cekaja.com

Sebenarnya semua jenis olahraga boleh kamu lakukan selama puasa. Mau itu bermain futsal, basket, badminton, bersepeda, joging, hingga kegiatan fisik seperti naik turun tangga sah-sah saja kamu lakukan. Cuma ada baiknya kamu memrioritaskan olahraga yang tidak membuat letih terlalu parah. Selain itu variasikan juga latihan fisikmu, biar tidak bosan hanya melakukan yang itu-itu saja.

 

2. Waktu Untuk Berolahraga

via cahayaherbalindo.com

via cahayaherbalindo.com

 

Pada bulan puasa ada tiga pilihan waktu untuk berolahraga, yaitu saat pagi hari, sore hari, dan malam hari.

Jika kamu memilih waktu berolahraga di pagi hari, lakukan olahraga yang ringan-ringan saja. Dengan begitu tubuh tetap fit, tidak kelelahan, dan terhindar dari dehidrasi. Waktu sesudah selesai makan sahur hingga kira-kira pukul 7 pagi masih cocok dipakai untuk olahraga dengan intensitas yang ringan.

Pilihan kedua adalah olahraga di sore hari menjelang berbuka puasa. Di sini kamu bisa melakukan olahraga yang lebih berat seperti main futsal, basket, atau lari.

Mengingat dekat dengan waktu berbuka, olahraga di sore hari cocok bagi kamu yang tujuan olahraganya adalah untuk menjaga penampilan atau membentuk otot. Olahraga di sore hari sangat aman karena tidak akan menganggu performa serta aktivitas sehari-hari kita selama bulan puasa.

Sedangkan untuk olahraga di malam hari bisa kamu lakukan 2 jam setelah berbuka puasa. Tubuh kembali sudah berenergi sesudah makan santapan berbuka. Hanya saja jangan sampai terlalu malam agar waktu tidur tidak terganggu. Ini penting agar otot yang rusak akibat berolahraga dapat kembali pulih.

3. Intensitas Berolahraga

via artfuldesign.blogspot.com

via artfuldesign.blogspot.com

Bila di awal Nyoozee menyebutkan kamu boleh melakukan olahraga apapun, tentunya intensitasnya juga harus diatur sedemikian rupa. Misalnya di hari biasa kamu rutin lari sejauh 3 kilometer, pada bulan puasa kamu bisa pangkas menjadi 1,5 kilometer. Begitu pula dengan olahraga lainnya.

Kamulah yang tahu daya tahan tubuhmu sendiri. Jadi jika tubuh sudah mulai lelah dan kira-kira berpotensi membuat batal puasa, sebaiknya olahraga tersebut sesegera mungkin kamu akhiri.

 

Selain menjaga kebugaran dengan berolahraga, asupan makanan juga harus kamu perhatikan. Mentang-mentang berpuasa selama dua belas jam lebih, jangan jadikan waktu buka puasa sebagai ajang balas dendam.

Makanlah dengan wajar. Dengan begitu perutmu tidak begah ataupun kaget. Berat badan dan massa otot juga tetap terjaga.

 


featured image via nbcnews.com