Sambutan Indonesia Terhadap Gerhana Matahari Total

perangko gerhana matahari total
via PT POS Indonesia

Tanggal 9 Maret 2016 kemarin adalah saat yang tak terlupakan, terutama oleh masyarakat Indonesia. Inilah saat seluruh mata tertuju pada zamrud khatulistiwa karena fenomena alam yang terjadi sekitar 300 tahun sekali untuk Indonesia, gerhana matahari total.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, butuh waktu selama periode 350 tahun bagi gerhana matahari total untuk kembali berlangsung di tempat yang sama. Langka sekali kan? Saking langka dan spesialnya, Indonesia membuatkan perangko edisi khusus gerhana lho.

Jalur gerhana memiliki lebar 155 hingga 160 km dengan jarak sejauh 1.200 hingga 1.300 km, dan akan melintas 12 provinsi di Indonesia. Provinsi tersebut meliputi Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Gerhana terjadi dalam 4 fase. Berikut adalah fase-fase gerhana matahari:

  • Kontak pertama (C1): Fase kontak pertama terjadi saat bulan mulai menutupi keping matahari. Pada fase inilah gerhana matahari dianggap sudah mulai. Fase ini bisa juga disebut gerhana matahari sebagian.
  • Kontak kedua (C2): Fase kontak kedua adalah saat bulan sudah hampir seluruhnya menutupi matahari. Langit akan menggelap seperti ketika sore hari. Matahari tidak terlihat hampir sama sekali.
  • Puncak Gerhana: Matahari tidak terlihat sama sekali karena seluruhnya tertutupi oleh bulan. Inilah gerhana matahari total.
  • Kontak ketiga (C3): Bulan mulai berpindah kembali sehingga matahari mulai terlihat kembali.
  • Kontak terakhir (C4): Akhir bulan berpindah dari antara bumi dan matahari dan matahari bersinar kembali seperti biasanya.

 

Gerhana Matahari Total

Gerhana matahari total melewati beberapa daerah di Indonesia, yaitu Bengkulu, Palembang, Palangkaraya, Balikpapan, Tanjung Pandan, Palu, dan Ternate. Salah satu ibukota provinsi, Palembang, pun merayakannya dengan sebuah festival. Palembang memang mendapatkan jatah gerhana yang sangat cantik.

GMT Palembang

Mengabadikan gerhana matahari total di Palembang tidaklah rumit. Kamu bisa mengambil gambarnya dengan filter khusus bersama ribuan orang lainnya di sekitar Jembatan Ampera. Biarpun mungkin penuh sesak, tapi mungkin kamu akan merasa itu sebanding kalau bisa mendapat hasil puncak gerhananya seperti ini.

via Twitter

 

Gerhana Matahari Sebagian

GMS Bandung

Tidak semua kota atau daerah dari 12 provinsi yang telah disebutkan bisa menikmati gelapnya langit saat matahari hilang terhalang oleh bulan. Beberapa daerah hanya bisa melihat gerhana matahari sebagian. Matahari hanya tertutup sebesar 77,6% di Medan, 76.44% di Denpasar, 73.79% di Jayapura, dan di Makassar matahari tertutup 88,54%.

Contoh lainnya adalah di Bandung. Meski sempat diliputi mendung, ternyata gerhana matahari di Bandung cukup terlihat dengan baik. Pemilik akun @derek_tea di Bandung mengabadikan foto cantiknya gerhana seperti berikut ini.

GMS Bandung-derek

Gerhana Matahari Sebagian di Bandung, pukul 07.22 WIB via Wachyudi.

Sementara itu, akun Twitter @Pitra mengabadikan gerhana matahari sebagian dari daerah Jakarta. Pemilik akun ini menggunakan lensa 300 mm dengan tambahan kaca film 80% lapis 3.

GMS via Pitra 07.22

Gerhana Matahari Sebagian di Jakarta, pukul 07.22 WIB. Credit photo by Pitra.

Nah, kalau kamu melewatkan kesempatan menonton gerhana kali ini, apakah ada kesempatan berikutnya untuk melihat gerhana matahari total? Ada kok. Kamu bisa menyaksikan gerhana matahari total berikutnya pada tahun 2017 di Amerika Serikat.

Jika mau berbagi foto gerhana matahari yang kalian abadikan, silakan kirim di kolom komentar ya!

 


featured image via PT POS Indonesia


1 Comment

  • Ipeh Alena says:

    Di bekasi juga cuma 80% aja sebagian. Dan pas banget selesai solat gerhana, eh tiba2 situasi seperti Mendung mau Magrib. Kemudian imamnya meminta jamaah untuk banyak zikir selama moment tersebut. Subhanallah

    Salam,

    ipehalena(dot)com

Comments are closed.