5 Peristiwa Kala Traveler Alay Bikin Gara-Gara

via jokohariyanto.com

Pariwisata punya dua sisi. Selain memberikan tambahan pemasukan bagi penduduk atau daerah setempat, aktivitas wisata juga dapat menjadikan kondisi suatu daerah tidak asri atau alami lagi. Pohon-pohon jadi rusak dan pantai yang penuh sampah kemasan mie instan adalah beberapa contoh dampak buruk pariwisata.

Keadaan akan semakin parah jika daerah tersebut dikunjungi para traveler alay. Mereka-mereka ini adalah para wisatawan yang begitu egois dan hanya memikirkan kesenangan sendiri. Demi bisa pamer di media sosial, mereka tega membuat destinasi wisata yang dikunjungi jadi rusak.

Nggak percaya? Berikut adalah beberapa kejadian ketika para traveler alay ini membuat gara-gara.

 

Injak-Injak Tanaman di Terasering Majalengka

via dream.co.id

via dream.co.id

Masih ada yang ingat dengan kejadian di Argapura, Majalengka, Jawa Barat pada liburan panjang awal Mei lalu? Pada kejadian tersebut, terasering Panyaweuyan hancur oleh traveler alay yang selfie di tempat tersebut.

Ironisnya, tempat tersebut bukan kawasan wisata lho. Terasering Panyaweuyan merupakan lahan pertanian milik pribadi. Para traveler alay menginjak-injak tanaman demi mendapatkan foto dengan latar belakang lanskap yang bagus.

Bayangkan kalau kamu jadi petaninya, sudah susah payah menanam, eh hasilnya hancur berantakan. Bukankah yang seperti ini namanya mematikan rezeki orang lain?

 

Injak-Injak Bunga di Taman Bunga Amaryllis

via kompas.com

via kompas.com

Tentu kamu masih ingat dengan kejadian yang cukup menghebohkan dunia maya ini kan. Keindahan bunga yang hanya bersemi setahun sekali ini rusak hanya gara-gara banyak orang ingin mendapatkan lokasi berfoto yang bagus.

Sama seperti terasering Panyaweuyan, taman bunga amarilis yang terletak di Gunungkidul, Jogjakarta, ini pun sebenarnya bukan objek wisata. Tempat tersebut adalah kebun bunga milik seorang petani bunga. Sayang sekali, serbuan wisatawan menyebabkan bunga-bunga di kebun tersebut banyak yang mati terinjak-injak.

 

Putusnya Jembatan Hutan Kota Langsa

via jpnn.com

via jpnn.com

Musibah ini agak ekstrem, tetapi tentu menjadi kesalahan wisatawan yang tidak mengindahkan aturan yang ada. Jembatan ini putus karena tidak kuat menahan beban. Beban yang mampu ditanggungnya hanya sekitar 40 orang tetapi para wisatawan menjejalkan diri sampai 100 orang lebih.

Untung saja dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Meski begitu para korbannya yang sebagian besar kaum ibu dan anak-anak pasti sport jantung.

 

Kisah Suram di Candi Borobudur

via kaskus.co.id

via kaskus.co.id

Perayaan Hari Waisak di Candi Borobudur tahun 2013 lalu barangkali menjadi salah satu prosesi Waisak terburuk yang pernah terjadi di sana. Sumber penyebabnya siapa lagi kalau bukan para traveler alay.

Banyak kejadian tidak menyenangkan yang terjadi di wisata. Mulai dari wisatawan yang mengganggu acara dan lancang mengganggu prosesi demi mendapatkan foto yang bagus, ibadah yang tidak lagi khusyuk karena banyak yang mondar-mandir, hingga sampah yang berceceran di mana-mana yang membuat area Borobudur jadi kotor.

 

Vandalisme di Basecamp Everest

via tribunnews.com

via tribunnews.com

Tenang, aksi norak dan alay para traveler bukan cuma terjadi di Indonesia. Di Qomolangma, basecamp Everest di Tiongkok, papan-papan peringatan di sana penuh dengan coret-coretan para wisatawan. Penjaga area tersebut bahkan sampai harus rutin menghapus coret-coretan saking terlalu seringnya pengunjung melakukan aksi vandalisme.

Gara-gara kelakuan alay tersebut, dinas pariwisata setempat sampai mengeluarkan peringatan. Orang yang ketahuan melakukan aksi corat-coret akan dilarang masuk ke Qomolangma selama dua tahun dan identitasnya akan diumumkan ke publik.

 

Karenanya, yuk jadi wisatawan yang bertanggung jawab. Selain bersikap santun terhadap wisawatan lain dan penduduk setempat, juga peduli terhadap keasrian lingkungan tempat yang dikunjungi.

 


featured image via jokohariyanto.com