6 Destinasi Wisata Pulau Nias yang Wajib Kamu Kunjungi


Bila kamu berencana menjelajahi Sumatera Utara, sempatkan pula bertolak ke pulau yang terletak di baratnya. Ya, apalagi kalau bukan Pulau Nias.

Salah satu destinasi wisata di Pulau Nias, Pantai Tureloto, sempat Nyoozee bahas beberapa waktu lalu. Tapi objek wisata yang memikat di pulau seluas 4.771 km2 ini bukan cuma pantai lho. Pulau ini juga menyimpan kekayaan sejarah dan atraksi budaya yang memukau, semisal:

 

Desa Bawomataluo

via kaskus.co.id

via kaskus.co.id

Bila menyebut Pulau Nias, salah satu gambaran yang muncul di kepala banyak orang adalah atraksi lompat batu. Atraksi yang nama aslinya fahombo atau hombo batu ini memang begitu populer. Saking populernya sampai-sampai pernah dijadikan gambar pecahan uang seribu rupiah keluaran tahun 90-an. Yang mengaku generasi 90-an harusnya sih ingat.

Nah, Desa Bawomataluo ini merupakan desa adat yang masih rutin mengadakan atraksi tersebut. Hanya saja, atraksi seepik ini tidak bisa setiap hari kamu saksikan. Untuk bisa melihatnya, coba datang berkunjung saat penyelenggaraan Festival Budaya Bawomataluo. Festival ini biasanya diadakan sekitar bulan Juli atau Agustus.

 

Desa Orahili Fau

via anthonynh.blogspot.com

via anthonynh.blogspot.com

Jika sudah puas menonton lompat batu Nias dan berkeliling Desa Bawomataluo, jangan lupa berkunjung ke Desa Orahili Fau. Desa ini letaknya dekat dari Desa Bawomataluo kok.

Di desa ini, sama seperti di Bawomataluo kamu juga bisa menyaksikan atraksi fahombo. Tapi ada lagi yang lebih menarik. Di destinasi wisata Pulau Nias ini kamu bisa menyusuri jejak-jejak purba zaman batu muda (neolitikum). Ada batu datar yang menyerupai kapal, peti batu berbentuk persegi panjang, hingga hombo yang menjadi sarana untuk lompat batu.

 

Muara Indah

via adeevatravel.blogspot.com

via adeevatravel.blogspot.com

Sesuai namanya, destinasi wisata Pulau Nias ini terletak di muara sungai pertemuan air sungai dengan air laut. Tempat ini cukup populer dikunjungi masyarakat di hari libur karena letaknya lumayan dekat dari kota Gunung Sitoli.

Selain bisa duduk-duduk menikmati pemandangan yang eksotis, kamu juga bisa menikmati hidangan laut. Salah satu makanan yang terkenal di sini adalah ikan bakar.

 

Museum Pusaka Nias

via thejakartapost.com

via thejakartapost.com

Museum ini berdiri atas inisiatif seorang misionaris Katolik bernama Pastor Johannes Hämmerle. Dalam penugasannya di pulau ini, ia melakukan inventarisasi benda-benda budaya, seni, dan sejarah masyarakat Nias.

Di sini kamu dapat melihat batu-batu megalit, rumah adat, pakaian, tempat duduk, peti jenazah hingga teknologi khas masyarakat Nias. Museum ini buka dari hari Selasa hingga Minggu dengan harga tiket masuk yang murah, dua ribu rupiah. Letaknya di Kota Gunung Sitoli.

 

Pantai Lagundri

via dwitours.com

via dwitours.com

Dari wisata budaya dan sejarah, kita kembali bermain-main dengan air. Sepertinya memang sulit menafikan keindahan pantai-pantai di Pulau Nias ini. Pantai Lagundri ini salah satunya.

Pantai yang terletak di Nias Selatan ini sudah sering dikunjungi para atlet selancar dunia. Alasannya, pantai ini disebut-sebut sebagai salah satu dari lokasi 10 berselancar terbaik di dunia. Panjang ombak di Pantai Lagundri bisa mencapai 200 meter dengan lipatan gelombang setinggi 7-10 meter. Kejuaraan selancar pun rutin diadakan di sini.

 

Pantai Gawu Soyo

via marfisaputra.blogspot.com

via marfisaputra.blogspot.com

Bila ingin berkunjung ke pantai yang lebih sepi, kamu bisa datang ke Pantai Gawu Soyo. Letaknya ada di Nias Utara. Uniknya lagi pasir pantai ini berwarna merah muda. Menurut legenda setempat, warna pasir pantai ini berasal dari cipratan darah ular naga.

Daya tarik lain Pantai Gawu Soyo adalah penyu. Iya, di sini kamu juga bisa menyusuri pantai untuk melihat aktivitas penyu. Mereka kadang-kadang keluar dari sarangnya dan hilir mudik di sekitar pantai.

 


featured image via topindonesiaholidays.com