5 Situasi Ketika Olahraga Lari Tidak Lagi Menyenangkan

Olahraga lari merupakan olahraga yang praktis. Olahraga ini tidak butuh tempat atau peralatan olahraga khusus. Meski sekarang banyak aplikasi gawai yang menjadikan olahraga ini semakin “canggih”, lari pada dasarnya cuma perlu sepatu lari. Karena praktisnya ini juga, olahraga lari ramah untuk semua kalangan, baik yang tua maupun yang muda.

Dari segi kesehatan, berlari pun membawa banyak manfaat. Latihan secara teratur mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tidak gampang sakit. Untuk yang ingin menurunkan berat badan, berlari dapat meningkatkan metabolisme sehingga kalori tubuh lebih cepat terbakar. Berlari juga dipercaya bisa memunculkan perasaan ringan dan senang, efek dari terpicunya hormon endorfin. Kalau semua terjadi dengan baik-baik saja tentu akan menyenangkan. Tapi apa jadinya kalau sewaktu berlari situasi yang terjadi justru seperti di bawah ini.

Terkilir

511388605_XS

Kaki terkilir via Livestrong

Melakukan aktivitas olahraga apapun pasti ada risiko cedera. Tidak terkecuali pada olahraga lari. Mengingat kaki adalah bagian tubuh yang paling aktif sewaktu berlari, cedera kaki terkilir sangat sering terjadi. Hampir semua orang yang aktif berlari pasti pernah merasakan sakitnya kaki sewaktu terkilir.

Saat terkilir, pergelangan kaki yang menahan bobot tubuh terpelintir. Kaki menjejak tanah dengan tidak sempurna. Langkah selanjutnya terpaksa dilakukan dengan terpincang-pincang sambil menahan rasa sakit yang hebat.

Mata Kemasukan Bubuk Warna

eye_on_ark1-1

Disemprot bubuk via Arkansas Times

Untuk menambah keseruan, penyelenggara acara lari menambahkan variasi-variasi tertentu. Salah satunya adalah color run. Inspirasinya adalah festival Holi di India dimana orang-orang saling melemparkan bubuk warna. Ketika diterapkan pada acara color run, para peserta melakukan lari-lari santai sambil dilempari bubuk warna dari berbagai arah. Hingga mau sampai garis finis pun, bubuk-bubuk yang ditebarkan ke peserta lari semakin banyak.

Keseruan tadi bisa buyar kalau bubuk warna masuk ke mata. Meski bubuk ini diklaim aman, terbuat alami dari tepung jagung, tapi tetap saja kalau masuk mata bisa membuat perih. Karena itu sebagai langkah antisipasi, usahakan selalu memakai kacamata. Kalau perlu pakai masker sekalian supaya bubuk ini tidak terhirup dan membuat tersedak.

Terserempet Kendaraan

HO11_Run_M_1_11745

Lari malam di tepi jalan via Anthony Georgis

Variasi lain yang beberapa penyelenggara buat adalah acara lari di malam hari. Acara seperti ini juga dibuat mengikuti kecenderungan para pekerja urban. Para pekerja urban yang hobi berlari banyak yang menggeser jadwal larinya ke sore sampai malam hari, usai jam pulang kantor.

Lari malam diyakini memang dapat membantu tidur jadi lebih nyenyak. Meski begitu bahaya yang mengintai juga tidak sedikit. Jika dilakukan dengan tidak berhati-hati, orang-orang yang melakukan aktivitas lari malam ini bisa terserempet kendaraan. Sejumlah kecerobohan yang dilakukan pelari malam seperti berlari tidak menggunakan baju yang berwarna cerah, menyumpal telinga dengan earbud sehingga tidak mendengar suara-suara di sekitar, sampai berlari paralel dengan arah laju kendaraan bisa menambah resiko terserempet.

Mengganggu Arus Lalu Lintas

13-12-2014-Bajak-Jakarta

Lari ramai-ramai via Kabar Kampus

Penyebab lain aktivitas lari menjadi tidak menyenangkan adalah ketika berlari tidak memperhatikan situasi dan kondisi. Tidak peka dengan keadaan sekitar. Misal, berlari ramai-ramai sepanjang jalan bagian kota Jakarta yang sibuk. Ditambah lagi, aktivitas tersebut dilakukan pada Jumat sore, jam ketika arus kendaraan pulang kantor sedang padat-padatnya. Macet semakin menjadi-jadi dan bertambah parah. Bagi pelari, selain harus menghirup asap polusi kendaraan bermotor, juga harus siap mendengar gerutuan atau sumpah serapah dari pengguna jalan yang lain. Lalu lintas seantero kota terhambat gara-gara aktivitas lari.

Lupa Membawa Gawai

Yang paling tidak menyenangkan dari semuanya adalah ketika berlari lupa membawa gawai. Semua bentuk keseruan tidak bisa diabadikan dalam bentuk foto. Rute dan jarak yang sudah ditempuh tidak tercatat serta tidak bisa dibagikan via media sosial. Teman-teman dan saudara jadi tidak tahu kalau kita sedang atau pernah ikut acara lari. Kalau ketidaknyamanan sebelum-sebelumnya cuma perkara fisik, maka ketidaknyamanan yang terakhir ini adalah perkara eksistensial.

Situasi-situasi semacam ini memang tidak menyenangkan, tapi jangan sampai membuat semangat berlari menjadi kendur. Karena bukankah Haruki Murakami pernah menulis, esensi dari berlari adalah memacu diri sendiri hingga titik maksimal. Tetap semangat!

 

 


featured image via Know Your Meme