4 Alasan Kasus Zaskia Gotik Sebaiknya Dihentikan Saja


Netizen ramai mencerca pedangdut Zaskia Gotik. Gara-garanya dalam satu acara musik pagi, ia membuat jawaban ngaco tentang hari kemerdekaan Indonesia dan lambang negara Pancasila. Kronologinya bisa kamu lihat dalam video di bawah ini.

Meskipun sudah minta maaf atas kelancangannya tersebut, kasus Zaskia Gotik terancam tetap berlanjut sampai ke meja hijau. Ia dituding melakukan penghinaan terhadap Pancasila.

Menurut Nyoozee sih, kasus Zaskia Gotik terlalu berlebihan kalau sampai berlarut-larut. Alasannya, antara lain:

 

1. Bukan Tanggung Jawab Zaskia Gotik Seorang

via video.okezone.com

via video.okezone.com

Acara TV, mau pakai embel-embel “reality show” sekalipun, pasti nggak benar-benar mencerminkan keadaan nyata yang sebenarnya. Di dalamnya pasti ada skrip, arahan pembuat acara, pemilihan sudut kamera, dan sebagainya.

Dalam konteks kasus Zaskia Gotik ini menurut Nyoozee, tuduhan penghinaan Pancasila itu semata-mata nggak bisa dibebankan kepada Zaskia Gotik seorang. Dalam videonya kelihatan kok ada semacam pembagian peran. Siapa jadi orang yang pandai, dan siapa jadi orang yang bodoh. Nah, Zaskia Gotik kebagian jadi orang yang bodoh. Berkali-kali diberi pertanyaan, tidak ada satupun yang benar.

Tujuannya ada pembagian peran seperti itu adalah supaya acara tambah seru. Nggak asyik kalau nggak ada yang bodoh. Nggak ada yang bisa disoraki.

Jadi ini bukan cuma perkara pendidikan Zaskia Gotik yang cuma tamatan Sekolah Dasar. Lebih dari itu, dengan mempersiapkan pertanyaan seperti itu dan merancang ada artis yang berperan jadi orang bodoh, resep untuk bencana sebenarnya sudah tersedia. Hanya kemudian pembuat atau pengarah acara kurang mengantisipasi dampak yang ditimbulkan akan jadi seperti ini.

 

2. Pasalnya Tidak Tepat

via yellowhammernews.com

via yellowhammernews.com

Entah kalau ada interpretasi lain, tapi lelucon yang dilontarkan Zaskia Gotik sepertinya nggak pas dengan pasal yang hendak dijatuhkan pada pedangdut ini. Banyak kalangan yang menuduh Zaskia melanggar Pasal 57 Undang-Undang No.24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Pada huruf a pasal tersebut tertulis “Setiap orang dilarang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara.”

Definisi Lambang Negara disebutkan pada pasal 46. Di situ tertulis “Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda.”

Memang Zaskia Gotik membuat lelucon tentang lambang negara, tapi ia tidak melakukan perbuatan mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak lambang negara. Toh gambar lambang negaranya juga kan tidak ada. Dalam acara itu yang Zaskia Gotik lakukan adalah menulis jawaban di atas selembar kertas, lalu menyebutkan isi jawabannya.

 

3. Kasus Tebang Pilih

via muslimedianews.com

via muslimedianews.com

Kasus Zaskia Gotik ini juga memperlihatkan bahwa perhatian kita, manusia pada umumnya, tidak bisa menyeluruh. Mirip dengan kejadian teror Perancis dulu.

Tanggal kejadian teror Perancis berdekatan dengan pengeboman di Libanon dan Irak yang juga banyak memakan korban jiwa. Tapi perhatian kita lebih terarahkan kepada teror Perancis saja. Ya karena itu tadi, atensi kita sebagai manusia itu terbatas. Kita hanya mau memperhatikan apa yang mau kita perhatikan atau yang media kebanyakan sodorkan pada kita.

Hubungannya dengan kasus Zaskia Gotik? Pedangdut ini bukanlah orang pertama yang bermasalah dengan Pancasila atau atribut Indonesia lainnya. Sebelumnya sudah ada menteri yang lupa lagu kebangsaan, pejabat yang tidak hapal Pancasila, hingga tokoh agama yang menafikan Pancasila.

Tapi berhubung orang-orang tersebut penampilannya nggak sebahenol Zaskia Gotik serta jarang nongol di acara musik pagi, jadinya kita nggak terlalu peduli.

 

4. Menepis Adanya Usaha Kriminalisasi Pedangdut

via news.liputan6.com

via news.liputan6.com

Dalam kasus Cicak versus Buaya, antara kepolisian dengan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) muncul tudingan polisi melakukan tindak kriminalisasi. Beberapa petinggi KPK yang sedang menyelidiki kasus korupsi dalam tubuh organisasi kepolisian tiba-tiba diciduk polisi. Kasusnya macam-macam. Ada yang kena pasal pemalsuan dokumen, ada yang kena kasus pemberian keterangan palsu, dan lain-lain.

Jika kasus Zaskia Gotik terus dipermasalahkan, bisa menghasilkan pola yang mirip-mirip dengan upaya kriminalisasi pedangdut. Bukankah sebelumnya sudah ada Saipul Jamil tersangkut kasus pencabulan dan Hesty Klepek Klepek kena kasus prostitusi.

Karena itu menepis adanya upaya kriminalisasi terhadap para pedangdut, kasus Zaskia Gotik sebaiknya dihentikan saja. Cercaan dari publik sudah cukup menjadi hukuman atas kesalahannya tersebut kok.

 


featured image via ganlob.com