5 Lagu yang Membuktikan Keroncong itu Asyik

Stereotip musik keroncong adalah musiknya orang tua. Agak jarang kita menemukan anak muda yang membahas musik keroncong seantusias membicarakan musiknya Taylor Swift atau Barasuara. Padahal sebenarnya keroncong itu asyik dan cocok-cocok saja didengar oleh semua kalangan. Mau itu orang tua ataupun anak muda.

Serunya lagi, tidak cuma khas Indonesia, musik keroncong juga merupakan musik yang luwes. Keroncong bisa berpadu dengan musik lain seperti dangdut atau musik Jawa. Hasil perpaduan itu malah yang sekarang begitu mendominasi skena musik keroncong.

Nggak perlu banyak basa-basi lagi, berikut ini beberapa lagu yang bisa membuktikan kalau musik keroncong itu asyik.

 

1. Celaka

Untuk membuktikan keroncong itu asyik dan bukan musik orang tua, Nyoozee awali dengan lagu keroncong yang ugal-ugalan. Lagu Celaka ini dibuat dan dibawakan oleh Kronchonk Chaos, band Jogjakarta yang aktif sekitar awal 2000-an.

Latar belakang personel Kronchonk Chaos adalah mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Mereka mencoba membuat musik keroncong yang populer dengan cara mereka sendiri. Seperti yang bisa kamu dengar, musik mereka di sini agak-agak mirip dengan musik orkes dangdut Pengantar Minum Racun (PMR) atau Pancaran Sinar Petromak (PSP).

 

2. Gomen Ne Summer

Lagu Gomen Ne Summer versi Indonesia ini aslinya dibawakan oleh idol group JKT48. Grup band asal Jogjakarta, SAKA, mengubahnya jadi versi keroncong. Walaupun begitu, seperti yang bisa kamu lihat di video, penonton tetap bersemangat meneriakkan lirik lagu tersebut seolah-olah yang tampil adalah JKT48.

Nama grup ini, SAKA, singkatan dari Seni Adalah Kebahagiaan Abadi. Tadinya mereka membawakan ulang lagu-lagu band terkenal. Setelah munculnya JKT48, mereka keterusan membawakan ulang lagu-lagu idol group tersebut.

 

3. Problem

Band keroncong bukan cuma ranah musisi laki-laki. Grup Keroncong Tujuh Putri ini membuktikan bahwa semua orang, laki-laki ataupun perempuan, bisa bergembira memainkan musik keroncong. Dalam video di atas mereka membawakan ulang lagu Ariana Grande.

Para anggota Keroncong Tujuh Putri merupakan mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Mereka sama-sama berasal dari jurusan pendidikan seni musik. Meski awalnya spesialisasi mereka adalah musik klasik atau jazz, seiring perkembangan mereka justru jatuh hati dengan musik keroncong.

 

4. Aksi Kucing

Sebelum dipopulerkan kembali di tahun 2000-an oleh band White Shoes and The Couples Company, lagu Aksi Kucing ini asalnya memang lagu keroncong. Karena itu ketika Keroncong Tenggara membawakan kembali lagu ini, mereka ibarat merestorasi saja.

Kalau di atas sudah ada keroncong yang ugal-ugalan dan idol-idolan, Keroncong Tenggara ini bisa dibilang menampilkan keroncong yang adiluhung. Penggagas proyek musik ini adalah Nya Ina Raseuki atau lebih dikenal dengan panggilan Ubiet. Kamu mungkin pernah melihatnya sebagai juri di acara ajang pencarian bakat di televisi.

Bersama Dian HP, Riza Arshad, dan sejumlah musisi lainnya, mereka mengeluarkan album berjudul Keroncong Tenggara di tahun 2007. Dalam album tersebut, musik keroncong bercampur baur dengan musik lainnya seperti jazz, melayu, klasik, dan tango.

 

5. Cinta dan Rahasia

Membicarakan musik keroncong, akan jadi dosa besar kalau tidak memasukkan nama Sundari Soekotjo. Penyanyi kelahiran Jakarta 14 April 1965 ini sudah akrab dengan musik keroncong sejak kanak-kanak. Selain menghasilkan belasan album keroncong, dedikasi Sundari Soekotjo terhadap musik ini juga dibuktikan lewat membentuk Yayasan Keroncong Indonesia.

Dalam video di atas Sundari Soekotjo tampil bersama penyanyi Yura Yunita. Lagu Yura Yunita ini aslinya bergenre pop, tapi sukses dijadikan keroncong. Walaupun genrenya diubah, kesyahduan lagunya tetap terasa.

 

Sudah lumayan teryakinkan bahwa musik keroncong itu asyik? Kalau iya, segera ambil ukulelemu dan mulailah berdendang.

 


featured image via pinasthikaartista.wordpress.com