7 Genre Musik Aneh yang Akan Membuatmu Tercengang

Sejauh yang kita tahu, musik biasanya berbentuk komposisi nada-nada yang menghasilkan irama dan keharmonisan. Tetapi bagaimana jika musik justru tidak mengusung nilai-nilai keharmonisan? Bagaimana jika musik tersebut justru tidak ada nadanya? Kenyataannya ada beberapa genre musik yang cukup aneh, bahkan sampai tak terdengar seperti musik pada umumnya. Untuk kamu yang sedang mengeksplorasi dunia musik sampai ke sisi gelapnya, inilah beberapa genre musik aneh yang bisa kamu coba dengarkan.

 

Math Rock

Meski cukup aneh, genre musik ini sebenarnya masih bisa dibilang cukup normal; juga masih manusiawi untuk dinikmati. Math Rock adalah cabang dari experimental Rock dengan Indie Rock. Ciri khas Math Rock adalah ritmenya yang kompleks dan tidak selaras dalam beberapa bagian. Ketukannya tidaklah 4/4 seperti lagu pada umumnya. Math Rock mengggunakan ketukan-ketukan tidak simetris seperti 7/8, 13/8, dan lain sebagainya

Ciri khas lainnya dari Math Rock adalah musiknya yang bersifat instrumental. Jadi iringan vokal dari sang vokalis akan sangat minimal atau bahkan tidak ada. Cabang lainnya dari Math Rock adalah Math Core dengan ciri khas yang kurang lebih sama, namun berakar dari genre Metalcore.

 

Nintendo Core

Musik ini mungkin akan terdengar akrab bagi para gamer Nintendo tahun 90-an. Genre Nintendo Core dipengaruhi oleh berbagai macam genre musik cadas seperti hardcore punk, post-hardcore, melodic-metalcore, juga genre musik lain seperti electro-rock, post-rock, dan screamo.

Alhasil Nintendo Core memiliki musik dengan nada ala musik-musik cadas, namun dengan tambahan nada-nada chiptune yang berasal dari game 8 bit milik Nintendo. Beberapa nama band yang cukup berpengaruh di genre ini adalah Horse the Band, The Advantage, dan Minibosses.

 

Space Disco

Genre ini cukup populer sekitar akhir tahun 1970-an, ketika tema-tema luar angkasa sedang populer-populernya di ranah media hiburan. Secara teknis genre Space Disco hanyalah musik disko dengan tema futuristik; baik dari sampel musik yang digunakan ataupun gaya berpakaian ketika sang artis tampil secara live.

Mendengarkan musik ini akan membuatmu merasa seperti di luar angkasa atau berada pada latar futuristik. Kurang lebih seperti film-film tentang luar angkasa yang populer pada zaman 70-an, seperti Star Wars atau Star Trek. Beberapa musisi yang mengisi genre ini  adalah Meco (yang membawa tema Star Wars dalam musiknya), Cerrone, dan Sarah Brightman.

 

Schranz

Schranz adalah salah satu subgenre dari musik elektronik. Beberapa hal yang membuat Schranz menjadi khas atau bahkan aneh adalah musiknya yang minimalis, temponya yang cepat (antara 140 sampai 160 BPM), serta berbagai sampel suara yang didistorsi, terutama suara perkusi.

Sebagai gambaran mungkin kamu bisa membayangkan musik dari Rammstein – Ich Will, tetapi dalam bentuk elektronik dengan distorsi, bunyi-bunyian synthesizer yang aneh, dan bertempo sangat cepat.

 

Speedcore

Kalau kamu berpikir Schranz sudah cukup aneh, maka kamu harus mencoba mendengarkan musik bergenre Speedcore. Speedcore kurang lebih memiliki nada-nada elektronik yang gelap layaknya Schranz, namun dengan tempo yang lebih cepat lagi dan distorsi sampel elektronik yang memekakkan telinga.

Musik bergenre Speedcore memiliki tempo dikisaran 250 bpm. Untuk yang temponya lebih tinggi, yaitu sekitar 600 bpm, biasanya disebut sebagai Splittercore. Tempo tertingginya ada pada tingkat 1000 bpm yang disebut juga sebagai Terrorcore.

 

Japanoise

Terserah kamu menyebut ini sebagai musik atau bukan, namun satu hal yang pasti, genre ini sempat populer sekitar tahun 80-an dan 90-an. Seperti namanya, genre ini populer di Jepang dan kebanyakan musiknya hanyalah bersifat noise.

Satu definisi untuk menjelaskan genre musik ini: berbagai bunyi-bunyian terdistorsi yang dirangkai menjadi satu tanpa adanya harmoni ataupun melodi.

 

Danger Music

Seperti namanya, genre musik ini benar-benar bahaya secara bahasa, baik untuk si penampil ataupun khalayaknya. Bahaya yang dimaksud mulai dari suara yang membuat telingamu tuli, sampai dengan bahaya lainnya yang bisa merusak tubuhmu. Secara teknis, Danger Music sebenarnya adalah bentuk eksperimental dan bentuk pemberontakan dari konsep musik itu sendiri.

Terkadang live performance dari Danger Music menuntut si penampil untuk menghancurkan berbagai macam hal untuk menghasilkan suara-suara tertentu. Karena itu Danger Music tidak akan dianggap sebagai musik secara umum. Salah satu tokoh yang cukup populer di Danger Music adalah Hanatarash yang berasal dari jepang.

 

Jika kamu benar-benar mencoba mencerna semua genre musik aneh yang Nyoozee sajikan di atas, Nyoozee sarankan segeralah menyegarkan otak dan telingamu dengan musik-musik lembut. Sebab musik-musik tersebut cukup aneh untuk membuatmu yang terbiasa jadi mengernyitkan dahi atau membuat ekspresi aneh, bahkan membuat kepalamu pening!

 


Featured image via easyeartraining.com