Band Skandinavia Ini Melakukan Pertunjukan di Dalam Tangki Air

Memainkan rotacorda via aquasonic.dk

Pertunjukan yang umumnya melibatkan tangki air adalah sulap. Seorang pesulap dengan badan terikat dan mata ditutup dimasukkan ke dalam tangki air. Aturan permainannya sederhana saja yaitu bagaimana ia bisa keluar dari tangki berisi air dan terkunci rapat itu hidup-hidup. Pesulap legendaris asal Amerika, Harry Houdini, merupakan pesulap yang memopulerkan atraksi tangki air ini.

Memanfaatkan benda yang sama, band asal Denmark bernama Between Music juga menampilkan atraksi unik. Bedanya, mereka bukan berjuang untuk keluar dari tangki hidup-hidup. Mereka melakukan pertunjukan musik hidup di bawah air. Personil Between Music membuat proyek bertajuk Aquasonic, yakni bernyanyi dan memainkan instrumen musik di dalam tangki berisi air.

 

via aquasonic.dk

via aquasonic.dk

 

Terdengar gila, kan? Jika berbicara dalam air saja sudah sulit, apalagi harus bernyanyi. Belum lagi soal instrumen musik. Kebanyakan instrumen dibuat oleh manusia darat, bukannya manusia duyung. Karenanya instrumen musik dirancang untuk terdengar di darat, merambat melalui udara hingga sampai ke indera pendengaran. Bila instrumen dibawa dan dimainkan di dalam air, suara yang dihasilkan tentulah berbeda. Itupun kalau masih ada suaranya.

Karena itu personil Between Music mempersiapkan segala sesuatunya selama sepuluh tahun ke terakhir dengan begitu serius. Mereka berkonsultasi dengan berbagai ahli mulai, dari penyelam hingga pakar instrumen musik.

Hasilnya, sang vokalis Laila Skovmand menciptakan teknik baru untuk menyanyi dalam air. Ia telungkup di dasar tangki, membuka mulut dan mengeluarkan suara sambil menahan gelembung udara di dalam mulut. Sesekali mengambil napas ke permukaan, lalu kembali ke dasar tangki. Begitu seterusnya.

 

Between Music

Laila Skovmand, vokalis Between Music via aquasonic.dk

 

Bagaimana dengan instrumen musiknya? Between Music sempat mencoba biola dan lumayan berhasil. Hanya saja mengingat biola biasa terbuat dari kayu, terlalu lama berada dalam air akan membuatnya hancur. Grup musik ini selanjutnya memakai biola kedap air yang terbuat dari serat karbon dan campuran bahan lain.

Biola merupakan satu-satunya instrumen “normal” yang mereka gunakan. Sisanya adalah instrumen yang jarang kita temui dalam pertunjukan musik rock, elektro, ataupun klasik pada umumnya. Misalnya saja hydraulophone, rotacorda, dan crystallophone.

 

Memainkan rotacorda via aquasonic.dk

Memainkan rotacorda via aquasonic.dk

 

Dua instrumen yang terakhir, rotacorda dan crystallophone, malahan dibuat khusus untuk pertunjukan Between Music. Rotacorda terinspirasi dari hurdy-gurdy, alat musik Abad Pertengahan. Bentuknya seperti tabung logam dengan tuas di satu sisi untuk menghasilkan suara dan enam senar untuk mengubah-ubah nada.

 

Personil Between Music memainkan crystallophone via andycavatorta.com

Personil Between Music memainkan crystallophone via andycavatorta.com

 

Sementara crystallophone terinspirasi dari instrumen harmonika kaca karya Benjamin Franklin. Instrumen yang terdiri dari mangkok kaca dengan ukuran berbeda-beda yang disusun vertikal ini, prinsipnya mirip dengan atraksi menggosok-gosokan jari ke bibir gelas sehingga mengeluarkan bunyi. Desainer kedua instrumen ini adalah perupa Andy Cavatorta yang pernah berkolaborasi dengan Bjork.

Mengingat proyek yang mereka kerjakan ini terbilang eksperimental, musik yang dihasilkan jauh dari easy listening. Musik mereka cenderung atmosferis, membangun suasana yang magis, dingin, dan misterius. Lihat saja video trailer mereka di bawah ini.

 

 

Aquasonic merupakan bagian pertama dari rangkaian proyek yang Between Music buat. Rencananya akan ada tiga bagian lagi yang semuanya (termasuk Aquasonic) terinspirasi dari tema evolusi manusia.

 


featured image via via aquasonic.dk