JJF 2016 Hari Kedua, Ajang Mengekspresikan Cinta

JJF 2016 Hari Kedua

Memilih untuk melanjutkan tema ‘Exploring Indonesia’ rasanya kurang tepat untuk Java Jazz Festival 2016. Eksplorasi musik yang dari tahun ke tahun disajikan oleh Java Festival Production justru lebih banyak pada musik dari luar dibandingkan lokalnya. Meski begitu, tidak dapat dipungkiri juga bahwa ada segelintir musisi lokal yang rupanya berjalan beriringan dengan tema ‘Exploring Indonesia’ di pergelaran akbar musik jazz tingkat internasional ini.

Jikalau di hari pertama JJF berhasil membuat setiap pengunjung menikmati suasana romantis nan dramatis di berbagai panggung, JJF 2016 hari kedua memberikan sensasi yang berbeda. Tepat di malam Minggu (05/03), pengunjung tidak hanya dihanyutkan dalam suasana, tapi juga diajak berbagi rasa. Tak ayal aksi para musikus yang menghamburkan bahagia beriringan dengan tindak-tanduk penonton yang mengekspresikan cinta.

Di JJF 2016 hari kedua, Jiexpo Kemayoran benar-benar kebanjiran pengunjung. Bila di hari pembuka, lebih banyak yang hadir soliter dibandingkan dengan yang bergerombol, JJF 2016 hari kedua justru sebaliknya. Hanya beberapa yang iseng datang sendiri. Sisanya berpasangan, mengajak serta anggota keluarga, atau tak lupa para sahabat. Bisa jadi perhelatan ini memang dimanfaatkan sebagai momen kebersamaan.

 

JJF 2016 Hari Kedua Meski Masih Belia, November Kings Sudah Bisa Memberikan Pertunjukan yang Istimewa Java Jazz festival jiexpo nyoozee.com

Meski Masih Belia, November Kings Sudah Bisa Memberikan Pertunjukan yang Istimewa

 

Tapi, terlepas dari riuhnya ekspresi cinta yang mudah sekali dijumpai di lautan manusia, musik jazz yang ada di hari ini jauh lebih menarik untuk dibahas tentunya. Kolaborasi Chris Botti dan Sting tentu jadi incaran penikmat jazz, sama halnya dengan David Foster. Dua penampilan ini jadi kunci paling spesial di JJF 2016 hari kedua.

Selain dua special show tersebut, nama-nama seperti Sopana Sokya, Kurt Elling, Yellowjackets, Indro Harjodikoro, Teza Sumendra, Level 42, White Shoes & The Couples Company, Mocca, Endah n’ Rhesa, dan Sandhy Sandoro juga terbilang spesial. Semua musisi tersebut berhasil menggerakkan pengunjung untuk berbahagia dan memunculkan tindak tanda cinta seketika.

Ini tentu bukan sihir. Kekuatan instrumen jazz dan suara manis nan renyah dari para musisi inilah yang menjadi pemicunya. Ini pun tidak terlepas dari lagu-lagu yang dibawakan oleh sebagian besar musisi juga. Tema kebersamaan, berbagi cinta dan cinta yang mengudara jadi lagu yang paling banyak dipilih para musisi. Alhasil, para pengunjung sepakat bahwa kebahagiaan harus beriringan dengan kebersamaan.

 

JJF 2016 Hari Kedua Tata Artistik yang Pas Untuk Permainan Luar Biasa dari Till Bronner java jazz festival jiexpo nyoozee.com

Tata Artistik yang Pas Untuk Permainan Luar Biasa dari Till Bronner

 

Membuat para penonton tergerak untuk mengekspresikan cinta mungkin jadi hal yang mudah saja bagi musikus yang terbiasa hadir di JJF. Tapi bagaimana bagi mereka yang bermain kali pertama pada JJF 2016 hari kedua?

Ternyata, tidak ada kesulitan yang berarti untuk mereka. Lirik saja November Kings yang beranggotakan personel yang cukup belia. Performa mereka saat membawakan lagu Mardy Bum dari Arctic Monkey dan lagu Big Me milik Foo Fighters diberikan sambutan yang hangat oleh penonton di Demajors Stage.

Ini juga terjadi di Ministry of Environment & Forestry Stage, ketika BadBadNotGood membawakan dua permainan hebat dalam tembang mereka yang berjudul Untitled dan Confessions.

 

JJF 2016 Hari Kedua BadBadNotGood Tampil Santai Tapi Tetap Memukau java jazz festival jiexpo kemayoran nyoozee.com

BadBadNotGood Tampil Santai Tapi Tetap Memukau

 

Di Brava Radio Hall, Till BrÖnner melakukan sesuatu yang lebih dari itu. Kehadiran dan permainan instrumen jazz yang lebih banyak upbeat-nya membuat pengunjungi meresapi banyak rasa. Momen-momen di panggung satu ini cocok sekali dinikmati sambil duduk dan berpelukan mesra dengan yang ada di sebelah. Bagaimana buat yang lupa bawa pasangan? Tak ada gebetan, memeluk udara pun jadi!

Nah, kalau Brava Radio Hall jadi panggung yang asyik untuk duduk-duduk bermesraan, di Finspi Hall lain lagi. Menikmati Charlie Lim yang melantunkan kesyahduan musik dan suaranya di JJF 2016 hari kedua, para pengunjung bisa sambil lesehan atau tiduran. Boleh juga sambil mengekspresikan cinta di tengah suara tenang Charlie Lim. Tapi ekspresi cintamu sebaiknya tidak yang terlalu berlebihan juga.

 

JJF 2016 Hari Kedua Charlie Lim Tampil Untuk Pertama Kalinya di Java jazz festival jiexpo kemayoran nyoozee.com

Charlie Lim Tampil Untuk Pertama Kalinya di JJF

 

Kalau yang lebih ekspresif, ada Hiatus Kaiyote di Mildspot Hall. Musik jazz yang diberikan unsur elektronik dengan tata panggung yang nyentrik mendorong pengunjung bebas berekspresi. Goyangan badan yang saling berpasangan pun jadi pemandangan yang membanjiri penonton di hadapan panggung ini.

 

JJF 2016 Hari Kedua Penampilan Hiatus Kaiyote yang Super Nyentrik java jazz festival jiexpo nyoozee.com

Penampilan Hiatus Kaiyote yang Super Nyentrik

 

Begitu juga dengan Sean Kuti & Egypt 80. Adanya mereka di JJF 2016 hari kedua, membantu penikmati musik jazz memaknai cinta dengan sederhana sambil turut menunjukkannya. Ohun Aiye dan Follow Follow jadi dua lagu terbaik yang disuguhkan oleh mereka.

 

JJF 2016 Hari Kedua

Semarak di Panggung Sean Kuti & Egypt 80

 

Siapa yang sudah tidak sabar untuk hari ketiga?