Google I/O 2016: Inovasi Google Untuk Masa Depan

Google kembali menggelar konferensi tahunan bertajuk Google I/O pada 18-20 Mei 2016 yang lalu. Dalam acara tersebut Google menyibak berbagai teknologi terbarunya, mulai dari perangkat keras, gawai, apps, hingga perangkat lunak bagi para pengembang.

Penasaran, ada apa di Google I/O 2016? Berikut rangkuman berbagai produk yang Google luncurkan pada gelaran tersebut.

 

Android N Beta

Ada apa di Google I/O 2016? Dalam konferensi tahunan Google ini berbagai produk baru diluncurkan, mulai dari gawai baru sampai aplikasi-aplikasi baru.

via venturebeat.com

Nyoozee sebelumnya sempat membahas versi developer preview untuk Android N. Pada gelaran Google I/O ini, Google akhirnya secara resmi meluncurkan Android N versi beta. Memang versi Android ini belum tersedia untuk semua smartphone. Android N baru bisa dinikmati jajaran smartphone Nexus.

Terdapat beberapa pembaharuan yang Google lakukan dalam versi beta ini. Di antaranya seperti pembaharuan sistem dan performa. Google juga mengumumkan bahwa nantinya arti dari huruf N pada Android N berasal dari hasil voting masyarakat luas. Kalau kamu ingin turut menyumbangkan ide nama, silakan berkunjung ke laman web Android.

 

Google Assistant

Ada apa di Google I/O 2016? Dalam konferensi tahunan Google ini berbagai produk baru diluncurkan, mulai dari gawai baru sampai aplikasi-aplikasi baru.

via androidpit.com

Saat ini memang sudah ada asisten pribadi milik Google bernama Google Now. Google berencana untuk memperbaharuinya lebih jauh lagi melalui Google Assistant. Pembaharuannya termasuk perbaikan sistem pengenalan suara dan pembuatan mode perintah suara yang terasa seperti percakapan.

Dibanding Google Now yang terkesan hanya seperti chatbot saja, Google Assistant akan terkesan lebih manusiawi dengan adanya komunikasi dua arah dengan sang asisten. Google Assistant rencananya akan tersedia dalam berbagai macam gawai Google.

 

Google Home

Ada apa di Google I/O 2016? Dalam konferensi tahunan Google ini berbagai produk baru diluncurkan, mulai dari gawai baru sampai aplikasi-aplikasi baru.

via tech.firstpost.com

Salah satu tujuan pengembangan Google Asisstant adalah untuk mendukung produk Google yang satu ini. Secara teknis Google Home adalah speaker bluetooth nirkabel yang dapat menerima dan merespon perintah suara.

Keberadaan teknologi Google ini nantinya ibarat punya asisten rumah tangga. Google Home dapat mengerjakan tugas hanya dengan perintah suara.

Contohnya seperti memainkan musik, menyalakan televisi, bahkan menyalakan lampu jika kamu pengguna smart-lamp. Tetapi sepertinya semua perintah suara tersebut baru bisa tercapai jika gawaimu menggunakan sistem operasi Android.

 

Google Allo dan Duo

Ada apa di Google I/O 2016? Dalam konferensi tahunan Google ini berbagai produk baru diluncurkan, mulai dari gawai baru sampai aplikasi-aplikasi baru.

via androidauthority.net

Google rupanya masih penasaran dengan bisnis instant messaging. Setelah sempat gagal dengan Google Hangouts, dalam Google I/O 2016 mereka memperkenalkan dua aplikasi sekaligus, yaitu Google Allo dan Google Duo.

Google Allo adalah aplikasi perpesanan pesaing WhatsApp dan Facebook Messenger. Walau fungsi dasarnya sama seperti aplikasi perpesanan kebanyakan, tapi keberadaan fitur whisper-shout dan smart-reply membuatnya cukup menarik.

 

Ada apa di Google I/O 2016? Dalam konferensi tahunan Google ini berbagai produk baru diluncurkan, mulai dari gawai baru sampai aplikasi-aplikasi baru.

via engadget.com

Fitur whisper-shout memungkinkan pengguna untuk memperkecil atau memperbesar ukuran huruf. Sewaktu asyik berbalasan pesan menggunakan aplikasi ini kamu seolah-olah bisa menunjukkan ekspresi sedang berbisik atau berteriak lewat mengganti ukuran huruf.

Google Allo juga punya fitur smart-reply. Aplikasi ini dapat menganalisis chat yang dikirimkan oleh lawan bicaramu dan memberikan saran balasan yang masuk akal agar pengguna tak perlu lagi repot mengetik.

 

Ada apa di Google I/O 2016? Dalam konferensi tahunan Google ini berbagai produk baru diluncurkan, mulai dari gawai baru sampai aplikasi-aplikasi baru.

via thenextweb.com

Sementara Google Duo adalah aplikasi video-call pesaing Skype. Aplikasi ini menjanjikan pengalaman berkomunikasi dengan nyaman. Hal tersebut karena aplikasi ini akan melakukan penyesuaian kualitas video-call dengan kualitas koneksi internet yang digunakan.

Selain itu, Google Duo juga punya fitur knock-knock. Pengguna dapat melihat video penelepon sebelum memutuskan menerima panggilan video.

 

Android Wear 2.0

Ada apa di Google I/O 2016? Dalam konferensi tahunan Google ini berbagai produk baru diluncurkan, mulai dari gawai baru sampai aplikasi-aplikasi baru.

via androidauthority.net

 

Pada awal kehadirannya, smartwatch wajib terhubung dengan smartphone agar bisa berfungsi. Lama kelamaan hal tersebut jadi menyebalkan karena smartwatch tak ubahnya sekadar alat penampil notifikasi smartphone.

Karena itulah kemudian Google merilis sistem operasi baru, Android Wear 2.0 untuk smartwatch berbasis Android. Sistem operasi baru ini memungkinkan pengguna memakai jam tangan pintar tanpa perlu terkoneksi dengan smartphone.

Selama smartwatch berbasis Android Wear 2.0 terkoneksi internet, ia dapat berfungsi layaknya smartphone. Misalnya pengguna dapat membalas pesan lewat smartwatch mengingat Android Wear 2.0 ini sudah dilengkapi dengan keyboard QWERTY virtual.

 

Android Instant Apps

Ada apa di Google I/O 2016? Dalam konferensi tahunan Google ini berbagai produk baru diluncurkan, mulai dari gawai baru sampai aplikasi-aplikasi baru.

via venturebeat.com

Pada beberapa kasus, suatu laman web punya tampilan lebih bagus jika diakses menggunakan aplikasi mobile ketimbang dari browser. Namun kadang kita malas repot-repot mengunduh aplikasi tertentu hanya demi mendapatkan fungsi yang lebih baik.

Aplikasi Android Instant-Apps hadir sebagai solusi atas masalah tersebut. Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengakses suatu aplikasi mobile tanpa perlu mengunduhnya dari Play Store.

Jadi ketika pengguna mencari suatu laman web menggunakan mesin pencari Google, ia akan diarahkan ke aplikasi mobile ketimbang ke tampilan browser. Dengan catatan, laman web tersebut mendukung fitur Android Instant-Apps.

 

VR Daydream

Ada apa di Google I/O 2016? Dalam konferensi tahunan Google ini berbagai produk baru diluncurkan, mulai dari gawai baru sampai aplikasi-aplikasi baru.

via androidpit.com

Dalam Google I/O 2016, Google juga meluncurkan platform virtual reality bernama Google Daydream. Teknologi ini nantinya dapat diakses melalui sistem operasi Android terbaru, Android N.

Meski begitu, tidak semua gawai yang memakai sistem operasi Android N yang dapat menikmati teknologi VR ini. Google Daydream hanya dapat digunakan oleh gawai-gawai tertentu yang istilahnya “Daydream-Ready.”

Selain kacamata VR, Google Daydream juga akan dilengkapi dengan remote control. Selain bisa digunakan untuk mengendalikan antarmuka Google Daydream, remote control tersebut nantinya juga akan menjadi kontroler untuk berbagai game dalam platform VR Daydream.

 

Project Ara

Ada apa di Google I/O 2016? Dalam konferensi tahunan Google ini berbagai produk baru diluncurkan, mulai dari gawai baru sampai aplikasi-aplikasi baru.

via techradar.com

Terakhir dan yang paling ditunggu, Google merilis juga Project Ara untuk para pengembang. Proyek ini merupakan smartphone modular yang bisa dibongkar pasang. Jadi nantinya pengguna dapat meningkatkan kemampuan hardware smartphone secara parsial. Entah kameranya, CPU, RAM, atau LCD-nya saja.

Google telah mengonfirmasi akan ada enam slot yang bisa dipasangkan berbagai modul. Berbagai modul ini dapat dibongkar pasang tanpa harus mematikan smartphone terlebih dahulu.

Kalau kamu menunggu-nunggu smartphone ini kelihatannya harus lebih bersabar. Project Ara untuk pengguna baru akan diluncurkan pada musim gugur 2017 mendatang atau sekitar bulan Agustus sampai November 2017.

 

 


featured image via androidcentral.com