Main Game Jadi Nggak Asik Dengan 6 Konsol Game Gagal Ini!

Siapa tidak tahu PlayStation, Xbox, atau Nintendo Wii. Ketiga konsol tersebut bisa dibilang merajai industri game saat ini. Mudah dan beragamnya judul game yang tersedia serta keberadaan teknologi pendukung menjadikan konsol tersebut meraup sukses.

Tetapi sekarang adakah yang pernah tahu tentang Sega Dreamcast, Nintendo Virtual Boy, atau Atari Jaguar? Nama-nama konsol tersebut bisa jadi tidak terlalu akrab. Ketiga konsol tersebut terbilang konsol gagal karena angka penjualannya seret.

Sedikit bernostalgia, mari kita kenang konsol tersebut bersama konsol lain yang juga gagal di pasaran.

 

Atari Jaguar

Menciptakan konsol game tak sebegitu mudahnya bisa berhasil di pasaran. Contohnya 6 konsol game gagal ini, yang tidak berhasil menarik perhatian gamers.

Kayanya kalau pake konsolnya bisa sekalian nelpon juga. via wikipedia.org

Tahun Rilis: 1993
Harga: US$ 249,99 atau Rp 3.290.000,-

Pada masanya, Atari pernah merilis sejumlah konsol yang cukup sukses di pasaran. Namun ada kalanya juga konsol buatan Atari tidak berhasil menarik minat pembeli. Misalnya, konsol Atari Jaguar ini.

Sebagai bentuk pemasaran, Atari Jaguar menggunakan embel-embel ‘”64 bit Revolution.” Saingannya kala itu adalah Sega Genesis dan Super Nintendo.

 

Menciptakan konsol game tak sebegitu mudahnya bisa berhasil di pasaran. Contohnya 6 konsol game gagal ini, yang tidak berhasil menarik perhatian gamers.

Katanya sih “64bit revolution, tapi gamenya kok terlihat seperti jaman Doom ya? via avpgalaxy.net

Trik pemasaran hanya tinggal trik pemasaran. Atari Jaguar gagal menghadirkan game dengan kualitas grafis yang katanya revolusioner itu. Malahan, game terbaik Atari Jaguar kualitas grafisnya lebih buruk dibanding game Doom yang lebih dulu rilis.

Hal ini tambah diperparah dengan desain kontroler Atari Jaguar yang konyol. Kontroler ini menyertakan 12 tombol telepon. Mau main game atau teleponan, sih?

 

Neo-Geo

Menciptakan konsol game tak sebegitu mudahnya bisa berhasil di pasaran. Contohnya 6 konsol game gagal ini, yang tidak berhasil menarik perhatian gamers.

Konsol Neo Geo bersama controllernya seperti pada ding-dong. via regmedia.com

Tahun Rilis: 1990
Berhenti Diproduksi: 1997
Harga: US$ 649,99 atau Rp 8.340.000,-

Neo-Geo merupakan konsol game ciptaan SNK, pengembang game yang populer dengan game Metal Slug dan King of Fighters. Konsol Neo-Geo merupakan percobaan SNK untuk membawa keseruan game arcade atau game Ding Dong (yang dioperasikan menggunakan koin), ke rumah-rumah para pemainnya

Sayangnya niatan itu tidak kesampaian. Salah satu alasan Neo Geo dianggap konsol game gagal dan tidak dilirik pembeli adalah karena harganya yang kemahalan. Selain itu grafis game konsol ini juga masih 2D, sementara selera gamers pada masa itu cenderung sudah beralih ke gamegame 3D.

 

Panasonic 3DO

Menciptakan konsol game tak sebegitu mudahnya bisa berhasil di pasaran. Contohnya 6 konsol game gagal ini, yang tidak berhasil menarik perhatian gamers.

Konsol game Panasonic 3DO – via redorbit.com

Tahun Rilis: 1993
Berhenti Diproduksi: 1996
Harga: US$ 700 atau Rp. 9.200.000,-

Sebelum industri game konsol dikuasai oleh Sony, Microsoft, dan Nintendo seperti sekarang, beberapa merek elektronik lain juga turut meramaikan pasar. Salah satunya Panasonic.

Sayangnya Panasonic gagal bersaing. Harga konsolnya terlalu mahal, tidak sebanding dengan performanya. Tentulah gamers lebih menyukai konsol-konsol Sony, Sega, atau Nintendo. Selain harga konsolnya lebih murah, judul-judul game yang ditawarkan juga lebih berkualitas.

 

Sega Dreamcast

Menciptakan konsol game tak sebegitu mudahnya bisa berhasil di pasaran. Contohnya 6 konsol game gagal ini, yang tidak berhasil menarik perhatian gamers.

Sega Dreamcast. via bit-tech.net

Tahun Rilis: 1998
Berhenti Diproduksi: 2001
Harga: US$ 199 atau Rp. 2.620.000,-

Sega pernah terkenal dengan konsol-konsol game buatannya seperti Sega Genesis atau Sega Saturn. Memasuki akhir 90-an, Sega menciptakan konsol baru bernama Sega Dreamcast.

Konsol ini terhitung cukup berhasil dan punya performa yang baik. Hanya saja ketika pada tahun yang sama Sony merilis PlayStation2, Sega langsung kalah saing. Melihat kemungkinan merugi dari penjualan Sega Dreamcast, pihak Sega mengambil keputusan cepat untuk angkat kaki dari bisnis konsol. Mereka memilih fokus jadi pengembang game saja.

 

Nintendo Virtual Boy

Menciptakan konsol game tak sebegitu mudahnya bisa berhasil di pasaran. Contohnya 6 konsol game gagal ini, yang tidak berhasil menarik perhatian gamers.

Kurang lebih begitulah Virtual Boy dimainkan. via wheelandchips.com

Tahun Rilis: 1995
Berhenti Diproduksi: 1996
Harga: US$ 179,95 atau Rp. 2.370.000,-

Banyak di antara kita yang mengira bahwa teknologi Virtual Reality baru ada sekarang ini. Padahal di tahun 1995, Nintendo pernah mengeluarkan konsol game VR lho.

Menciptakan konsol game tak sebegitu mudahnya bisa berhasil di pasaran. Contohnya 6 konsol game gagal ini, yang tidak berhasil menarik perhatian gamers.

Bayangkan kamu main game berteknologi VR dengan gambar seperti ini. Fix! Sakit mata! via nintendoforums.com

Sayangnya niat Nintendo untuk memunculkan teknologi canggih pada masanya gagal total. Penyebabnya adalah karena desain konsol dan grafis game Virtual Boy yang begitu buruk.

 

Apple Pippin

Menciptakan konsol game tak sebegitu mudahnya bisa berhasil di pasaran. Contohnya 6 konsol game gagal ini, yang tidak berhasil menarik perhatian gamers.

Inilah wajah kegagalan Apple terjun ke dunia konsol game –  via wikipedia.org

Tahun Rilis: 1995
Berhenti Diproduksi: 1997
Harga: US$ 599 atau Rp. 7.900.000,-

Apple juga pernah coba-coba membuat game konsol. Naas, percobaannya ini langsung gagal total dan sepertinya membuat Apple trauma mencoba untuk kedua kalinya.

Sama seperti game konsol gagal di atas, penyebab Apple Pippin memble adalah karena harganya yang mahal. Tidak hanya itu, judul game yang tersedia juga sangat sedikit. Gamers lebih kepincut dengan PlayStation keluaran Sony yang harganya lebih murah dan punya judul game lebih banyak.

 


featured image via abcnews.go.com