E-Sport: Ketika Bermain Game Dijadikan Profesi


Bermain game pada awalnya dilakukan untuk mengisi waktu luang. Seiring waktu, segelintir orang mendedikasikan diri untuk lebih serius dalam bermain game. Obsesi mereka adalah untuk yang menjadi yang terhebat dalam permainan tersebut. Dari sanalah kemudian muncul fenomena E-Sport yang popularitasnya semakin melejit belakangan ini.

Kamu yang awam dengan dunia game mungkin akan bingung dengan fenomena ini. Kenapa sih ada orang yang begitu serius bermain game? Untuk membantu menjawabnya sekaligus menjelaskan apa itu E-Sport secara umum, berikut Nyoozee paparkan tentang fenomena ini.

 

E-Sport, Bermain Game Secara Lebih Kompetitif

Main game bola pun bisa dikatakan sebagai bagian dari eSport. via animationxpress.com

Main game bola pun bisa dikatakan sebagai bagian dari E-Sport – via animationxpress.com

Dalam bahasa yang sederhana, E-Sport membawa sifat kompetitif game ke taraf yang lebih tinggi. Bila biasanya main game sekadar mengisi waktu luang, mereka yang berkecimpung dalam ranah E-Sport main game demi jadi yang terbaik.

Karena sifatnya yang kompetitif tersebut, kebanyakan cabang E-Sport menggunakan judul-judul game yang bersifat multiplayer, player versus player, serta mengandalkan teknik dalam bermain.

Beberapa genre game yang biasanya dijadikan cabang eSport seperti Real Time Strategy (contoh game-nya seperti Age of Empire atau Dota 2); First Person Shooter (Counter Strike, Point Blank); Fighting (Street Fighter); dan Sports Simulation (PES 2016, NBA 2k16, Madden 2016).

 

Hidup Untuk Bermain Game, Bermain Game Untuk Hidup

Counter Strike beberapa memainkan untuk mengisi waktu senggang, beberapa fokus untuk menjadi terbaik dalam permainan ini. via steamcommunity.com

Jadi yang terbaik dalam permainan Counter Strike – via steamcommunity.com

 

Istilah E-Sport awalnya digunakan untuk menyebut kelompok gamers hardcore, yakni mereka yang berdedikasi tinggi untuk jadi yang paling handal dan piawai dalam satu judul game. Lama kelamaan, E-Sport berkembang jadi kompetisi.

Awalnya juga cuma kompetisi kecil-kecilan yang dibuat sebagai ajang unjuk gigi para gamers. Skala kompetisi makin besar dan malahan sekarang jadi industri.

Alhasil dengan adanya berbagai kompetisi, dukungan dari berbagai pihak, serta total hadiah uang yang terus meningkat setiap tahunnya, ekosistem E-Sport jadi semakin stabil. Tidak jarang gamers yang berkecimpung di E-Sport ini menggantungkan hidupnya cuma dari bermain game.

 

Ketika pertandingan video game ditonton oleh banyak orang layaknya pertandingan sepak bola. via idkupdates.sprotsblog.com

Pertandingan video game ditonton oleh banyak orang layaknya pertandingan sepak bola – via idkupdates.sprotsblog.com

 

Mirip seperti klub sepakbola yang dibuat untuk menjuarai liga lokal, organisasi E-Sport satu demi satu bermunculan menyusul semakin banyaknya kompetisi E-Sport. Organisasi tersebut mengasuh para gamers hardcore untuk memenangkan kompetisi lokal maupun internasional.

Dari sekian banyak judul game yang dipertandingkan untuk eSport, League of Legends dan Dota 2 menjadi dua judul game yang paling populer. Adanya organisator yang jelas, kompetisi rutin, serta total hadiah yang terus meningkat tiap tahun menjadi faktor pendukung popularitas kedua judul game tersebut.

 

Tak Hanya Seru Dimainkan Tapi Juga Untuk Ditonton

Ketika nonton pertandingan video game tak kalah seru dibanding memainkannya. via dailydot.com

Nonton pertandingan video game tak kalah seru dibanding memainkannya – via dailydot.com

 

E-Sport terus berkembang. Layaknya kompetisi olahraga pada umumnya, E-Sport kini juga punya kompetisi utama. Khalayak yang menyaksikan kompetisi E-Sport bukan cuma orang-orang suka game. Sekarang ini orang yang awam dengan dunia game pun ikut menyaksikan sensasi keseruan E-Sport.

Perkembangan E-Sport yang terus meningkat, membuat E-Sport ditayangkan di televisi. Beberapa contohnya seperti kompetisi Dota 2 termegah, The International, dan kompetisi game Heroes of The Storm antar kampus, Heroes of the Dorm, yang ditayangkan langsung oleh saluran televisi ESPN.

 

Pergulatan E-Sport Tanah Air

Koala salah satu anggota tim eSport Dota 2 Rex Regum Qeon yang sudah cukup malang melintang di regional Asia Tenggara. via wardindonesia.com

Koala, salah satu anggota tim E-Sport Dota 2 Rex Regum Qeon yang sudah cukup malang melintang di regional Asia Tenggara – via wardindonesia.com

 

Di ranah lokal, Dota 2 menjadi salah satu cabang game E-Sport terpopuler. Salah satu penyebabnya adalah karena game Dota 2 didistribusikan kepada pemainnya secara gratis.

Industri E-Sport game Dota 2 di Indonesia memang tidak sebesar seperti di Amerika Serikat, Korea Selatan, China ataupun negara-negara Eropa Timur. Di sana E-Sport sudah memiliki iklim yang mendukung dan disokong oleh berbagai brand besar, mulai dari elektronik sampai minuman energi.

 

Natus Vincere, salah satu organisasi eSport asal Ukraina. via forum navi-gaming.com

Natus Vincere, salah satu organisasi eSport asal Ukraina – via forum navi-gaming.com

 

Tetapi E-Sport Dota 2 terus berkembang di Indonesia berkat kerja keras komunitasnya. Berbagai organisasi eSport Dota 2 ataupun kompetisi diadakan berkat inisiasi dari komunitas yang berkeinginan industri E-Sport Dota 2 di Indonesia semakin maju.

Pergerakan komunitas tersebut pun tak hanya yang bersifat nasional. Saat ini juga ada banyak pergerakan komunitas E-Sport lokal bahkan sampai ke tingkat intra kampus. Salah satunya ada komunitas eSport di UI yang bernama UI-ESS (Universitas Indonesia E-Sports Society).

 

UI E-Sport Society dan Pergerakan E-Sport di Kalangan Mahasiswa

Berdiri sejak 2015 lalu, UI-ESS memiliki tujuan besar untuk mengakomodasi,menggiatkan, dan menjadi platform kegiatan E-Sport intra kampus Universitas Indonesia.

Mereka mempunyai misi untuk membangun dan mendukung komunitas, pemain, dan juga ekosistem E-Sport di kampus Universitas Indonesia. Mereka pun memiliki misi untuk menyebarkan semangat bermain game secara kompetitif dengan cara-cara yang menyenangkan dan edukatif kepada sivitas akademis Universitas Indonesia.

Turnamen Dota 2 Pra-UAS, ajang kompetisi Dota 2 se-kampus UI

Turnamen Dota 2 Pra-UAS, ajang kompetisi Dota 2 se-kampus UI – via Twitter @esports_ui

Aktivitas yang dilakukan oleh UI-ESS salah satunya berupa penyelenggaraan Turnamen Dota 2 Pra-UAS. Kompetisi tersebut dibuat dengan tujuan untuk merangkul dan menjadi wadah para gamers Dota 2 UI, yang ingin bermain Dota 2 secara lebih kompetitif.

Kompetisi ini sudah berjalan sejak 2015 lalu dan akan kembali diadakan pada 14-15 Mei mendatang di warnet E-Stadium Battlestation, Margonda, Depok. Turnamen Dota 2 Pra-UAS akan mempertandingkan 32 tim yang berasal dari mahasiswa UI, dengan total hadiah Rp 2 juta.

 


featured image via elit.umwblogs.org