Perhatikan Rating Ini Sebelum Membelikan Game Untuk Anak!

Belakangan jagat internet dihebohkan dengan poster himbauan dari Kemendikbud. Poster tersebut berisi 15 daftar game yang katanya berbahaya untuk anak. Game yang disebutkan dalam poster antara lain:

  1. Grand Theft Auto
  2. Mortal Kombat
  3. Point Blank
  4. Counter Strike
  5. World of Warcraft
  6. Call of Duty
  7. Cross Fire
  8. War Rock
  9. Future Cop
  10. Carmageddon
  11. Shelshock
  12. Rising Force
  13. Atlantica
  14. Bully
  15. Conflict of Vietnam

Kehebohan berlanjut dengan wacana Kemenkominfo memblokir kelima belas game tersebut. Pemblokiran dilakukan sebagai upaya menghindarkan anak dari game-game “berbahaya.”

Secara teknis himbauan Kemendikbud memang tidak salah, namun tidak juga tepat. Bagaimanapun game-game yang ada dalam daftar tersebut bukanlah game berbahaya bagi anak, melainkan bukan untuk dimainkan anak-anak. Harap bedakan ya.

Lho tapi kan game? Masa anak-anak tidak boleh main? Asal kamu tahu, mirip seperti industri film, game juga punya sistem rating. Suatu game sebaiknya hanya dimainkan bila usia seseorang sudah cukup dengan rating game tersebut.

Otoritas yang menetapkan rating game ini bernama Electronic Software Rating Board (ESRB). Organisasi tersebut membagi rating game ke dalam klasifikasi berikut:

 

Early Childhood

Sebelum membelikan game untuk anak, baiknya perhatikan rating game untuk anak berikut. Sebab sebenarnya tidak semua game cocok untuk dimainkan anak.

Salah satu game dengan rating early childhood – via amazon.com

Game yang berada pada kelompok rating Early Childhood memiliki konten yang ramah untuk anak usia dini. Game yang ada pada kelompok rating memang merupakan rating game untuk anak, terutama yang berusia 3 tahun atau lebih.

Game yang berada pada kelompok rating ini biasanya bersifat edukatif serta dapat membantu tumbuh kembang anak. Contoh game-nya adalah Nickelodeon Team Umizoomi & Dora’s Fantastic Flight yang dirilis pada platform Nintendo DS

 

Everyone

Sebelum membelikan game untuk anak, baiknya perhatikan rating game untuk anak berikut. Sebab sebenarnya tidak semua game cocok untuk dimainkan anak.

The Smurfs Epic Run, game dengan rating everyone. via venturebeat.com

Game dalam kelompok rating Everyone bisa dibilang masih ramah untuk anak, terutama untuk mereka yang berusia 6 tahun atau lebih. Rating game untuk anak dalam kelompok ini sudah mengandung konten kekerasan walau dalam skala sangat rendah. Game-game ini biasanya menggunakan gambar kartun dan menyuguhkan tema-tema fantasi.

Kebanyakan game yang berada pada kelompok rating Everyone biasanya bergenre balapan atau olahraga, seperti Forza Motorsport atau FIFA 16. Namun ada juga game-game aksi seperti The Smurfs: Epic Run dan Disney Magic Kingdom yang dirilis pada platform mobile.

 

Everyone 10+

Sebelum membelikan game untuk anak, baiknya perhatikan rating game untuk anak berikut. Sebab sebenarnya tidak semua game cocok untuk dimainkan anak.

Hitman GO game dengan rating Everyone 10+. via play.google.com

Konten game yang ada pada kelompok rating Everyone 10+ pun memiliki konten layaknya game pada kelompok rating Everyone. Bedanya pada rating E 10+ kadar konten kekerasan yang ada cenderung sedikit lebih tinggi dibanding rating E. Pada kelompok rating ini konten game masih bisa dibilang ramah untuk anak, cuma lebih tepatnya untuk para anak dengan usia 10 tahun ke atas.

Beberapa game yang berada dalam kelompok rating ini adalah, Hitman GO dan Star Wars Rebels: Recon Missions yang dirilis pada platform mobile.

 

Teen

Sebelum membelikan game untuk anak, baiknya perhatikan rating game untuk anak berikut. Sebab sebenarnya tidak semua game cocok untuk dimainkan anak.

World of Warcraft, salah satu game yang kata pemerintah sih “berbahaya” bagi anak. via indogamers.com

Kelompok rating Teen memiliki konten game yang lebih dewasa dibanding rating-rating sebelumnya. Game yang dikelompokkan ke dalam rating Teen biasanya memiliki konten kekerasan dengan darah yang minimal, penggunaan bahasa-bahasa kasar, dan humor-humor yang kasar.

Maka jelas game dengan rating Teen memang bukan rating game untuk anak. Sebab game dengan rating Teen diperuntukkan para anak yang sudah memasuki tahap remaja, dengan usia 13 tahun atau lebih.

Game Rising Force, Bully, Atlantica, Point Blank, Cross Fire, dan World of Warcraft masuk ke dalam kelompok rating Teen. Maka jadi jelas alasan game Rising Force dikatakan “berbahaya” bagi anak, sebab game tersebut memang tidak memiliki rating game untuk anak; melainkan untuk mereka yang berusia 13 tahun ke atas.

 

Mature

Sebelum membelikan game untuk anak, baiknya perhatikan rating game untuk anak berikut. Sebab sebenarnya tidak semua game cocok untuk dimainkan anak.

Mortal Kombat, game yang memang tidak boleh dimainkan oleh anak – via playstation.com

Konten game yang berada pada kelompok rating Mature memang dikhususkan untuk mereka yang sudah lebih dewasa. Game yang masuk ke dalam kelompok rating Mature cenderung memiliki konten-konten kekerasan yang mendekati nyata (dengan darah, efek-efek lebam, atau penggambaran bagian tubuh terputus secara nyata), konten-konten seksual, dan menggunakan bahasa-bahasa kasar.

Beberapa game yang dikatakan “berbahaya” untuk anak oleh Kemendikbud tersebut, sebenarnya merupakan game yang masuk ke dalam kelompok rating Mature. Mortal Kombat, Grand Theft Auto, Counter Strike, dan Call of Duty merupakan game yang hanya boleh dimainkan oleh mereka yang berusia 17 tahun ke atas.

 

Adult Only

Sebelum membelikan game untuk anak, baiknya perhatikan rating game untuk anak berikut. Sebab sebenarnya tidak semua game cocok untuk dimainkan anak.

Hatred, game dengan rating Adults Only. via cringechannel.com

Game yang berada kelompok rating Adult Only cenderung memiliki konten-konten yang ekstrem di dalamnya. Mulai dari konten seksual yang mengarah ke pornografi, kekerasan yang ekstrem dan mendekati nyata, juga penggunaan bahasa-bahasa kasar.

Game yang berada kelompok rating ini hanya boleh dimainkan oleh mereka yang berusia 18 tahun atau lebih. Contoh judul game yang masuk ke dalam kelompok rating ini adalah 3D Girlz dan Hatred.

 

Seperti itulah klasifikasi rating berdasarkan ESRB. Bagaimanapun juga orang tua harus tetap terlibat dalam hal pemilihan konten game ataupun media lainnya bagi anak. Sebab tak semua kartun ataupun game cocok untuk dinikmati oleh anak.

 


featured image via gamerassaultweekly.com