Ini Perbedaan Augmented Reality dan Virtual Reality!

Augmented Reality & Virtual Reality

Akhir-akhir ini berbagai teknologi realitas virtual sedang gencar-gencarnya dikembangkan. Namun beberapa dari kamu mungkin bingung, ada teknologi realitas virtual yang namanya Augmented Reality (AR), ada juga yang namanya Virtual Reality (VR). Sebenarnya apakah Augmented Reality dan Virtual Reality ini?

Berikut pembahasan teknologi augmented reality dan virtual reality:

 

Augmented Reality dan Virtual Reality Itu Beda!

via wired.com Microsoft-HoloLens-HoloStudio-1024x683

Contoh Augmented Reality. via wired.com

Untuk kamu yang masih bingung apakah VR dan AR itu beda, jawabannya adalah ya! Mereka berbeda. Secara teknis, augmented reality adalah usaha untuk menambahkan komponen dunia virtual ke dalam dunia nyata.

Kehadiran teknologi augmented reality memungkinkan kita berinteraksi dengan berbagai konten virtual milik dunia maya di dalam dunia nyata.

via kotaku.com.au virtuix-westeros-minecraft_1024x1024

Contoh teknologi virtual reality. via kotaku.com.au

Sementara itu di sisi lain, teknologi virtual reality adalah sebuah bentuk teknologi yang ingin membuat sebuah dunia virtual senyata mungkin dan memungkinkan pengguna berinteraksi dengannya.

VR dibuat dengan tujuan memberikan pengalaman baru kepada para pengguna yang bosan dengan dunia nyata. Dengan VR kamu bisa meninggalkan dunia nyata dan menikmati berbagai bentuk dunia virtual, entah itu bertualang di dunia dongeng, bertarung melawan naga, atau dunia fantasi lainnya.

 

Teknologi Augmented Reality dan Virtual Reality Terkini

via gizmag.com samsunggearvr

Samsung gear VR. via gizmag.com

Meski beberapa masih dalam tahap pengembangan, namun sudah cukup banyak pula teknologi VR juga AR yang dapat dinikmati secara umum saat ini. Sebagai contoh, ada teknologi headset VR, Oculust Rift, yang akhirnya merilis produknya untuk umum pada gelaran CES 2016 tempo hari.

Ada juga Virtuix Omni, video game bergenre FPS yang dimainkan dengan menggunakan sebuah alat semacam treadmill untuk berlari di dalam dunia virtual. Alat ini dipadukan dengan headset VR sebagai pemberi umpan balik gambar dan suara.

Virtuix Omni. via buzzhunt.co.uk

Virtuix Omni. via buzzhunt.co.uk

Contoh lain teknologi VR yang mudah kita akses sehari-hari adalah Google Cardboard. Sementara ini, Google Cardboard belum punya banyak fungsi. Namun setidaknya kita jadi dapat menikmati pengalaman virtual reality dengan memadukan smartphone bersensor gyroscope, video 360 milik Youtube, dan Google Cardboard.

Sementara dalam hal teknologi AR, ada sebuah proyek besar AR terkini yang dikerjakan oleh vendor sistem operasi kenamaan, Microsoft. Teknologi tersebut bernama Microsoft Hololens, teknologi yang akan membuatmu serasa seperti Tony Stark dalam film Iron Man.

via industrytap.com holo1

Microsoft Holo Lens. via industrytap.com

Dengan Microsoft Hololens kita bisa menikmati berbagai hologram interaktif yang ditampilkan di berbagai tempat. Bentuknya mulai dari hologram ramalan cuaca di cermin kamar mandi sampai dengan hologram Minecraft yang dapat dimainkan di meja ruang tamu.

Kemampuan Google Translate menranlasikan kata secara real-time. via mashable.com

Kemampuan Google Translate menranlasikan kata secara real-time. via mashable.com

Selain itu, contoh lain teknologi AR adalah teknologi terbaru yang dibenamkan oleh Google ke dalam aplikasi Google Translate. Teknologi tersebut memungkinkan kita menerjemahkan kata berbahasa asing yang kita lihat, seperti papan pengumuman atau rambu-rambu. Aplikasi ini akan menerjemahkannya menjadi bahasa yang kita mau hanya dengan menggunakan kamera smartphone.

Beberapa hal yang sempat Nyoozee bahas seperti game bergenre FPS yang dimainkan di dunia nyata, Father.IO, dan video stop motion milik youtuber Hombre_McSteez juga bisa disebut teknologi AR loh; meski video milik Hombre bisa dibilang sebagai augmented reality versi analog.

 

Pemanfaatan Virtual Reality dan Augmented Reality

via wareable.com vrforarmy

Para tentara sedang simulasi perang menggunakan headset VR. via wareable.com

AR dan VR bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal di masa depan. Sebagai contoh, augmented reality bisa dimanfaatkan untuk pameran museum. Adanya teknologi AR dalam museum akan memberikan pengalaman layaknya film Night at the Museum ketika mengunjunginya. Belajar pun jadi makin seru.

Augmented reality juga bisa membantu para insinyur dalam membuat cetak biru. Dengan AR, cetak biru jadi bisa diproyeksikan dalam bentuk 3 dimensi. Tentunya ini akan sangat memudahkan proses perakitan atau pembuatan cetak biru tersebut.

Di sisi lain, VR juga bisa dimanfaatkan untuk beberapa hal. Sebagai contoh, VR yang dapat memberikan pengalaman nyata dalam dunia virtual bisa diterapkan untuk alat latihan militer. Dengan demikian mereka bisa berlatih mengalami situasi-situasi tertentu di medan perang secara nyata melalui dunia virtual. Seperti di film-film!

 


Featured Image via businesskorea.co.kr dan industrytap.com