Nostalgia Menulis Surat dengan Aplikasi Lettrs

via prweb.com

Segala hal yang tua kini kembali menjadi baru. Rekaman vinyl kembali ngetren. Orang-orang pun kembali tertarik membeli model pakaian jaman kakek-neneknya. Hal-hal semacam itu menimbulkan kesan klasik yang berkelas bagi pemakainya. Akan tetapi, dari semua budaya vintage, seberapa banyak yang masih tertarik untuk berkiriman surat?

Lettrs, layanan aplikasi berbasis Android dan iOS, akan mengajakmu nostalgia ke masa di mana surat-menyurat masih happening. Ini semacam perpaduan antara yang kuno sekaligus yang kekinian. Dengan kemasan seperti media sosial digital, Lettrs menawarkanmu sebuah seni dalam menulis.

Banyak dari kita, para generasi modern, telah kehilangan sukacita pelepasan beban dengan menulis. Di masa kini seakan kegiatan menulis hanya sebatas mengirimkan pesan, tanpa menimbulkan kesan apa-apa kecuali rasa kaku. Lettrs adalah sebuah upaya untuk membuat orang kembali menyadari keindahan menulis.

Penasaran seperti apa serunya menulis surat melalui aplikasi ini? Mari kita tilik bersama-sama. Sebelumnya, tentu kamu perlu mengunduh aplikasi ini terlebih dahulu. Tenang saja, aplikasi ini tidak berbayar, alias gratis!

 

Rancang Konsep

Keunikan aplikasi Lettrs adalah kamu bisa mengonsep surat agar nikmat dibaca. Kamu bisa merancang suratmu dengan background ciamik dan huruf yang menarik. Selain itu, untuk menambah kekuatan rasa surat tradisional, kamu bisa juga menambahkan perangko dan membubuhkan tanda tangan dalam suratmu.

Tampilan writing desk Lettrs

Tampilan writing desk Lettrs

Semua elemen grafis ini membantumu mengatur mood untuk suratmu agar pesan yang disampaikan pun lebih kuat. Jika kamu ingin menulis surat cinta, berilah background yang manis dan cerah, supaya hubunganmu juga bisa secerah suratmu. Jika ingin menulis surat kaleng pada gebetan yang tak pernah melirikmu, berilah ia latar yang suram, sesuram kepengecutanmu.

 

Tulislah Sebagaimana Kamu Menulis Surat Fisik

Masih ingat pelajaran menulis surat waktu sekolah? Ya, pasti gurumu mengajarkan ada bagian-bagian dalam tulisan (baca: unsur intrinsik) surat seperti tanggal, ucapan salam pembuka, pembukaan, isi, penutup, hingga salam penutup. Kalau kangen dengan hal-hal seperti itu, kamu bisa menerapkannya di aplikasi Lettrs. Dengan melakukan teknik semacam itu, niscaya kenikmatan berkorespondensi akan meningkat, dan tentu saja, lebih personal.

Satu hal penting yang perlu kamu perhatikan adalah kepada siapa surat ini ditujukan. Bayangkan kamu sedang berada sangat jauh darinya. Ada suatu hal penting yang harus kamu sampaikan padahal kamu hanya bisa menulisnya satu kali.

 

Kirim Ke Publik Atau Personal?

Sepotong senja

Contoh surat yang bisa dibuat di aplikasi Lettrs – kutipan dari Seno Gumira Ajidarma

Aplikasi ini membiarkanmu memilih apakah surat bisa dilihat oleh publik atau tidak. Semua tergantung kepentinganmu. Kalau isi suratmu hanya berisi pujian pada si doi tapi kamu tidak berani mengirim padanya (alias surat kaleng), maka bagikan saja kepada publik. Tapi kalau begitu, bukankah itu berarti sama saja seperti menulis di wall Facebook atau media sosial lainnya?

Lebih keren kalau kamu mengirimkan suratmu ke orang lain. Kamu sudah mengonsep surat itu sedemikian rupa, tentu kamu tidak rela itu hanya menjadi pelampiasan tanpa mendapat tanggapan. Paling tidak kalau kamu mengirimkannya, orang itu akan membaca. Perlu diingat juga, surat yang kamu tulis bisa kamu bagikan ke media sosial lain seperti Twitter atau Facebook. Jadi, orang yang kamu kirimkan surat tidak perlu mendaftar di Lettrs untuk bisa membaca.

 

Mencari Sahabat Pena untuk Berbagi Sebagai Sesama Penikmat Surat

Orang yang mencoba aplikasi ini bisa dipastikan merupakan orang yang sudah muak membaca email yang membludak. Mereka rindu juga pada masa di mana seseorang menghabiskan waktu lama untuk menulis surat dan mengirimkannya secara personal.

Tampilan tab Penpals dalam aplikasi Lettrs

Tampilan tab Penpals dalam Lettrs

Lettrs adalah kesempatanmu untuk memperluas jaringan ke sesama penikmat surat-menyurat. Ada banyak orang dari berbagai negara yang bisa kamu sapa melalui Lettrs. Dengan cara ini kamu juga bisa merasakan bagaimana bangganya punya sahabat pena. Seperti yang menjadi tren pada era pertengahan 1990. Selain itu tentunya kamu bisa meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris atau bahkan sedikit belajar bahasa asal sahabat penamu.

 

Kalau bingung mau tulis surat seperti apa, mungkin kamu akan bisa cari inspirasi dari buku Joko Pinurbo, Surat Kopi?

 


Feature image via prweb.com