5 Nostalgia Manis-Getir yang Kamu Temukan di Timehop

Nostalgia tidak hanya bisa dilakukan dengan mengenang masa kecil. Bahkan hal-hal yang baru terjadi beberapa tahun lalu pun bisa memberikanmu efek nostalgia. Untuk kamu yang cukup aktif menggunakan media sosial, hal ini bisa kamu lakukan dengan Timehop.

Beberapa di antara kamu pasti sudah menggunakan aplikasi ini. Timehop adalah aplikasi yang mengumpulkan momen-momen masa lalu kamu yang berbentuk posting Facebook, cuitan Twitter, check-in Foursquare, maupun foto. Foto-foto yang ditampilkan adalah foto-foto yang tersimpan di gawai, komputer, ataupun akun Instagram, Dropbox, dan Google+ kamu. Momen-momen setiap tahunnya pada tanggal itu akan dihimpun dalam satu layar dan kamu tinggal scroll untuk melihatnya.

Ketika scrolling, beberapa post pasti akan mengingatkan kamu pada kenangan-kenangan tertentu; entah yang biasa saja, entah yang manis, entah yang getir. Bisa juga campuran dari keduanya, manis-getir. Apakah hal-hal bittersweet ini juga muncul di Timehop kamu?

 

1. Foto-Foto Liburan Saat Kerjaanmu Sedang Padat-Padatnya

via sg.news.yahoo.com

via sg.news.yahoo.com

 

Deadline banyak dan rapat-rapat. Stres kerjaan menumpuk dan kamu kurang tidur. Ah, coba saja bisa menghentikan waktu untuk istirahat seharian. Tapi karena tidak bisa, kamu hanya istirahat saat tidur atau break kerja selama setengah sampai satu jam.

Di sela-sela waktu istirahat itu kamu membuka Timehop dan melihat foto-foto liburanmu ketika liburan setelah lulus kuliah. Ada pula status touchdown tanda permulaan liburan sepuas-puasnya. Kamu melihat foto liburan berisi wajahmu yang sumringah.

Memang sih, tidak bisa liburan saat ini juga. Tapi kalau nanti kerjaanmu sudah selesai, bisa lho menyusun rencana untuk liburan panjang selanjutnya. Tak perlu menunggu libur panjang, kamu juga bisa merencanakan getaway singkat untuk weekend-mu setelah kesibukanmu sedikit mereda. Siapa tahu rencanamu bisa membuatmu termotivasi untuk cepat menyelesaikan pekerjaan. Jadi kamu bisa melowongkan waktu untuk santai liburan deh.

 

2. Cuitan No-Mention Berbunga-Bunga untuk Mantan

nostalgia mantan

via mashable.com

 

Hayo, Cuitan dan status PDA (Public Display of Affection) kamu ketika punya pacar bisa jadi senjata makan tuan lho. Siapa tahu kamu sekarang sedang jomlo dan ingin lepas dari status tersebut. Bisa jadi hubungan dengan pacar kamu sedang bermasalah. Cuitan masa berbunga-bunga itu pun mengingatkanmu pada mantan dan masa-masa bahagia bersamanya. Lalu kamu pun jadi curhat resah dan gelisah pada semut merah.

Memang sih, ada juga yang menghapus post bahagia apapun tentang mantan di media sosial seketika setelah putus. Sayangnya kalau gambarmu sudah otomatis ter-backup di Dropbox atau Google+, mereka bisa muncul tanpa ancang-ancang. Kalaupun sudah menghapusnya di situ, yang tersisa kemudian adalah cuitan dan status galau; atau #nowplaying lagu galau dan gambar-gambar berwarna pastel sepia berisi quote-quote penuh kode. Kalau kamu memang sudah move on betul, cuitan dan status galau ini hanya akan membuatmu tersenyum tipis atau tertawa miris sih.

 

3. Mention Sahabat yang Kini Sudah Merenggang

nostalgia teman

via mashable.com

 

“Oh dulu gue pernah deket sama mereka-mereka ya?”

Bisa jadi kamu pun lupa pernah dekat dengan sahabat-sahabatmu dulu. Kalian rajin kongkow-kongkow dan iseng mention-mentionan. Bisa jadi kamu dulu rutin berkumpul dan mengerjakan tugas atau skripsi di tempat yang sama, lalu adu check-in supaya jadi mayor di Foursquare.

Mungkin kamu pernah dekat lalu bertengkar dan jadi renggang. Bisa juga tidak ada masalah yang signifikan. Kalian hanya direnggangkan oleh kesibukan masing-masing; atau kehadiran orang-orang lain. Tidak ada salahnya lho kalau kamu iseng mengajak mereka untuk ngobrol atau ketemuan lagi.

“Walaupun udah lulus, tetep rajin kumpul-kumpul yaa.”

Sayangnya yang begini sering kali tidak lebih dari sekedar ucapan. Kalau kamu masih rajin kontak-kontak dengan sahabat lamamu, kamu patut bersyukur lho. Memang mungkin interaksi kalian sudah tidak sesering dan seintens dulu, tapi hubungan pertemanan kalian tidak lantas kandas. Setidaknya kalian tahu kamu menghargai hubunganmu dengannya dan dia menghargai hubungannya dengan kamu.

 

4. Keluhan-Keluhan Ketika Kesulitan

via www.findmemes.com

via www.findmemes.com

 

Entah dalam bentuk cuitan, status, gambar sepia pastel berkode, kamu pasti pernah curcol di timeline atau newsfeed. Boleh jadi malah curhatmu tidak colongan, tapi terang-terangan. Entah terkait masalah akademis, keuangan, keluarga, hubungan percintaan, keluhan-keluhan itu ada yang ditulis spesifik, ada juga yang no-mention ambigu. Kalau ambigu biasanya kamu perlu usaha ekstra untuk mengingat tentang apa status dan cuitan itu.

Memang tidak semua orang suka mengeluh di sosial media. Ada juga yang berusaha untuk ‘mengeluh secara lebih positif’, misalnya dengan menuliskan hal-hal positif atau silver lining dari masalahnya ketika itu. Apapun itu, tetap saja orang-orang bisa merasakan adanya masalah yang sedang kamu hadapi. Usahamu memandang masalah dari sudut pandang yang positif itu perlu diacungi jempol. Jadi tidak apa kok kalau kamu mau tersenyum mem-pukpuk dirimu yang ada di masa lalu. Kamu sudah berhasil melewati masa-masa sulit itu!

 

5. Interaksi dengan Teman/Kerabat yang Sudah Meninggal

nostalgia teman atau kerabat yang sudah meninggal

via www.dmarge.com

 

Kenangan akan orang yang sudah meninggal memang memberikan warna emosi yang berbeda. Ada kelam yang lain bila dibandingkan dengan kerinduan pada orang-orang yang masih bisa dihubungi kembali; atau setidaknya kamu tahu bahwa ia masih hidup dan bernapas. Entah kamu jadi menangis karena menganggap kepergiannya adalah sesuatu untuk disesali, atau tersenyum karena menganggap dia sudah berada di tempat yang lebih baik. Menyesali kepergiannya tidak apa sih, tapi setidaknya syukuri juga kehadirannya. Syukuri pula kehadiran orang-orang yang masih ada di sekitarmu. Bersyukur itu pilihan kok.

 

Kenangan-kenangan memang tidak bisa diulang. Tapi kita bisa memanfaatkan waktu yang ada sekarang untuk menciptakan kenangan-kenangan lain; baik dengan keadaan, tempat, dan orang-orang yang baru maupun lama.

Mungkin kamu berpikir, untuk apa sih meromantisasi masa lalu? Bukannya masa lalu itu sudah lewat? Bisa jadi. Tapi waktu itu kontinum, bukan sesuatu yang putus-putus. Lagipula, there’s nothing new under the old sun. 

 


Featured image via www.cnet.com