Straddling Bus: Bukan Melewati, Tapi Melintasi Kemacetan

straddling bus via wordlesstech.com
via wordlesstech.com

Kemacetan adalah salah satu masalah utama yang banyak terjadi di kota-kota besar. Tidak hanya mendera kota-kota besar di negara-negara berkembang saja, lho. Beberapa kawasan urban di negara-negara maju juga ada yang masih kebingungan mencari solusi dari masalah kemacetan.

Bedanya, negara-negara maju biasanya sudah menyediakan sarana transportasi umum yang layak dan memadai sebagai alternatif dari masalah ini. Sedangkan di negara-negara berkembang, angkutan perkotaan yang tersedia pengoperasiannya belum optimal dan pelayanannya belum memuaskan seperti di negara-negara maju.

Kendati ada dua kondisi yang berbeda antara negara maju dan negara berkembang, setidaknya keduanya sepakat bahwa penyediaan transportasi umum adalah salah satu solusi ampuh kemacetan. Tapi, kalau dipikir-pikir transportasi umum yang seperti apa sih yang efektif untuk mengatasi masalah ini?

 

straddling bus via rmol.co

Dimana-mana macet, termasuk Jakarta via rmol.co

 

Tentunya transportasi umum yang bisa mengangkut banyak penumpang alias dalam skala massal dong. Saat ini di Jabodetabek sudah ada bis Transjakarta dan kereta commuter line. Tapi keberadaan dua moda transportasi itu saja belum cukup. Kapasitas angkut bis Transjakarta belum bisa dikatakan cukup banyak, sementara kereta commuter line jalurnya amat terbatas.

Karena itulah kemudian proyek MRT dikebut pelaksanaannya. Proyek ini disebut-sebut akan menjadi solusi efektif mengatasi kemacetan. Nantinya akan ada dua jenis perlintasan, yakni perlintasan layang dan perlintasan bawah tanah.

Hanya saja karena perlintasannya ada dua jenis seperti itu, durasi pengerjaan MRT cukup lama dan juga pembiayaannya tergolong mahal.

 

straddling bus via beritadaerah.co.id

Pembangunan MRT yang tak kunjung usai via beritadaerah.co.id

 

Bila MRT tergolong mahal dan pembangunannya lama, ada satu konsep transportasi umum yang pembangunannya relatif lebih cepat dan lebih ramah lingkungan. Namanya straddling bus, sarana transportasi massal yang mampu melintasi keramaian jalan. Catat ya: melintasi. Straddling bus menggunakan lahan yang sama dengan jalanan yang macet, tanpa perlu takut jadi bagian dari kemacetan tersebut.

Straddling bus melintasi kemacetan di atas kendaraan-kendaraan di jalan, tanpa perlu diberikan jalur khusus seperti busway, subway, atau jalur layang MRT. Straddling bus hanya membutuhkan modifikasi jalan. Bisa dilakukan dengan penambahan rel di kiri dan kanan jalan atau dengan teknologi auto-pilot.

 

straddling bus via mentalutensil.com

Penampakan straddling bus yang siap melintasi kemacetan via mentalutensil.com

 

Dari segi bahan bakar, straddling bus menggunakan energi matahari yang tentunya ramah lingkungan. Melalui panel surya yang dibangun seperti lampu jalan di halte atau titik-titik tertentu, straddling bus akan berhenti. Kemudian, panel tersebut akan mengirimkan energi ke bagian atas bus.

Prosesnya begitu cepat, dan straddling bus pun sudah dapat melaju lagi menggunakan energi yang telah terisi. Dengan begitu, straddling bus dapat menghemat sekitar 860 ton bensin tiap tahunnya. Juga menekan emisi gas buang sampai 2.640 ton karbon tanpa menimbulkan suara bising atau bentuk polutan bagi panca indera manusia.

 

 

Lalu, bagaimana dengan daya angkut transportasi ini? Straddling bus mampu mengangkut 1.800 penumpang setiap kali jalan. Kecepatan maksimalnya pun 60-70 km/jam.

Konsep transportasi ini dibuat oleh Shenzhen Hashi Future Parking Equipment Company dari Tiongkok. Pada tahun 2010, konsep ini bahkan dipilih oleh majalah Time sebagai 50 penemuan terbaik tahun tersebut.

Kalau dibandingkan dengan commuter line, inovatif nggak menurutmu? Tuliskan di kolom komentar, ya!


featured image via wordlesstech.com