4 Hal Menyebalkan Bagi Pengguna Torrent Sejati

laptop bittorrent via blog.bittorrent.com

Bila di zaman kuno dulu ada perpustakaan Alexandria Mesir yang menjadi benteng peradaban dan kebudayaan, di zaman sekarang peran tersebut digantikan oleh internet. Berbagai pengetahuan dan produk kebudayaan bisa kita akses menggunakan internet.

Mengingat begitu luasnya internet (bahkan hingga disebut sebagai dunia sendiri: dunia maya), ada banyak cara untuk mengakses atau mendapatkan berbagai produk kebudayaan tadi. Bisa dengan streaming dari situs semacam Spotify atau Netflix. Bisa juga dengan mengunduh langsung atau via jejaring peer to peer semacam torrent.

Bukannya torrent ilegal ya? Beberapa negara seperti Jerman dan India memang melarang pengguna internet di negara tersebut mengunduh via torrent. Tapi torrent tidak selalu ilegal kok. Buktinya komunitas pengembang sistem operasi sumber terbuka (open source) seperti Ubuntu menyediakan file torrent sebagai alternatif cara mengunduh.

 

Pirate Bay, salah satu search engine torrent via dailymail.co.uk

The Pirate Bay, salah satu search engine torrent via dailymail.co.uk

 

Teknologi yang dikembangkan sejak tahun 2001 ini sama seperti pisau, bebas nilai. Aktivitas men-torrent jadi ilegal ketika file yang dipertukarkan adalah file yang punya hak cipta.

Bahkan walaupun ilegal, seperti dendang Bang Haji Rhoma Irama kenapa-yang-enak-enak-itu-haram, pengguna torrent sejati tetap akan melakukannya. Nggak lain karena men-torrent itu asyik. Mengunduh via torrent barulah nggak asyik kalau kamu mengalami hal-hal berikut ini.

 

1. Harus Menjelaskan Cara Menggunakan Torrent

Reaksi orang yang mendengar penjelasanmu via imgfave.com

Reaksi orang yang mendengar penjelasanmu via imgfave.com

“Bagaimana sih caranya gunain torrent? Ajarin dong..”

Jalan ke neraka bertatahkan niat baik. Camkan pepatah ini sewaktu kamu dimintai tolong menjelaskan cara menggunakan torrent. Bukannya sombong atau tidak mau berbagi, tapi penjelasan penggunaan torrent sudah masuk kategori ribet.

Kamu harus menjelaskan istilah dunia per-torrent-an seperti seeder, leecher, swarm, tracker, atau share ratio. Kamu juga mesti menjelaskan di mana tempat mencari file torrent yang baik, lalu file torrent yang baik itu sendiri.

Belum lagi kalau untuk menjalankan torrent di tempatmu harus berjibaku dengan sistem blokir. Kamu tentu harus menjelaskan pula cara memanfaatkan proxy atau VPN (virtual private network).

Lebih baik kamu suruh ia tahu beres saja. Janjikan untuk membagi file yang sudah selesai kamu unduh nanti.

 

2. Ketika Jumlah Leecher Lebih Banyak Dibanding Seeder

Memperhatikan saksama seeder dan leecher via tumblr.com

Memperhatikan saksama seeder dan leecher via tumblr.com

Pengguna torrent sejati mutlak tahu cara melihat perbandingan jumlah seeder dan leecher suatu torrent. Dengan begitu kamu bisa mempersiapkan seberapa banyak cadangan kesabaran untuk mendapatkan file tersebut.

Torrent yang punya seeder banyak dan leecher sedikit akan menjadikan waktu mengunduh lebih singkat. Berlaku sebaliknya. Kalau seeder sedikit sementara leecher banyak, kamu perlu banyak-banyak bersabar menunggu unduhan selesai. Saran Nyoozee, jaga terus rasa antusiasmu atas file tersebut.

 

3. File Incaran Adanya di Forum Privat

"Cabut deh, adanya di forum privat..." via imgur.com

“Cabut deh…” via imgur.com

Mengingat sifatnya yang peer to peer alias pengguna ke pengguna, file unduhan torrent tidak memerlukan server besar untuk menyimpannya. File tersebut tersebar di komputer-komputer orang yang mau membagikannya.

Mengunduh file torrent karena itu bisa dilakukan secara gerilya. Asal ada sekelompok orang yang berkomitmen menjaga suatu file unduhan tetap bisa diakses, maka orang lain tetap bisa mendapatkan file unduhan tersebut. Praktik seperti itulah yang terjadi dalam forum torrent yang sifatnya privat.

Untuk bergabung dalam forum torrent privat seperti itu biasanya dikenakan syarat menjaga keseimbangan rasio unduhan dan unggahan. Jadi kamu tidak boleh tiba-tiba kabur setelah selesai mengunduh. Bagi orang yang bermasalah soal komitmen, syarat seperti itu bisa jadi terasa menyebalkan.

 

4. Mengunduh Torrent Palsu

Reaksi dapat file palsu via giphy.com

Reaksi dapat file palsu via giphy.com

Ibarat manusia, file torrent ini adalah pemberi harapan palsu. Kamu sudah menyediakan waktu, katakanlah satu hingga dua jam untuk mendapatkannya. Sayangnya, begitu terunduh sempurna, file unduhannya tidak bisa dijalankan. Karena apa? Karena memang file torrent palsu.

Torrent palsu begini konon dibuat oleh industri film, buku, atau industri lain yang produknya sering disebarkan via torrent. Tujuannya adalah untuk melacak alamat IP (internet protocol) pengguna torrent atau sekadar menyiratkan kesan mereka melacak para pengguna torrent. Dengan begitu pengguna torrent jadi takut terkena sanksi pidana dan berujung tidak memanfaatkan torrent lagi. Kok terdengar licik sih?

 

Itulah beberapa hal yang menjadikan aktivitas men-torrent jadi nggak asyik. Apakah kamu adalah pengguna torrent sejati atau setidaknya pernah menggunakan torrent dan mengalami hal tersebut? Kalau iya, bagikan di kolom komentar ya…

 


featured image via blog.bittorrent.com