Teknologi Masa Depan Ini Siap Menemanimu Berolahraga


teknologi olahraga
via rusbase.com

Ketika perkembangan teknologi semakin maju, tentu ada aspek lain dalam kehidupan yang berimbas. Imbasnya bisa positif maupun negatif. Salah satu aspek tersebut adalah olahraga. Dalam film Wall-E diceritakan manusia di tahun 2805 tidak lagi butuh bergerak untuk memenuhi segala kebutuhannya. Mereka tinggal duduk dalam alat canggih yang akan melayani semua keinginan mereka. Bahkan berpindah tempat pun dilakukan secara otomatis oleh alat ini.

 

teknologi olahraga

via Disney Pixar

 

Padahal, ada banyak hal menarik dari teknologi yang seharusnya bisa membantu manusia dalam bidang kesehatan, terutama olahraga. Mengintip acara CES 2016 yang juga baru selesai diadakan di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, berikut beberapa perkembangan teknologi dan pemanfaatannya di bidang olahraga:

 

Wearable Technology

Yang termasuk kategori ini adalah jenis-jenis teknologi yang bisa digunakan/dikenakan langsung oleh penggunanya dalam kegiatan sehari-hari. Sejak berkembangnya produk-produk jam tangan pintar (smartwatch), teknologi tidak lagi serasa jauh dari manusia. Jumlah langkah, detak jantung, jumlah kalori yang terbakar sampai jarak dan waktu tempuh dari titik A ke B bisa dihitung dan terdata otomatis pada alat ini. Belum lagi semua data tersebut bisa dilihat secara daring dari ponsel ataupun komputer. Setidaknya, tugas dokter para atlet bisa dipermudah dengan ini.

Salah satu yang terbaru, Blocks Smartwatch menawarkan teknologi yang membuat sebuah jam tangan pintar bisa dibongkar-pasang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya kamu akan berolahraga, kamu mungkin membutuhkan sensor detak jantung dan GPS, serta kamera untuk memamerkan wajah lelahmu di akhir rute dan mengunggahnya ke media sosial. Ketika menonton konser, kamu bisa mencopot sensor detak jantung dan GPS. Lalu pasang modul cadangan baterai agar jam tangan canggihmu bertahan lebih lama untuk memotret ataupun merekam.

Jam tangan Blocks dengan berbagai fungsi dari modul-modulnya. via kickstarter.com

Berolahraga belakangan ini rasanya kurang jika tanpa musik. Teknologi headphone pun semakin maju. Bukan hanya sekedar memutarkan musik, kini sudah menjamur jenis headphone nirkabel yang juga tahan air, sehingga bisa kamu ajak menyelam hingga kedalaman tertentu.

Headphone tahan air via Livv Headphone

 

Motion Sensor

Teknologi yang bisa mendeteksi gerakan ini bukan barang baru. Salah satu pemanfaatannya ada pada konsol Playstation dan Xbox 360. Keduanya memiliki alat tambahan yang dinamakan Playstation Eye dan Xbox Kinect. Dengan mendeteksi gerakan, pemain tidak lagi sekedar menekan-menekan tombol yang ada pada alat kendali, tapi diharuskan bergerak dalam memainkan permainan tersebut. Lihat bagaimana serunya salah permainan yang memanfaatkan teknologi ini, Nike+ Kinect Training.

Ada juga permainan Your Shape yang juga memanfaatkan teknologi yang sama. Walau hanya permainan, jika dilakukan dengan benar, bukan tidak mungkin ini bisa membantumu yang ingin mendapatkan bentuk badan yang lebih ramping dan sehat.

Pabrikan asal Jepang, Nintendo, juga memiliki fitur serupa, tapi sedikit berbeda. Dengan alat pengendali yang disebut Wii, permainan-permainan bisa dikendali juga dengan gerakan. Bedanya, gerakan yang terbaca hanyalah dari alat kendali tersebut, tidak pada seluruh badan pemainnya. Permainan tenis misalnya, bisa dimainkan cukup dengan menggerakkan pergelangan tangan, tanpa perlu harus benar-benar bergerak maju-mundur.

Tapi apapun itu, dengan begini, para gamer tidak lagi selalu bisa diasosiasikan dengan orang-orang pemalas yang tidak banyak bergerak. Jika memainkan kedua game di atas dengan baik, dijamin kamu akan berkeringat.

 

Virtual Reality Gadget

Sejak pertama kali diperkenalkan dalam bentuk konsep, teknologi ini sudah mendapat sambutan meriah dari seluruh netizen. Semua orang membayangkan bisa ada sebuah teknologi yang memungkinkan mereka untuk lebih berbaur dengan situasi virtual, ketimbang hanya menontonnya dari layar televisi. Akhirnya, tahun 2016 ini, dalam acara CES 2016, Oculus Rift membuat pengumuman resmi mengenai harga dan tanggal rilisnya. Jika motion sensor dirasa kurang untuk memotivasi dan mengajak lebih banyak orang untuk bergerak, mungkin virtual reality bisa melakukannya.

Melihat apa yang bisa dilakukan oleh alat bernama Virtuix Omni pada video ini membuat kita membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa dibuat di masa depan.

Bosan dengan berlarian di treadmill? Mungkin nanti akan ada paket maraton virtual di pesisir pantai Hawaii, menyusuri gang-gang kecil di Italia, dan bahkan lari rintang alam di hutan Kalimantan. Mengapa tidak?

Tapi bagaimana dengan olahraga air? Sementara ini belum ada teknologi yang memungkinkan untuk membuat sebuah simulasi berenang tanpa benar-benar menyentuh air. Tapi ada berita baik untuk kamu yang mau mencoba merasakan sensasi skydiving. Dengan alat bernama Icaros, kamu bisa menikmati rasanya melesat di udara.

Menyenangkan? Tapi jangan anggap mudah, untuk mahir melakukan manuver-manuver dengan Icaros, kamu membutuhkan koordinasi otot yang baik. Cara yang asyik untuk berolahraga, bukan?

teknologi olahraga

Otot-otot yang akan terlatih ketika menggunakan Icaros via virtualrealityreporter.com

 

Apa yang digambarkan dalam film Wall-E di awal artikel ini mungkin saja menjadi kenyataan, semuanya tergantung pada bagaimana manusia akan memanfaatkan teknologi. Jadi, apa pilihanmu: Menjadikan teknologi sahabat sejati yang bisa melakukan semua kegiatan fisikmu? Atau menikmati dan memanfaatkan teknologi olahraga untuk merangsangmu semakin giat melatih fisikmu?

 


Featured image via rusbase.com