5 Tips Mengurangi Lama Pengerjaan Skripsi

Pada umumnya, masa kuliah akan diakhiri dengan suatu tugas akhir atau skripsi. Meskipun tidak semua universitas atau fakultas menjadikan skripsi sebagai persyaratan lulus, tapi pada umumnya mahasiswa pasti akan menghadapi proses pembuatan skripsi. Dapat dikatakan bahwa skripsi adalah arena pertarungan terakhir para pejuang akademis tingkat universitas dalam menjalani masa kuliahnya.

Kalau beruntung dan kompeten, biasanya mahasiswa dapat menyelesaikan skripsi dengan cepat. Tetapi ada juga mahasiswa yang pada akhirnya tidak dapat menyelesaikan skripsi dengan cepat. Biasanya ada penyebab lain (selain rasa malas) yang membuat lama pengerjaan skripsi menjadi bertambah. Hal-hal lain itu dapat muncul selama proses mengerjakan skripsi, misalnya seperti kesulitan menentukan konstruk yang tepat dan sebagainya. Berikut ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan sebelum proses pengerjaan skripsi dimulai, agar dapat pengerjaan skripsi menjadi tidak terlalu lama.

 

1. Perhatikan fenomena di sekelilingmu sejak awal.

via www.belajarpc.com

via www.belajarpc.com

Sejak hari pertama masuk kuliah, perhatikanlah sekelilingmu. Dengan melihat masalah atau fenomena-fenomena yang terjadi di sekelilingmu, kamu menjadi lebih aware terhadap topik-topik yang perlu diteliti. Meskipun zaman akan berkembang dan fenomena mungkin saja berubah, tidak ada salahnya memperhatikan kondisi di sekelilingmu mulai dari sekarang. Semakin banyak informasi yang bisa kamu kumpulkan, semakin mungkin kamu merumuskan tentang masalah yang timbul dari fenomena yang ada, sehingga memudahkan kamu untuk memilih topik skripsi.

 

2. Kenali konstruk yang ingin kamu teliti.

via www.toppr.com

via www.toppr.com

Salah satu hal yang membuat pengerjaan skripsi jadi lama adalah kesulitan untuk menentukan konstruk yang tepat. Jika kamu sudah memiliki gambaran tentang hal yang ingin kamu jadikan topik penelitian, sebaiknya kamu mulai mencari tahu serba serbi tentang konstruk yang berhubungan dengan topik tersebut. Pengetahuan akan konstruk juga dapat membantu kamu untuk menentukan metode apa yang akan kamu gunakan untuk mengumpulkan data. Jika merasa sudah mantap dengan konstruk tersebut, kamu pun bisa mulai menyicil bagian landasan teoritis.

 

3. Cari tahu sistem pengambilan mata kuliah skripsi di fakultasmu.

via blog.seagate.com

via blog.seagate.com

Setiap fakultas memiliki ketentuan tersendiri terhadap proses pengambilan mata kuliah skripsi. Ada fakultas yang mengharuskan seminar (pengerjaan draft penelitian/bab I) terlebih dahulu sebelum skripsi, tetapi ada juga yang seminarnya dapat dilakukan setelah penelitian selesai. Pastikan kamu tahu kapan waktu yang paling cepat untuk dapat mengambil mata kuliah skripsi. Kamu jadi bisa lebih waspada dan tidak ketinggalan berita untuk mengikuti kelas lokakarya skripsi jika kebetulan ada dosen yang memfasilitasi kelas tersebut.

 

4. Pilih dosen pembimbingmu dengan tepat.

via www.wisegeek.com

via www.wisegeek.com

Selain proses pengerjaan skripsi, cara penentuan dosen pembimbing pun biasanya beragam pada tiap fakultas. Ada yang ditentukan lewat pendekatan pribadi mahasiswa terhadap dosen, ada juga yang diatur oleh sistem sekertariat. Ada baiknya kamu mencari tahu sistem penentuan dosen pembimbing yang berlaku di fakultasmu sebelum masa skripsi dimulai. Jika di fakultasmu berlaku pendekatan pribadi mahasiswa, maka kamu bisa mulai mengenal calon dosen pembimbingmu lebih awal. Cobalah cari tahu minat dan topik yang menarik baginya, apakah sesuai dengan topikmu atau tidak, dan cari tahu apakah cara kerja kalian cocok dan sesuai atau tidak. Jangan sampai kamu terlambat menyadari ketidakcocokan kalian setelah proses pengerjaan skripsi berjalan beberapa lama. Takutnya kamu tidak dapat bertahan dan akhirnya malah harus mengganti topik/dosen pembimbing lain.

 

5. Biasakan menulis menggunakan gaya penulisan ilmiah.

via rumahnegeriku.com

via rumahnegeriku.com

Masalah bahasa atau penuturan kata dalam skripsi juga kadang menjadi bulan-bulanan mahasiswa skripsi. Pasalnya, kebiasaan menulis dengan gaya bebas seperti di dalam blog, buku harian, atau artikel, membuat mahasiswa tidak menyadari kesalahan-kesalahan baku yang mereka lakukan dalam penulisan skripsi. Bukan hanya membuat pusing dosen pembimbing, terkadang imbasnya juga dirasakan oleh mahasiswa tersebut. Pengerjaan skripsi yang seharusnya sudah dapat diramalkan akan selesai pada hari tertentu menjadi tertunda karena masalah penulisan bahasa yang tidak tepat. Parahnya lagi, ketidakmampuan menulis secara ilmiah juga dapat membuat pembaca skripsi menjadi salah paham karena adanya kalimat-kalimat yang ambigu dalam skripsi. Selama kuliah, sebaiknya biasakan dirimu menulis dengan gaya penulisan ilmiah pada tugas-tugasmu, agar nantinya dapat mengurangi kesalahan penulisan pada skripsi.

Dengan melakukan hal-hal di atas, niscaya kamu akan jadi lebih mantap dalam persiapan skripsimu. Persiapan yang mantap akan membantumu melalui proses pengerjaan skripsi dengan lebih lancar. Selamat mencoba, dan semoga sukses skripsinya!


featured images via thesisbound.ie