6 Hal yang Harus Kamu Perhatikan Sebelum Membeli Pewarna Bibir


Istilah pewarna bibir mungkin bukanlah istilah yang umum digunakan. Kebanyakan orang mengenal pewarna bibir ini sebagai lipstick. Masalahnya, saat ini pewarna bibir tidak hanya muncul dengan bentuk batangan atau stick, tapi sudah ada dalam beragam kemasan, bentuk, dan tekstur. Produk-produk pewarna bibir ini sangat digemari karena bertambahnya ragam bentuk, tekstur, serta pilihan warna yang tersedia. Tak dapat dipungkiri, pewarna bibir memang salah satu alat rias yang cukup dominan menghiasi wajah-wajah cantik para wanita.

Banyaknya minat pada pewarna bibir ini salah satunya juga dilatarbelakangi oleh ketersediaan sejumlah merk yang datang dari luar negeri. Banyak toko online yang menjajakan sejumlah ragam dari pewarna bibir “interlokal” tersebut. Salah satu masalah produk toko online biasanya terjadi karena ketidaksesuaian produk yang ditampilkan dengan yang aslinya. Masalah lain dapat muncul karena pelanggan tidak dapat mencoba barang yang dijual terlebih dahulu sehingga kurang mengetahui kesesuaian produk dengan dirinya.

Banyak pilihan yang menarik, tapi takut nggak cocok. Lantas, bagaimana dong?

Nah, berikut ini ada 6 hal yang harus kamu perhatikan sebelum membeli pewarna bibir.

1. Tekstur dan tampilan

Zaman dulu mungkin kita hanya mengenal pewarna bibir yang akrab disebut lipstick, dengan bentuk standar seperti tabung kecil yang dapat diputar. Teksturnya pun sepertinya hanya satu, yaitu tekstur seperti crayon. Ketika dipoles di bibir, hasilnya akan terlihat basah dan mengilap. Berbeda dengan sekarang karena kini pewarna bibir memiliki bermacam-macam bentuk dan tekstur.

hal yang harus kamu perhatikan sebelum membeli pewarna bibir

via www.eyecandys.com

Ada pewarna bibir yang teksturnya seperti crayon, ada yang cair dan kental serta creamy, cair dan mengilap (lip gloss) ada juga yang bening seperti air tapi agak kental (lip tint), bahkan ada juga yang seperti balsem (lip balm) atau mentega (lip butter). Ketika dipoles, hasilnya pun beragam; basah/lembap, mengilap (glossy), atau matte (kering dan tidak mengilap). Semua tekstur itu memang diperuntukkan pada keperluan yang berbeda-beda. Sebelum membeli pewarna bibir, kenali kebutuhan kamu; akan kamu gunakan untuk keperluan apa, kamu lebih nyaman dengan tekstur dan tampilan yang seperti apa, apakah tidak masalah bagi kamu jika mengecap di gelas, dan sebagainya.

2. Warna

Banyak pewarna bibir dengan warna-warna yang menggiurkan terpampang di toko-toko online. Tapi jangan buru-buru tergiur, karena seringkali foto katalog yang dipampang belum tentu 100% sama dengan warna aslinya. Ada baiknya kita melihat terlebih dahulu video-video review pewarna bibir terkait, yang didalamnya sering termasuk bagian “swatches” atau pemaparan warna di bibir secara langsung. Video seperti ini mudah ditemukan kok, dan kamu jadi bisa menilai warna aslinya seperti apa. Baru deh setelah itu kamu cocokkan dengan warna kulit kamu!

3. Ketahanan

Berikutnya, kamu perlu memeriksa apakah pewarna bibir yang hendak kamu beli tahan lama atau tidak; apakah akan hilang setelah 1-2 jam, setelah makan, atau tidak hilang meski dipakai saat makan? Ketahanan ini penting karena akan memengaruhi aktivitas kamu. Jika kamu bukan orang yang suka repot-repot untuk ke kamar mandi dan melakukan touch up, pewarna bibir yang tidak begitu tahan lama malah akan jadi merepotkan kamu.

via femalist.com

via femalist.com

Carilah lipstick yang ketahanannya sesuai dengan yang kamu butuhkan. Kecuali shade warna yang kamu inginkan benar-benar tidak ada di seri/merk pewarna bibir yang ingin kamu beli, baru deh kamu pertimbangkan bagaimana jika ketahanannya berbeda dengan yang kamu inginkan.

4. Harga

haruga

via www.heartbowsmakeup.com

Sesuaikan juga harga pewarna bibir dengan kantongmu. Biasanya ada kok pilihan warna yang cenderung sama dengan merk yang harganya lebih murah. Kalau kamu merasa sangat memerlukan pewarna bibir dengan tekstur tertentu dalam waktu dekat, coba cari merk lain yang lebih murah dengan kualitas dan hasil yang tidak jauh berbeda.

5. Pigmentasi

via www.cnnindonesia.com

via www.cnnindonesia.com

Pemahaman pigmentasi sebetulnya merujuk pada seberapa tebal warna yang dikeluarkan pewarna bibir tersebut ketika dipoles di bibir. Apakah dengan sekali poles warna yang dikeluarkan sudah sesuai dengan warna yang terlihat dari kemasan atau tidak. Atau ternyata butuh beberapa kali poles baru warnanya sesuai. Ini perlu diperhitungkan juga, karena tebal tipisnya atau boros tidaknya pemakaian pewarna bibir dapat ditakar dari segi pigmentasi ini.

6. Kemasan dan aplikator

via www.hellosasyachi.com

via www.hellosasyachi.com

Kemasan dan aplikator mungkin bukan hal utama yang menjadi penentu apakah sebaiknya kita membeli pewarna bibir tersebut atau tidak. Meskipun demikian, kedua hal ini tetap perlu diperhatikan agar menunjang kenyamanan penyimpanan kosmetik serta kenyamanan dalam menggunakan. Jangan lupa perhatikan waktu kadaluarsanya, yang biasanya sekitar 1-2 tahun atau tertulis 12M/24M (12/24 months) pada kemasan.


Bagaimana, sudah siap memilih pewarna bibir favoritmu? Selamat berbelanja!