Mari Lebih Cermat Memperhatikan Simbol di Produk Plastik

simbol di produk plastik via gayatrigouda.blogspot.com
via gayatrigouda.blogspot.com

Sadarkah kamu bahwa bumi yang kita huni ini semakin lama semakin rusak? Bagaimana tidak. The Plastic Age, atau yang disebut-sebut sebagai era ketika dunia tidak bisa terlepas dari konsumsi produk plastik, bahkan hampir tidak bisa dikendalikan.

Meski telah mencuri banyak perhatian sejak tahun 1950, ternyata dampak memprihatinkan dari The Plastic Age seolah tidak terselesaikan. Bahkan, justru semakin parah. Orang-orang tahu dan sadar bahwa setiap sudut di bumi tidak mungkin bebas dari sampah plastik. Kendati demikian, tetap saja tidak banyak yang tergerak untuk meminimalisasikannya.

 

simbol di produk plastik via npr.org

via npr.org

 

Coba saja hitung produk plastik yang ada di sekitarmu dan kamu gunakan setiap harinya. Mulai dari kantong plastik saat berbelanja, tempat bekal dari wadah plastik, tirai shower di kamar mandi dalam rumahmu, aksesoris pelindung handphone, dan berbagai jenis plastik lainnya pasti tidak sulit kamu temukan.

Begitu banyaknya produk plastik di sekelilingmu ternyata punya dampak yang cukup serius lho. Bukan hanya bagi lingkungan, tapi juga bagi kesehatanmu. Oleh sebab itu, kamu harus cermat memperhatikan simbol di produk plastik yang kamu gunakan.

Perhatikan angka yang tertera di dalam logo segitiga daur ulang pada permukaan produk plastik. Jika sudah, pahami arti angka tersebut agar kamu tahu bagaimana penggunaan yang baik untuk produk-produk itu.

Di bawah ini, Nyoozee akan memberimu informasi sekaligus panduan untuk menggunakan berbagai produk plastik dengan bijak:

 

1. Polyethylene Terephthalate (PET/PETE)

simbol di botol plastik via fosimpe.com

via fosimpe.com

Polyethylene Terephthalate (Polietilena Tereftalat) yang biasa disingkat PET/PETE, adalah sebuah resin plimer plastik yang berasal dari kelompok poliester.

Jenis plastik PETE ini punya karakteristik berwarna jenih atau transparan. Sehingga, jenis plastik ini biasa digunakan sebagai kemasan botol air minum, botol jus, botol saus, botol kecap, atau wadah penyimpan makanan yang diawetkan.

Rekomendasi penggunaan: Simbol di produk plastik bernomor 1 sangat dianjurkan untuk digunakan sekali pakai. Hindari sinar matahari langsung dan penggunaan untuk menyimpan air hangat, apalagi air panas. Hal tersebut bisa membuat lapisan polimer (yang mengandung antimoni trioksida) di plastik tersebut meleleh.

Bisa bahaya lho apabila lelehannya tidak sengaja ikut terkonsumsi dan masuk ke dalam tubuh manusia. Kenapa? Karena dampaknya bisa mengganggu kondisi psikologis (mendorong sindrom kecemasan) dan psikis manusia (iritasi kulit dan pernafasan).

Alternatif lain yang lebih ramah lingkungan: Bawa botol minummu sendiri! Selain lebih aman dan lebih bersih, kamu juga bisa lebih hemat. Apalagi kalau kamu membawa self-filling water bottle.

Oh iya, usahakan juga untuk mengurangi konsumsi produk-produk berwadah plastik ya. Produk makanan atau minuman dengan kemasan plastik kan biasanya juga menggunakan zat pengawet yang tidak sehat bagi tubuhmu. Apalagi jika dikonsumsi rutin.

 

2. High Density Polyethylene (HDPE)

simbol di produk plastik via tradeindia.com

via tradeindia.com

Berbeda dengan jenis plastik nomor 1, plastik yang ini punya karakteristik lebih kuat, lebih keras, berwarna buram (tidak transparan), dan lebih tahan terhadap suhu tinggi (kondisi hangat atau panas). Jenis plastik HDPE ini juga punya kemampuan mencegah reaksi kimia antara kemasan dengan makanan atau minuman yang di dalamnya.

Produk plastik golongan nomor 2 biasa digunakan untuk botol susu segar, botol cairan pembersih lantai, botol shampoo dan sabun, atau berbagai produk lainnya.

Rekomendasi penggunaan: Penggunaan untuk plastik bernomor 2 tidak jauh berbeda dengan plastik bernomor 1. Plastik golongan ini sangat dianjurkan untuk hanya digunakan sekali pakai.

Kenapa? Karena seiring waktu akan ada pelepasan senyawa antimoni trioksida yang meningkat dari plastik ini. Senyawa ini tidak baik untuk tubuhmu. Selain itu, HDPE juga bisa melepaskan senyawa estrogenik yang bisa mengganggu hormon dalam tubuh manusia.

Alternatif lain yang lebih ramah lingkungan: Kalau kamu memang harus membeli produk dengan plastik bernomor 2, biasakan membeli dalam kemasaan jumbo. Ini setidaknya akan mengurangi konsumsimu terhadap jumlah plastik HDPE.

Selain itu, usahakan juga melakukan recycle terhadap plastik-plastik ini ke wujud yang lebih berguna. Menjadi wadah untuk mengorganisasikan kabel charger, misalnya.

 

3. Polyvinyl Chloride (PVC)

simbol di produk plastik via chqualitycoins.com

via chqualitycoins.com

Polyvinyl Chloride (Polivinil Klorida) atau yang biasa disingkat sebagai PVC adalah polimer termoplastik yang punya karakteristik tahan lama, mudah dirangkai, dan relatif murah. Jika kamu menemukan nomor 3 sebagai simbol di produk plastik yang kamu gunakan, artinya produk itu adalah PVC.

PVC adalah jenis plastik yang sangat sulit untuk didaur ulang. Plastik ini biasa digunakan untuk bungkusan makanan, mainan plastik, tas plastik, bahkan hingga selang.

Rekomendasi penggunaan: Berhati-hatilah, karena PVC mengandung DEHP (dietilheksil ftalat) yang merupakan komponen pelembutnya. Ftalat ini bisa mengganggu hormon manusia. Bahkan bisa memberikan dampak alergi, asma, dan autisme pada balita dan anak-anak.

Alternatif lain yang lebih ramah lingkungan: Untuk pembungkus makanan, coba deh beralih ke bahan-bahan yang lebih alami. Misalnya, daun pisang. Lebih aman, kan?

 

4. Low Density Polyethylene (LDPE)

simbol di produk plastik via greenveg.com

via greenveg.com

Low Density Polyethylene (polietilena berdensitas rendah) atau yang biasa disingkat sebagai LDPE adalah termoplastik yang dibuat dari minyak bumi. Plastik golongan 4 ini biasa digunakan untuk membuat kantong plastik belanjaan, tempat CD, bahan pakaian, juga beberapa bagian untuk furnitur.

Rekomendasi penggunaan: Sama halnya dengan simbol produk plastik nomor 2, seiring waktu LDPE  akan melepaskan senyawa antimoni trioksida. Oleh sebab itu, segera daur ulang ketika kamu sudah tidak menggunakan benda-benda ini ya!

Alternatif lain yang lebih ramah lingkungan: Mari mulai membatasi penggunakan kantong plastik belanja dengan tas kreasimu sendiri!

 

5. Polypropylene (PP)

simbol di produk plastik via greenveg.com

via greenveg.com

Polypropylene (polipropilena) atau yang biasa disingkat sebagai PP adalah polimer termoplastik yang punya karakteristik kuat, tangguh, ringan, dan tahan terhadap panas. Polipropilena bisa didaur ulang, tapi non-biodegradable. Biasanya bahan ini digunakan untuk membuat ember, botol plastik, sedotan, pita, tali, juga masker yang biasa diberikan oleh ojek daring.

Rekomendasi penggunaan: Jenis plastik ini memang paling aman untuk digunakan, terlebih lagi untuk kebutuhan dapur. Tapi, sekalipun ini aman, batasi penggunaannya ya!

Alternatif lain yang lebih ramah lingkungan: Kalau kamu adalah pengguna setia masker gojek yang terbuat dari polipropilena, coba pertimbangkan untuk beralih ke masker yang biodegradable deh.

 

6. Polystyrene (PS)

simbol di produk plastik via recyclecare.com.au

via recyclecare.com.au

Polystyrene (polistirena) atau yang biasa disingkat sebagai PS adalah polimer yang dibuat dari hidrokarbon cair yang berasal dari minyak bumi. Karakteristiknya tahan air, tapi rapuh dan mudah terbakar. Jenis plastik bergolongan 6 ini umumnya berwujud stereofoam.

Rekomendasi penggunaan: Sebenarnya jenis plastik ini kurang aman untuk dijadikan sebagai wadah untuk minum atau makan. Tapi, kalau kamu terpaksa menggunakannya, gunakan satu kali saja ya!

Tambahkan kantong plastik tipis sebagai tatakan agar stereofoam tidak bersentuhan langsung dengan makanan atau minumanmu. Ini untuk menghindari komponen styrene bercampur di makanan atau minumanmu itu. Selain itu, hindari juga mengisinya dengan makanan, minuman, atau benda-benda bersuhu tinggi ya.

Alternatif lain yang lebih ramah lingkungan: Lebih baik bawa tempat makan atau tempat minum sendiri. Dengan begitu kamu bisa meminimalisasikan potensi penggunaan stereofoam sehari-hari.

 

7. Jenis Lainnya

simbol di produk plastik via zerowasteweek.co.uk

via zerowasteweek.co.uk

Ada 4 macam golongan yang termasuk ke dalam jenis plastik nomor 7 ini. Beberapa di antaranya yaitu, SAN (Styrene Acrylonitrile), ABS (Acrylonitrile Butadienestyrene), PC (Polycarbonate) dan Nylon.

SAN biasa dipakai untuk mangkuk mixer, pembungkus termos, penyaring kopi, juga sikat gigi. Sedangkan ABS biasa digunakan sebagai bahan mainan dan pipa. Berbeda dengan PC yang biasa digunakan untuk botol minum dan galon air, Nylon biasa digunakan untuk pakaian atau sepatu.

Rekomendasi penggunaan: Bahan bernomor 7 dengan keterangan SAN atau ABS, adalah jenis plastik yang cukup baik untuk kemasan makanan atau minuman. Tapi batasi pemakaian agar jangan terlalu lama.

Untuk yang berjenis PC dan berbentuk botol, ingat untuk tidak menuangkan air hangat ke dalamnya ya. Kalau plastik jenis nylon, sepertinya bisa kamu gunakan dengan aman kalau kok kalau berwujud sebagai pakaian atau sepatu.

Alternatif lain yang lebih ramah lingkungan: Karena penggunakan plastik bernomor 7 cukup sulit dihindari, Nyoozee hanya berharap kamu mampu dengan bijak membatasi jumlah penggunaannya.

 

Yuk, bijak menggunakan produk-produk plastik!

 


featured image via gayatrigouda.blogspot.com