Tips Berburu Penginapan Murah di Ubud


via ghmhotels.com

Liburan akhir tahun sudah di depan mata! Bagi kamu yang sudah berencana liburan ke Bali, apakah kamu adalah salah satu orang yang berpikir seperti ini?

“Kalau gue ke Bali, gue mau nginep di Kuta atau Denpasar aja daripada di Ubud. Hotelnya mahal-mahal!”

Well, bagi orang yang tidak terlalu paham perbandingan harga ketika berkelana di berbagai daerah di Pulau Dewata, mungkin ini aneh kedengarannya. Ubud bukan daerah padat, tidak punya kekayaan alam yang biasanya identik dengan Bali (baca: pantai). Bentuknya desa pula, bukan kota besar. Kenapa bisa mahal?

Ubud memang desa . Namun, karena keunikan dan kemasyhuran-nya sebagai area seni Indonesia yang otentik, bisalah desa ini disebut desa elit yang banyak didatangi turis domestik dan internasional. Di Ubud tidak terlalu banyak pendatang. Rumah-rumah yang ada pun masih sangat banyak yang bergaya Bali asli. Berbeda dengan Denpasar dan Kuta yang arsitekturnya sudah lebih modern dan minimalis; khas kota besar.

Dari segi jumlah, rumah atau penginapan yang bisa dijadikan tempat bersinggah pun relatif lebih sedikit dibanding di kota. Dengan penawaran suasana Bali asli, kuantitas tempat penginapan yang tidak terlalu banyak, dan tempat yang agak terpencil namun sangat populer, rasa-rasanya wajar ya kalau penginapan di Ubud terbilang mahal.

 

 

Meski demikian, tenang saja. Kamu masih bisa dapat penginapan yang murah di Ubud! Tidak ada yang mustahil, asalkan kamu tau cara mencari tempat penginapan di Ubud dengan strategi cerdik. Salah satu cara cerdik yang bisa kamu lakukan adalah menyimak berbagai tip menari penginapan murah di Ubud berikut.

 

Carilah penginapan yang tidak persis di pusat keramaian, tapi masih sangat dekat dari tempat-tempat terkenal

Jalan Raya Ubud, Jalan Hanoman, dan Jalan Monkey Forest adalah ‘segitiga emas’ Ubud. Semua penginapan dan homestay di sini sudah barang tentu relatif mahal dibandingkan tempat lain. Begitu pula restoran, tempat makan, dan tempat belanjanya. Meski demikian, pada dasarnya Ubud bukanlah daerah besar. Jadi, tidak masalah kalau kamu tinggal beberapa kilometer lebih jauh dari tiga jalan besar tersebut. Selain akan mendapat tempat dengan harga yang lebih murah, kamu bahkan bisa menikmati pemandangan indah Ubud saat pergi ke area pusat dengan sepeda motor.

Nah, salah satu tempat ‘pinggiran’ di Ubud yang direkomendasikan beserta pilihan akomodasinya adalah: Sayan dan Tebongkang.
Berjarak sekitar 3–4 kilometer dari Jalan Raya Ubud, area ini sesungguhnya istimewa. Ia dekat dengan pusat kota, tapi masih dikelilingi sawah-sawah luas. Tidak padat dengan turis, tapi tempat ini relatif mudah dijangkau.

Di Sayan, ada beberapa hotel dan tempat penginapan besar, bermerek, dan mahal. Namun, jenis akomodasi yang mendominasi adalah homestay atau kos-kosan yang berlokasi persis di dalam rumah penduduk lokal. Biasanya tempatnya luas, dikelilingi sawah, pemandangannya jauh lebih indah, dan tidak terlalu padat . Meski memiliki keuntungan-keuntungan tersebut, harganya tidak terlalu mahal seperti di (tengah) Ubud. Rajin-rajin mencari penginapan di daerah ini ya!

Rekomendasi: Amaluku Homestay, Kos Accommodation in Sayan Kutuh

 

Tetap mau tinggal di pusat kota dengan biaya akomodasi yang murah? Pesanlah shared room!

Hostel Ubud via booking.com

Khas backpacker! Tipe penginapan ini memberikan sensasi dan ‘petualangan’ sendiri bagi kamu yang memang ingin bertemu dengan banyak teman baru di perjalanan ke Ubud. Harganya sangat murah jika dibandingkan dengan penginapan biasa. Semua fasilitas biasanya akan di-share dengan penyewa lain. Kamu bukanlah menyewa 1 kamar, namun 1 ranjang saja di ranjang bertingkat!

Karena ketersediaannya sangat banyak, jenis penginapan ini juga cocok bagi kamu yang merencanakan perjalananmu secara dadakan. Keuntungannya lagi,  tipe penginapan seperti ini memungkinkan kamu untuk mendapatkan harga akomodasi murah di pusat kota Ubud!

Rekomendasi: The Style Ubud Hostel di Jalan Hanoman, Ubud Market Hostel di Jalan Karna (dekat Pasar Ubud), Hostel Ubud di Jalan Dewi Sita (antara Jalan Monkey Forest dan Jalan Hanoman)

 

Tips pencarian internet: cek Booking.com, blog pribadi, dan Facebook

via facebook.com

Banyak situs-situs yang memuat informasi tentang hotel dan akomodasi yang tersedia di Ubud. Tapi biasanya situs-situs itu hanya memuat akomodasi dengan harga yang relatif mahal. Tidak semua penginapan bisa mendaftar ke sana. Beberapa alasannya adalah karena keterbatasan bahasa dan akses, tidak menerima pembayaran dengan kartu kredit, dan sebagainya.

Jadi, rajin-rajinlah mengecek laman Facebook. Di sana perjanjian sewa ruangannya jauh lebih informal dan langsung ke pemilik, tanpa perantara. Harganya pun bisa lebih murah.

Meski begitu, kalau kamu tetap ingin mengecek situs yang lebih resmi atas alasan keamanan dan preferensi personal, Booking.com dan Traveloka adalah beberapa contoh situs yang memuat banyak akomodasi murah. Jangan lupa juga untuk melakukan pencarian manual ya. Sangat banyak tempat bagus dan murah yang tidak ada di internet lho!

 

Negosiasikan harga

via tropicalisland.de

Nah, ini istimewanya penginapan di sekitar Ubud. Kamu sangat bisa menegosiasikan harga dengan pemiliknya, terutama jika kamu menginap dalam jangka waktu yang lama. Sebuah homestay di Jalan Hanoman dengan harga Rp 270.000 per malam di situs pencari akomodasi bisa bersedia memberikan harga Rp 2.000.000 per bulan ketika ditawar. Kalau kamu berencana menghabiskan waktu yang lama di Ubud, sudah tentu penawaran-penawaran macam ini akan sangat menguntungkanmu.

Tip lokal: jangan lupa bawa temanmu yang orang Bali untuk melakukan tawar menawar dengan bahasa Bali. Biasanya, ini bisa memperlancar proses penawaran . Kamu pun bisa mendapat harga yang lebih murah!

 

Sudah siap berkelana di Ubud dengan harga yang terjangkau? Yuk!

 


 

Featured image via www.ghmhotels.com