Cara Praktis Menyalakan Arang Menjadi Bara


via socialpronline.wordpress.com

Wacana bakar-bakar barbeque selalu muncul setiap menjelang lebaran kurban dan tahun baru. Biasanya akan ada daging, ikan, atau jagung sebagai santapan utama. Menyenangkan sekali bercengkerama bersama kerabat sambil menikmati malam ditemani hidangan hangat hasil kerja keras sendiri.

Namun dalam wacana itu selalu muncul isu yang menjengkelkan: sulitnya menyalakan arang supaya menjadi bara api. Perlu beberapa personel turun tangan demi menyalakan api. Akhirnya, beberapa menyerah, dan ternyata dalam perkumpulanmu hanya ada satu orang yang bisa menyalakan bara.

Sebetulnya membuat bara dari arang itu tidaklah sulit. Hanya memang butuh beberapa teknik khusus agar kamu tidak mengulangi pekerjaan yang sama berkali-kali. Berikut Nyoozee paparkan cara-cara yang bisa kamu tempuh untuk menyalakan bara.

 

Susun Arang dalam Bentuk Piramida

via ibubercahaya.com

via ibubercahaya.com

Mungkin trik ini perlu sedikit keahlian. Jika menatanya satu persatu akan sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Agar lebih cepat, arang yang biasanya dikemas dalam plastik itu kamu tuang ke tengah pemanggang sedikit demi sedikit. Saat dirasa sudah cukup, sisakan sedikit potongan arang di bagian puncak, tepat di bagian tengah pemanggang.

Banyak orang yang masih belum menggunakan teknik tumpukan piramida ini, sehingga memakan lebih lama waktu dalam membakar arang. Dengan menata arang seperti ini, nantinya arang berada di pusat piramida itu lebih cepat membentuk arang karena tidak tertiup angin. Selain itu, posisi arang berbentuk piramida akan memudahkan api menyebar sampai ke pucuknya.

 

Semprotkan Arang dengan Sedikit Minyak Tanah

via tokopedia.com

via tokopedia.com

Minyak tanah lebih disarankan daripada bensin. Bensin lebih cepat menguap ke udara, sehingga akan membuatmu kesulitan membakarnya. Akan tetapi jangan pula terlalu banyak menyiram arang dengan minyak tanah, sebab akan menghasilkan banyak asap. Selain itu, pemberian minyak berlebihan akan membuat arang menjadi bau dan menurunkan kualitas baranya.

Akan lebih baik jika kamu memiliki sebotol lighter fluid, yang biasa digunakan untuk mengisi ulang korek gas. Selain tidak cepat menguap, api yang dihasilkan pun tidak sebesar yang dihasilkan minyak tanah.

 

Diamkan Arang Selama 2-3 Menit

Sifat arang kayu mudah menyerap cairan yang masuk. Oleh karena itu, disarankan untuk mendiamkan arang yang telah diberi minyak selama dua-tiga menit. Ini akan membuat minyak lebih meresap sehingga tidak mudah padam. Pembakaran pun semakin merata hingga ke dalam arang.

 

Semprotkan Lagi Sedikit Minyak Tanah Sebagai Pemantik

Tidak perlu ke seluruh bagian, namun hanya di satu dua sisi dengan sekali semprotan kecil saja. Tahap ini hanya untuk memantik api supaya menyala lebih mudah. Jika menyemprotnya terlalu banyak, efek dari api yang menyala bisa membahayakanmu nantinya.

 

Nyalakan Apinya

menyalakan arang via westernbbqproduct.com

via westernbbqproduct.com

Disarankan menggunakan pemantik api bergagang panjang. Atau jika tidak punya, kamu bisa menggunakan gulungan koran yang diberi api. Saat pemantikmu sudah menyala, arahkan ke dua titik sampai api benar-benar menyala.

Biarkan arangnya meredup dengan sendirinya, jangan kamu berikan lagi minyak ke atasnya. Jika kamu melakukan tahap sebelumnya dengan benar, maka saat api mulai meredup kamu akan melihat asap dari tengah tumpukan, dan tampak warna putih dari permukaan arang. Itu berarti arangnya sudah aktif. Hanya tinggal menunggu sampai menyebar ke semua titik.

 

Sebarkan Arang dari Tumpukan Jika Permukaan Seluruh Arang Sudah Memutih

via fireandflavor.com

via fireandflavor.com

Jika sudah berhasil di tahap sebelumnya, maka akan terlihat bagian dalam dari tumpukan arang memerah. Bara itu akan menyebar sampai ke permukaan tumpukan. Saat seluruh arang sudah memutih, kamu bisa menyebarkannya secara merata di atas pemanggang.

 

Kipasi untuk Mempercepat Ratanya Bara

via youtube.com

via youtube.com

Gunakan kipas tangan. Jika menggunakan kipas elektrik, hembusannya tidak terpusat ke titik arang yang membara. Sebagai catatan pula, kipas ini hanya untuk membantu mempercepat kerjamu. Jika kamu sudah melihat api yang menjilat-jilat di atas bara, artinya arang itu sudah sepenuhnya jadi bara. Kamu hanya tinggal menunggu 5-6 menit sampai ia menular ke seluruh arang di atas pemanggang.

Mengipasi arang juga ada teknik khusus. Jangan beri angin dari atas bara, akan tetapi arahkan dengan agak menyamping. Dengan mengarahkannya dari atas justru tidak membuat apinya menyebar; malah akan mematikannya seketika.

 

Tambahkan Arang Secara Teratur Saat Arang yang Membara Mulai Menjadi Abu

via youtube.com

via youtube.com

Jangan tunggu sampai bara arangmu habis. Lebih baik menambahkannya saat arang sudah mulai mengecil dan berubah menjadi abu. Dengan begitu kamu punya waktu untuk mengaktifkan lagi arang yang baru. Dalam waktu normal, dibutuhkan 5-10 arang setiap 30 menitnya. Tapi tidak ada salahnya menambahkan arang jika kamu butuh lebih banyak api. Lebih banyak arang, maka lebih banyak api yang kamu hasilkan.

 


Feature Image via socialproline.wordpress.com