Menciptakan Ekosistem Bernilai Seni di Rumah dengan Terarium


via thenest.com

Sebelum memasuki liburan, Nyoozee pernah menuliskan rekomendasi kegiatan untuk kamu yang introver juga ekstrover. Sebagai alternatif untuk yang ingin menghabiskan waktunya di rumah saja, Nyoozee juga telah merekomendasikan beragam serial drama mulai dari serial Hollywood, Asia, India, Jepang hingga Anime. Tontonan-tontonan tersebut bisa kamu tamatkan dengan santai selama liburan ini sambil menghabiskan persediaan cemilan di rumah.

Jika kamu takut melupakan dunia luar karena keasyikan berhari-hari di depan layar, Nyoozee juga punya rekomendasi kegiatan selain menonton lho. Salah satu kegiatan yang paling direkomendasikan adalah berkebun. Meski tampaknya berkebun lebih banyak dilakukan oleh para orangtua, tapi tidak sedikit juga anak muda yang mulai menekuni kegiatan ini. Mereka melakukannya demi mengembangkan hobi atau semata-mata demi membuat lingkungan jadi asri.

 

Sekarang banyak komunitas yang mengajak anak muda untuk berkebun via indonesiaberkebun.org

Sekarang banyak komunitas yang mengajak anak muda untuk berkebun via indonesiaberkebun.org

 

Sebenarnya, berkebun sangat menarik untuk dilakukan, hanya saja ketiadaan lahan sering menjadi keterbatasan. Apakah kamu juga terinspirasi untuk berkebun tapi mengalami kendala yang sama? Jika ya, kamu harus mencoba alternatif bertanam dengan terarium.

Apa sih terarium itu? Terarium adalah semacam teknik bertanam dalam sebuah wadah transparan, umumnya kaca. Dalam wadah transparan ini kemudian ditumbuhkan berbagai tanaman kecil yang dihias dengan bebatuan atau beragam aksesoris lainnya. Hiasan ini berfungsi untuk mempercantik wadah. Dengan begitu, wadah akan tampak seperti miniatur taman.

 

Terarium via pinterest.com

via pinterest.com

 

Terarium sering dikatakan sebagai biosfer buatan yang paling alami. Sebab, proses dan fungsi biologi yang terjadi dalam wadah ini mirip dengan proses yang berlangsung di alam. Metode bertanam ini mampu merepresentasikan kondisi alam sesuai dengan ekosistem yang ingin kamu kembangkan. Oleh sebab itu, jika kamu punya cita-cita untuk memelihara semua ekosistem yang ada di dunia, dengan terarium kamu bisa mewujudkannya. Kamu bisa memelihara dari ekosistem gurun, sabana, stepa, hingga hutan hujan tropis.

Sebelum menentukan tema atau jenis ekosistem apa yang ingin kamu kembangkan, terlebih dulu kamu harus mengetahui dengan cermat jenis-jenis terarium. Hal ini agar kamu tidak salah pilih komposisi dan bisa memelihara kelangsungan hidup ekosistem di dalamnya dengan baik.

Sesuai dengan bentuknya, terarium dibagi menjadi dua: tertutup dan terbuka. Kamu pasti sudah dapat membayangkan bentuk dua terarium ini. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing yang dapat kamu jadikan pertimbangan.

 

Berbagai jenis wadah terarium via twigterrariums on flickr.com

Berbagai jenis wadah terarium via twigterrariums on flickr.com

 

Terarium tertutup punya kelebihan dalam hal penyiraman. Jenis wadah yang tertutup membuatnya tidak membutuhkan penyiraman secara rutin. Kelembaban udara di dalamnya sudah tergolong konstan. Terjadi siklus air berupa respirasi dan evaporasi yang terus berlanjut sehingga membuat kelembabannya relatif stabil. Di sisi lain, kelebihan ini membuat siapapun yang ingin memelihara terarium tertutup harus berhati-hati memilih jenis tanaman yang akan dimasukan. Sebab, tidak semua tanaman mampu bertahan lama dengan kelembaban yang relatif konstan.

Pilihan lainnya adalah jenis terarium terbuka. Jenis yang satu ini punya kelebihan berupa variasi tanaman yang lebih beragam. Peningkatan suhu yang terjadi pada dinding kaca akibat penyinaran matahari pun dapat dikurangi. Kamu bisa melakukannya dengan meletakkan terarium di dekat jendela atau tempat lainnya yang terkena matahari langsung. Sayangnya karena bentuknya terbuka, kamu harus melakukan penyiraman lebih sering. Sebab, terarium jenis ini umumnya mengalami kehilangan air dalam jumlah banyak. Hal tersebut adalah akibat tidak adanya penutup yang menghalangi respirasi dan evaporasi.

 

Terarium terbuka via pinterest.com

Terarium terbuka via pinterest.com

 

Terarium tertutup via pinterest.com

Terarium tertutup via pinterest.com

 

Selain mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari bentuk terarium yang akan digunakan, kamu juga harus memperhatikan media di dalamnya. Hal ini penting bagi kamu yang ingin menekuni seni ekologi buatan satu ini. Media ini akan menunjang pertumbuhan tanaman dalam terariummu.

Kamu harus memastikan lebih dulu bahwa media yang kamu pilih punya kemampuan menyimpan cadangan air, menjaga kelembaban akar, dan memiliki pori-pori untuk siklus udara. Selain itu media tanam juga harus memiliki drainase yang baik serta mengandung unsur hara yang dibutuhkan berbagai jenis tanaman. Kamu bisa memilih arang kayu, arang batok, bahan organik berupa coco peat dan sphagnum moss, atau zeolit.

 

Memilih media terrarium yang tepat via refinery29.com

Memilih media yang tepat via refinery29.com

 

Bila sudah menentukan jenis ekosistem, bentuk, dan media yang akan digunakan, jangan lupa memperhatikan proses pemeliharaannya. Usahakan kamu menempatkan terarium pada lokasi yang mendapatkan cahaya ideal. Idealnya tanamanmu mendapatkan paparan sinar matahari tidak langsung dengan intensitas 70 persen. Jikalau kamu meletakkan terariummu dalam ruangan kedap cahaya, kamu bisa menggunakan lampu sorot berwarna kemerahan sebagai alternatif.

 

Letakkan terrarium dekat jendela atau yang terjangkau sinar matahari via lifehack.org

Letakkan dekat jendela atau yang terjangkau sinar matahari via lifehack.org

 

Untuk pemeliharaan melalui penyiraman, sangat disarankan bagi kamu untuk menggunakan hand sprayer. Dengan demikian desain terariummu secara keseluruhan tidak rusak akibat percikan air. Perhatikan juga volume airnya. Terarium tidak membutuhkan air yang banyak kok. Siklus hidrologi dalam wadah transparan ini berlangsung baik, jadi kamu tidak perlu melakukan penyiraman terlalu sering. Umumnya, terarium terbuka butuh penyiraman sekitar 3 hari sekali.

 

Siapa tahu kamu mau mencoba membuat taman seperti yang ada di film Alvin’s Harmonious World of Opposites atau karya seni miniatur ala Slinkachu?

 


Featured image via thenest.com