5 Hal yang Harus Kamu Pertimbangkan Sebelum Resign dari Pekerjaan

resign dari pekerjaan via linkedin.com
via linkedin.com

Dunia kerja tentu berbeda dengan dunia sekolah atau dunia kampus. Saat masih kuliah, mungkin kamu merasa banyaknya tugas dari dosen dan tuntutan skripsi adalah tekanan yang paling berat semasa hidupmu. Padahal ternyata itu belum seberapa. Apalagi jika dibandingkan dengan tekanan yang membuat kamu stres di kantor.

Saat memasuki dunia kerja, pasti ada saja yang membuatmu tertekan. Mulai dari rekan kerja yang menyebalkan, rasa suntuk dan kantuk yang suka menyerang di tengah waktu kerja, deadline yang terpaksa harus kamu kejar dengan begadang tiap malam, dan bos yang galak. Bisa juga karena lingkungan kerja yang kurang nyaman, gaji yang seringkali bermasalah, atau berbagai kemungkinan lainnya yang menurunkan semangatmu bekerja.

Nah, karena terlalu banyak hal yang membuatmu tidak semangat bekerja, akhirnya muncul dorongan untuk resign dari pekerjaan yang saat ini kamu tekuni. Kamu pun jadi ingin buru-buru pindah kantor. Berharap bisa mendapatkan semangat baru di tempat kerja yang baru.

Hal semacam ini sebenarnya wajar sih dialami oleh pekerja manapun. Begitupun dengan kamu. Tapi, sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk resign dari pekerjaan dan mengirimkan pengunduran diri kepada HRD di kantormu, ada baiknya kamu mempertimbangkan lima hal berikut ini:

 

1. Tingkat Stres yang Kamu Hadapi di Kantor

resign dari pekerjaan via intothespacebetween.com

via intothespacebetween.com

Coba kamu buat daftar hal yang sejauh ini telah membuatmu merasa tertekan di kantor. Lalu, urutkan dari hal-hal yang sangat membuatmu merasa begitu stres hingga yang sekadar membuatmu merasa sedikit terganggu. Setelah itu, coba kamu pikirkan matang-matang apakah hal yang membuatmu tertekan itu berlangsung lama atau sebenarnya hanya terjadi dalam periode tertentu saja.

Setelah mengkategorisasikan jenis stres yang kamu hadapi di kantor, coba kamu pikirkan mungkinkah kamu membicarakan hal yang telah menekanmu ini kepada rekan atau atasanmu.  Jika ya, mungkin kamu boleh berharap kamu akan mendapatkan jawaban atas tekanan yang kamu rasakan. Jika menurutmu tidak, coba kamu pikirkan lagi deh: Apakah hal yang membuatmu merasa tertekan layak kamu perjuangkan hingga kamu harus resign dari pekerjaan?

 

2. Proses yang Telah Kamu Lalui di Kantor

resign dari pekerjaan via elitedaily.com

via elitedaily.com

Yakin nih akan resign dari pekerjaan, setelah berbagai proses yang telah kamu lalui di kantor? Coba ingat-ingat kembali deh proses yang telah kamu jalani di kantor satu ini. Bagaimana pekerjaanmu telah mengubahmu, bagaimana rekan kerja membantumu menyelesaikan proyek-proyek di kantor, atau bagaimana atasan melatihmu dan mengembangkan profesionalitasmu.

Kalau kamu merasa kantormu cukup banyak memberikan sesuatu yang baik untuk pengembangan dirimu, mungkin kamu harus memikirkan ulang keputusan untuk resign dari pekerjaan. Tapi, kalau kamu merasa kamu sama sekali tidak bisa berkembang di kantor yang ini, berhenti dari pekerjaan bisa jadi solusi yang baik.

 

3. Jeda Kamu Pindah Kerja

resign dari pekerjaan via money.usnews.com

via money.usnews.com

Di lingkungan kerja, mungkin kamu mengenal segelintir orang yang acap kali berpindah-pindah kantor dalam jangka waktu yang cukup dekat. Orang seperti ini biasanya disebut sebagai ‘kutu loncat’ dan seringkali dianggap sebagai orang yang tidak loyal dengan pekerjaannya. Pokoknya, kutu loncat di lingkungan kerja dianggap tidak baik deh. Baik oleh perusahaan, atau rekan-rekannya.

Nah, kamu tentu tidak ingin seperti itu kan? Makanya, coba pertimbangkan lagi kurun waktu kamu bekerja di kantor sekarang ini dengan jeda saat kamu baru saja pindah dari kantor yang lama. Jangan sampai kamu dianggap kutu loncat ya! Bisa-bisa pamormu di dunia kerja menurun.

 

4. Passion dalam Dirimu

resign dari pekerjaan via enthralled.biz

via enthralled.biz

Ini adalah pertanyaan yang penting untukmu sebelum memutuskan untuk resign dari pekerjaan. Coba tanyakan ke dirimu sendiri apakah pekerjaan yang kamu lakukan saat ini telah merepresentasikan passion yang selama ini mendarah daging pada dirimu? Jika ya, kenapa kamu harus pergi meninggalkan pekerjaan ini? Apakah pekerjaan lainnya akan membantu menghidupi passion-mu ini?

Kalaupun jawabannya tidak, kamu tetap harus memikirkannya dengan hati-hati. Apakah kantor atau pekerjaan yang baru menawarkanmu untuk menjalani passion yang selama ini kamu cari?

 

5. Kata Hatimu

jjjj

Pertimbangan terakhir untuk menjawab apakah kamu perlu resign dari pekerjaan atau tidak ialah dengan mengetuk pintu hatimu sendiri. Coba biarkan hatimu menjawab: Apakah ini sudah saatnya?

 


featured image via linkedin.com