Menderita di Tanggal Tua? Nah…


Tubuhmu pasti sudah mengenal siklus makanan yang kamu santap tiap bulannya: makanan enak dari restoran di awal bulan, makanan warung pinggiran di tengah bulan, lalu makanan tipikal bekal dari rumah atau mie instan di akhir bulan.

Tenang, siapapun pasti bisa mengerti kalau dompet memang suka meraung-raung di hari-hari sebelum gajian. Hampir semua orang juga tau istilah “tanggal tua” dan bisa membayangkan kengeriannya. Meski begitu, tidak semua orang tau lho, cara menyiasatinya. Mungkin tidak menyelesaikan fenomena penderitaan kekurangan uang di tanggal tua, tapi bisa dicoba, lho!

1. Penyelesaian masalah pertama: berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Di awal bulan, irit-irit dulu, supaya di akhir bulan dompet nggak kesepian. Plis atuhlah.

Bolehlah, perbaikan gizi di hari gajian dengan cara makan di restoran enak, atau sesekali makan di luar dengan teman-teman, tapi sesuaikan pengeluaranmu. Bagi total gajimu dengan 30 hari, lalu hati-hati jika pengeluaranmu dalam 1 hari sudah melebihi angka tersebut!

2. Hati-hati pakai kartu kredit. Yep.

Memang nggak ada yang lebih nyaman daripada pakai kartu kredit: beli sekarang, bayar nanti. Yippie! Kamu tidak perlu bawa uang tunai, bahkan tidak perlu punya uang betulan untuk transaksi jual beli. Kamu bahkan bisa beli barang yang mahal dan membaginya dalam cicilan-cicilan kecil! Asyik, ya?

Well, tidak. Kartu kredit pada dasarnya adalah penolong saat kepepet, misalnya: di luar negeri, atau lainnya.

Kalau kamu menyalahgunakan ini, tentu saja di awal bulan sebagian besar dari gajimu TERPAKSA dipakai untuk membayar tagihan yang sebenarnya tidak perlu. Lalu, tentu saja di akhir bulan kamu akan selalu mengejang.

3. Manfaatkanlah situs jual beli barang bekas!

Worth a while lho, untuk menghabiskan waktu beberapa jam (terutama di tanggal tua) di rumah dan mencari barang yang sudah tidak terpakai. Yang kamu butuhkan hanya alat bersih-bersih untuk membuat barang tersebut terlihat oke ketika dipasang di iklan online, sebuah kamera (hampir pasti hp-mu punya kamera, kan?), dan beberapa menit di depan gadget-mu untuk memasang iklan.

Tidak terlalu sulit, kan?

4. Pernah coba cari tambahan penghasilan? Dicoba, deh.

Cari penghasilan tambahan tidak selalu berarti kamu harus jadi karyawan di 2 perusahaan atau lebih. Tidak juga berarti kamu harus menghabiskan waktu malam hari di proyek konstruksi di jalan raya (seperti yang selalu terlihat di drama-drama Asia). Uang tambahan ada di mana saja, dan sangat mudah dicari, asal kamu punya niat.

Ada banyak cara: berdagang bisa jadi 1 opsi, tapi bagi kamu yang tidak suka berjualan, mengambil pekerjaan dalam proyek yang temporer dan tidak terlalu memakan waktu bisa menambah uang (apalagi di akhir bulan). Situs seperti Projects.co.id dan Sribulancer bisa membantu kamu menemukan proyek-proyek yang sesuai dengan keahlian dan kemampuan kamu. Yang penting, pekerjaan utamamu masih bisa kamu jalani dengan baik.

5. Yang paling penting: kontrol gaya hidup. Tidak setiap hari kamu harus pergi ke mall, dan tidak setiap barang lucu harus dibeli.

…dan tidak semua diskon harus kamu perhatikan.

Selamat mencoba, ya!

 


[featured image via sd.keepcalm-o-matic.co.uk]