Menghadapi Pelecehan Seksual di Kendaraan Umum

via www.the-pool.com

Sewaktu berada dalam kendaraan umum, seorang penumpang yang tidak kamu kenal menempelkan alat kelaminnya padamu dengan napas memburu. Jangan diam saja. Itu sudah pelecehan seksual namanya.

Bentuk pelecehan seksual memang tidak selalu menempelkan alat kelamin atau meraba-raba tubuhmu. Bisa juga dengan catcalling atau bentuk pelecehan seksual lainnya. Tapi dalam konteks naik kendaraan umum, biasanya bentuk pelecehan seperti itu yang paling sering terjadi. Apalagi kalau kendaraan umum yang kamu tumpangi penuh sesak.

Pelecehan seksual pelakunya bisa siapa saja. Mengingat ada beragam orientasi seksual, bukannya tidak mungkin kamu mengalami pelecehan dari orang yang jenis kelaminnya sama denganmu. Begitu pula dengan korban. Perempuan ataupun laki-laki bisa saja jadi korban.

Ketika mengalami pelecehan seperti itu, kamu harus melakukan sesuatu. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindar atau keluar dari kondisi tersebut seperti:

 

Ganti Posisi Berdiri

via iambiginjapan.wordpress.com

via iambiginjapan.wordpress.com

Cara ini bisa kamu lakukan untuk memastikan apakah kamu benar-benar sedang mengalami pelecehan seksual, atau sekadar sedang apes dapat kendaraan umum yang isinya terlalu padat.

Bisa jadi kamu dan penumpang di dekatmu bersentuhan karena bus atau kereta yang kalian tumpangi tersebut penuh sesak. Akan lain halnya kalau dalam situasi yang penuh sesak tersebut, penumpang di dekatmu aktif meraba-raba tubuhmu. Kelakuan itu hampir pasti pelecehan seksual.

Kalau kamu merasa risih berhimpitan, kamu bisa menjauh sedikit atau mengganti posisi berdiri. Kalau ia memang tidak punya niat jahat, penumpang tersebut akan diam saja dan membiarkanmu. Tapi kalau niatnya tercela, ia akan tahu kalau kamu sadar dan merasa terganggu. Bisa jadi ia juga akan merasa malu dan berhenti.

Nah, kalau orang yang berhimpitan denganmu ternyata ikutan mengganti posisi agar tetap bisa menyentuhkan badannya denganmu, kamu bisa lebih yakin bahwa ia sedang melecehkanmu. Kamu bisa kembali mengganti posisi, keluar dari kendaraan tersebut, atau menggunakan cara lain di bawah.

 

Gunakan Tas atau Barang Bawaan

oleh Chuck Berman via Chicago Tribune

oleh Chuck Berman via Chicago Tribune

Adakalanya kondisi angkutan umum yang terlalu padat menyulitkan untuk berpindah tempat atau kabur dari niat jahat si pelaku pelecehan tersebut. Untuk menyiasatinya kamu bisa menggunakan barang-barang bawaanmu. Jadikan barang bawaanmu tersebut sebagai pembatas antara tubuhmu dengan tubuh si pelaku pelecehan seksual.

Membawa ransel sangat menolong dalam keadaan seperti ini. Kamu bisa pura-pura pegal lalu mengganti posisi ransel untuk menghalangi si tersangka. Kalau kamu tidak bawa apa-apa atau hanya membawa tas kecil, gunakan lengan atau sikumu.

Ubah posisimu agar bisa sedikit mendorong si tersangka pelaku pelecehan seksual dengan tanganmu. Gunakan momentum gerakan kendaraan umum untuk melakukannya tanpa terlalu jelas. Tapi kalau kamu memang ingin menunjukkan dengan jelas kalau kamu tahu apa yang ia perbuat, lakukan sambil memelototi matanya. Lakukan konfrontasi.

 

Laporkan ke Pihak Berwajib

via www.suara.com

via www.suara.com

Bila cara sebelumnya tidak membuatnya menghentikan aksinya, laporkan orang itu ke pihak yang berwajib. Kalau kamu menggunakan kereta komuter, kamu bisa melaporkan kejadian tersebut ke Polsuska (polisi khusus kereta) yang kerap hilir mudik dari gerbong ke gerbong.

Sementara kalau moda angkutan yang kamu gunakan adalah Transjakarta, kamu bisa adukan ke petugas on-board yang berjaga di dekat pintu bus. Harapannya, si pelaku bisa diberi peringatan atau ditindak tegas tanpa memicu tindakan main hakim sendiri yang tak terkendali.

 

Konfrontasi

via giphy.com

via giphy.com

Kalau cara-cara sebelumnya juga tidak efektif, kamu bisa mulai melakukan konfrontasi balik terhadap si pelaku pelecehan. Kamu bisa menepis tangannya, memelototi, memperingatkan, atau tindakan apapun yang menunjukkan bahwa kamu terganggu dengan perbuatan yang ia lakukan.

Menghadapi pelecehan seksual dengan melakukan konfrontasi hampir pasti memicu keributan. Apalagi kalau kejadiannya di dalam angkutan umum yang penuh sesak. Kuatkan hati karena si pelaku belum tentu akan mau mengaku. Malahan ia bisa jadi akan terlihat lebih marah darimu untuk menutupi rasa takutnya.

Yang perlu diingat, lakukan konfrontasi hanya ketika kamu benar yakin bahwa kamu mengalami pelecehan seksual. Jangan sampai si pelaku babak belur duluan padahal itu adalah kesalahpahaman. Tapi kalau sudah pasti, coba konfrontasi dengan kepala dingin.

Malahan kalau kamu ingin bertindak lebih jauh lagi, saat konfrontasi berikan nomor telepon biro konseling atau layanan psikologi yang bisa ia kontak untuk menghentikan kebiasaan atau gangguannya itu. Tidak hanya peduli terhadap kesehatan mental si pelaku, tindakan kamu juga bisa mencegah timbul korban-korban susulan di masa depan. Keselamatan dan kenyamanan pengguna angkutan umum jadi terjaga.

 

Buat Orang Sekitar Tahu

via thehoopla.com.au

via thehoopla.com.au

Menghadapi pelecehan seksual bisa membuat korbannya merasakan berbagai emosi. Marah, takut, bingung, frustrasi, beragam emosi lain bercampur aduk di dalam kepala korban. Tidak selalu mudah untuk melakukan konfrontasi, terutama bila perasaan yang dominan adalah rasa bingung dan takut.

Tapi kamu harus melakukan sesuatu untuk menghentikan perilaku yang membuatmu tidak nyaman itu. Tidak perlu konfrontasi langsung kalau kamu tidak berani. Kamu bisa buar orang di sekitarmu tahu apa yang kamu hadapi. Hal yang termudah adalah dengan menunjukkan rasa takutmu.

Kalau mau menangis, menangis saja. Orang-orang akan melihat ke arahmu. Siapa tahu si pelaku jadi kaget, tergagap, dan berhenti. Atau bisa jadi ada orang yang akan menyelamatkanmu. Memang yang paling baik adalah mengandalkan diri sendiri, tapi kalau memang harus, tidak ada salahnya kok meminta bantuan orang lain.

via www.dailymail.co.uk

diunggah joeysalads di Youtube via www.dailymail.co.uk

Tapi sungguh, tidak banyak orang yang akan membantu kalau kamu tidak meminta bantuan secara langsung. Biasanya saat konfrontasi langsung dengan pelaku, perhatian orang sekitar akan langsung tertuju pada kalian. Tapi kalau kamu takut, mintalah tolong pada orang di dekatmu. Kalau saking takutnya kamu tidak bisa berbicara, berikan kode-kode pada orang di sekitarmu.

Nah, terkait ini pula, jangan diam saja kalau kamu menyaksikan pelecehan seksual. Lakukan sesuatu kalau kamu melihat ada pelecehan seksual di kendaraan umum atau tempat lainnya. Apalagi kalau korbannya terlihat bingung dan frustrasi bagaimana harus melakukan apa. Bantu mereka keluar dari kondisi ini. Kamu bisa melakukan hal-hal di atas untuk membantunya. Mendiamkan kejahatan itu jahat lho.

 

Rujuk ke Biro Konseling atau Layanan Psikologi

via www.calbaptist.edu

via www.calbaptist.edu

Seperti yang sudah Nyoozee sarankan saat melakukan konfrontasi, kamu bisa merujuknya ke biro konseling atau lembaga psikologi. Kamu tidak harus secara terang-terangan melakukannya. Kamu bisa memberikan kartu nama biro konseling yang bisa ia hubungi. Atau kamu titipkan saja pada petugas yang berwajib kalau kamu memutuskan untuk melaporkan perilaku si pelaku.

Sebab, sebenarnya bukan hanya korban pelecehan seksual yang memerlukan bantuan. Banyak juga pelaku pelecehan seksual yang sebenarnya memerlukan bantuan psikologis. Ada lho yang tahu bahwa perbuatannya itu salah, tetapi tidak bisa menghentikan kebiasaannya tersebut. Bisa jadi ia butuh pertolongan, tapi takut, malu, atau tidak tahu harus minta bantuan ke siapa.

Nah, begitu juga kalau kamu kebetulan dipercaya menjadi tempat curhat orang dengan gangguan ini dan ingin berhenti. Ada baiknya kamu rujuk ia untuk mengunjungi layanan psikologi. Kamu bisa merujuknya ke lembaga psikologi atau biro konseling. Beberapa kampus seperti UNIKA Atma Jaya, Universitas Gajah Mada, atau Universitas Indonesia punya layanan psikologi. Ada juga layanan konseling di biro seperti Lifespring atau RumahPsikologi.com.

Amatlah penting menghadapi pelecehan seksual tuntas hingga ke akarnya. Ada alasan di balik perilaku ini; entah sepotong sisi gelap budaya, gangguan psikologis, atau faktor lainnya. Orang yang menyakiti bisa jadi karena telah terlukai sebelumnya. Jadi, ada baiknya membantu menghentikan siklus ini bukan?

 


featured image via www.the-pool.com