Ragam Peraturan di Pesawat Terbang dan Penjelasannya


pelayanan penerbangan

Siapa sangka, mimpi gila Wright Bersaudara terwujud. Pesawat paling awal cuma bisa di melayang di atas tanah selama 59 detik untuk berpindah sejauh kurang lebih 250 meter. Sekarang sudah jadi salah satu moda transportasi pilihan. Bahkan berkat semakin banyaknya maskapai penerbangan yang mengusung tema low cost carrier atau penerbangan murah, semakin banyak pula jumlah orang yang bisa menikmati perjalanan dengan pesawat terbang.

Tapi orang-orang yang sudah sering bepergian dengan pesawat terbang pun masih sering melupakan beberapa hal perihal peraturan di pesawat terbang. Beberapa orang mengira, setelah membayar tiket, mereka berhak melakukan apa saja dalam penerbangan. Padahal ada beberapa hal yang harus diperhatikan menyangkut keamanan penerbangan.

 

Membawa Barang Bawaan

Pada saat membeli tiket, biasanya kamu sudah dijelaskan bahwa kamu memiliki hak sekian kilogram untuk membawa barang bawaanmu. Tentu saja membawa barang harus dibatasi, karena pesawat terbang pada dasarnya adalah melawan gaya tarik gravitasi. Semakin berat pesawat (dan muatannya) berarti dibutuhkan lebih banyak daya untuk mengangkatnya ke atas. Bawalah barang bawaan sesuai jumlah maksimal yang diperbolehkan.

peraturan di pesawat terbang

Jangan maksa kayak gini ya. via handluggageonly.co.uk

Perhatikan juga ukuran dimensi barang bawaanmu. Jika ukurannya melebihi yang ditentukan, jangan mengomel kalau bawaanmu harus dimasukkan ke bagasi pesawat. Kamu tentu tidak ingin headrack (tempat penyimpanan di kabin, di atas kepalamu) tiba-tiba rubuh karena beratnya beban yang ditanggungnya. Ukuran setiap headrack yang berbeda-beda pada setiap jenis pesawat, membuat kapasitas daya tampungnya berbeda-beda juga.

Mudahnya, bawa saja maksimal dua buah barang bawaan ke dalam kabin pesawat. Misalnya satu tas ransel atau koper dan satu lagi tas tangan menyimpan barang keperluan yang akan sering kamu ambil. Selain karena tangan kita cuma dua, ukuran lorong (aisle) yang kecil juga akan menyulitkan kita membawa barang terlalu banyak.

peraturan di pesawat terbang

Dalam pesawat low cost carrier, lorongnya biasanya sesempit ini loh! via airwaysnews.com

 

Menyimpan Barang Bawaan

Jika barang bawaanmu bisa lolos ke dalam kabin pesawat karena ukurannya tidak melebihi ketentuan batasan ukuran dimensi, bukan berarti kamu bebas meletakkannya dimanapun yang kamu inginkan. Untuk alasan keselamatan, ada beberapa tempat yang tidak diperbolehkan untuk menyimpan barang bawaanmu. Kalau ukurannya cukup kecil, kamu bisa memasukkannya ke dalam ruang di bawah kursi di depanmu. Tapi jika tidak cukup, kamu tidak boleh memaksakannya untuk diinjak di bawah kakimu. Alasannya sederhana, halangan di bawah kursi akan menyulitkan penumpang untuk keluar dengan cepat dalam keadaan darurat.

Kalau kamu cukup beruntung mendapat tempat duduk di dekat pintu atau jendela keluar darurat, kamu akan mendapati tempat dudukmu cukup lega. Tempat duduk di posisi ini memang memiliki area yang lebih luas dibandingkan yang lainnya. Cuma, area tersebut tidak diperkenankan untuk menyimpan barang. Kenapa? Karena ketika keadaan darurat, area itu dibutuhkan untuk jalur evakuasi.

alasan aturan penerbangan

Ini aturannya, jangan bandel ya via ana.co.jp

Membawa ransel berukuran besar dan berencana memangkunya karena tidak kebagian ruang penyimpanan? Sayang sekali, memangku barang berukuran besar juga dilarang untuk alasan keselamatan. Semua aturan di atas berlaku sewaktu pesawat hendak lepas landas dan mendarat ya. Awak kabin akan memperbolehkan mengambil dan meletakkan barang-barangmu di posisi yang tadi disebutkan saat dalam penerbangan. Meski begitu, sesaat sebelum mendarat mereka akan memintamu menyimpannya kembali pada tempat yang seharusnya.

 

Pemakaian Alat Elektronik

Yang satu ini adalah fenomena ajaib. Pasti kamu seringkali menemukan penumpang pesawat terbang yang seolah tidak bisa berpisah sebentar saja dengan ponsel, laptop, ataupun perlengkapan elektronik mereka yang lainnya. Padahal sudah jelas sekali aturannya dalam Undang-Undang nomor 1 tentang Penerbangan tahun 2009 pada pasal 54 ayat F mengenai pelarangan penggunaan ponsel di pesawat terbang. Ancaman hukumannya adalah kurungan selama 1 tahun dan denda sebesar 200 juta rupiah.

peraturan di pesawat terbang

via abcnews.go.com

Alasannya apa? Sederhana saja, pertama larangan tersebut bertujuan untuk memperlancar proses boarding dan disembark (masuk dan keluarnya penumpang dari atau ke pesawat). Dengan aturan larangan seperti itu saja kemacetan tetap terjadi, apa jadinya kalau kamu dan penumpang dibebaskan “heboh” dengan ponsel masing-masing? Tentu akan lebih merepotkan.

Kedua, pelarangan ini bertujuan untuk mencegah kemungkinan terjadinya gangguan sistem komunikasi antar pesawat dengan menara pengawas setempat. Walaupun pada alasan kedua ini ada kata kemungkinan, bukan berarti itu bisa jadi alasan kamu bersikeras menggunakan ponsel di dalam pesawat ya.

peraturan di pesawat terbang

via androidadvices.com

Belakangan ini beberapa maskapai besar sudah melengkapi pesawatnya dengan Wi-Fi dan jaringan telepon di dalam pesawat. Bagaimana dengan itu? Karena sudah dijadikan fasilitas dalam pesawat, tentu maskapai sudah mempertimbangkan faktor keamanannya. Begitu juga penggunaan flight mode pada ponselmu. Hanya saja, karena masih banyak ponsel yang tidak dilengkapi dengan moda ini, semua jenis ponsel harus dinonaktifkan demi penyamarataan peraturan. Hal ini terutama pada saat lepas landas dan akan mendarat, untuk alasan keamanan.

 

Persiapan Lepas Landas dan Mendarat

peraturan di pesawat terbang

via huffingtonpost.com

Setiap kali akan lepas landas dan mendarat, kamu akan mendapati awak kabin berlalu lalang. Mereka akan memeriksa keadaan kabin, memastikan seluruh penumpang sudah duduk pada tempatnya dan menggunakan sabuk pengaman, serta mengecek peletakan barang-barang sudah sesuai dengan ketentuan. Mereka juga akan meminta untuk melipat kembali meja di hadapanmu dan menegakkan sandaran kursi. Instruksi tersebut bertujuan untuk mempermudah proses evakuasi jika terjadi keadaan darurat.

Kamu juga akan diminta untuk mematikan seluruh alat elektronik dan menghentikan kegiatanmu menggunakannya, sekalipun kamu menggunakan flight mode. Kamu yang sedang menggunakan earphone juga akan diminta melepasnya. Satu lagi, kamu juga akan diminta untuk membuka penutup jendela yang masih tertutup. Alasan dari semuanya adalah supaya kamu bisa waspada jika saja terjadi keadaan darurat sehingga bisa cepat tanggap bereaksi menyelamatkan dirimu.

 

Waktu yang Tepat ke Toilet

peraturan di pesawat terbang

Bagian dalam toilet pesawat. via huffingtonpost.com

Pernah ingin ke toilet tapi dilarang oleh awak kabin? Pengalaman ini memang tidak menyenangkan. Kebutuhan untuk buang air sering kali tidak bisa ditahan-tahan. Tapi kamu harus tahu bahwa semua toilet pesawat bisa digunakan hampir setiap saat.

Pelarangan biasanya diakibatkan karena kondisi tertentu. Misalnya kamu ingin ke toilet ketika tanda menyalakan sabuk pengaman sedang menyala karena cuaca buruk. Hal ini tentu bisa membahayakan dirimu jika terjadi guncangan keras sehingga kamu sebaiknya menahan diri sebentar. Ketika pesawat sedang proses lepas landas ataupun mendarat juga kamu akan dilarang untuk menggunakan toilet.

Walaupun bisa juga menggunakan toilet selama dalam penerbangan, idealnya sih kamu gunakan toilet saat masih di ruang tunggu keberangkatan (boarding room). Nah bagaimana kalau kebeletnya sewaktu boarding? Sebenarnya tidak ada masalah. Tapi ada situasi toilet pesawat tidak bisa digunakan ketika berada di darat. Biasanya toilet tidak bisa digunakan ketika sistem penyiraman (flushing) pada pesawat sedang rusak. Sehingga toilet cuma bisa digunakan ketika sudah mengudara. Jadi, sabar sedikit ya.

 

Sabuk Pengaman

peraturan di pesawat terbang

via flyertalk.com

Harus ya pakai sabuk pengaman terus?

Nyoozee sarankan, selama kamu tidak hendak ke toilet atau berdiri mengambil barang di headrack, gunakanlah selalu sabuk pengaman. Banyak penumpang dan awak kabin yang mengalami cedera serius gara-gara tidak memakai sabuk pengaman sewaktu ada guncangan. Iya, awak kabin juga diharuskan menggunakan sabuk pengaman ketika tanda menggunakan sabuk pengaman muncul. Jadi jika sedang ada guncangan, tanda gunakan sabuk pengaman menyala, jangan marah jika awak kabin yang kamu panggil tidak datang. Mereka juga harus menjaga keamanan mereka dan pos kerjanya masing-masing.

 

Kini kamu sudah semakin tahu peraturan di pesawat terbang kan? Kalau kamu perhatikan, rata-rata peraturan itu muncul dengan asumsi “jika terjadi keadaan darurat”. Hal ini tentu saja bukan untuk mendoakan yang buruk yang terjadi. Semuanya tentu berharap yang terbaik, tapi tetap harus bersiap untuk yang terburuk. Bukankah jika merasa aman, perjalananmu juga akan merasa nyaman?

 


featured image via avia.pro