Yuk, Jadi Turis yang Berperilaku Santun di Tempat Wisata

Mau itu di lingkungan sendiri ataupun tempat asing, dengan orang yang dikenal ataupun tidak dikenal, kamu tetap harus berperilaku santun.

Perilaku santun juga tetap harus kamu tunjukkan sewaktu bepergian ke tempat wisata. Kamu tentu tidak mau kan dituding sebagai biang keonaran, dibilang orang kota yang tidak tahu diri, tidak tahu aturan, dan semaunya sendiri. Duh, bisa-bisa pulang berwisata suasana hati kamu justru malah jadi tambah sepet.

Karena itu, yuk, jadi turis yang berperilaku santun dengan melakukan hal-hal seperti ini:

 

Ikuti Peraturan yang Berlaku

via konspirasilogika.wordpress.com

via konspirasilogika.wordpress.com

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Di setiap tempat pasti ada peraturan yang berlaku, baik terkait adat ataupun pengelola tempat wisata. Ada baiknya kamu mengikuti aturan-aturan tersebut. Hormati ketentuan yang ada, terutama di tempat wisata yang dianggap suci oleh penduduk sekitar ataupun umat agama tertentu. Yuk, tunjukkan kalau kamu adalah manusia yang punya kualitas tenggang rasa terhadap umat beragama lain.

Aturan dari pengelola yang terdengar sepele pun sebaiknya kamu taati. Peraturan dibuat tentu ada alasannya; biasanya untuk keamanan dan kenyamanan bersama. Kalau tidak boleh memotret dengan blitz, ya jangan. Kalau tidak boleh memberi makan binatang di tempat wisata, ya jangan. Kalau tidak boleh menyentuh barang pameran tertentu, ya jangan. Tidak bijaksana lho melanggar peraturan dan mengacaukan sistem hanya untuk dapat beberapa likes di galeri foto sosmed-mu.

 

Sadar Sekitar Saat Berpose

via chirpstory.com

via chirpstory.com

Sewaktu memotret kamu pasti memerhitungkan sudut pengambilan foto. Tapi jangan cuma gara-gara supaya ingin dapat angle yang paling oke, kamu sampai mengganggu orang lain. Misalnya berfoto mengambil dua jalur sekaligus. Apalagi kalau jarak fotografer dan orang-orang yang mau difoto cukup makan tempat. Orang lain yang mau lewat pasti jadi ragu dan sungkan.

Contoh berperilaku santun saat berfoto lain misalnya tidak berfoto di jalur sempit yang sedang bergerak. Misalnya di jembatan penyeberangan yang sempit, antrian yang sedang bergerak atau jalur naik turun gunung. Pastikan kamu tetap sadar posisi dan tidak sampai mengganggu orang-orang sekitar.  Berhati-hati juga menjaga keamanan dan keselamatan dirimu dan orang-orang di sekitarmu.

Kalau ada yang tidak sengaja menyelonong atau berada di dalam frame, maklumi saja. Apalagi kalau tempat wisata yang kamu kunjungi memang sedang ramai-ramainya. Jangan sampai sukamu malah jadi duka orang lain yang sama-sama ingin menikmati berwisata di tempat tersebut ya.

 

Buang Sampah pada Tempatnya

Definisikan sampah via 2000.ua

Definisikan sampah… via 2000.ua

Imbauan ini pasti kamu lihat terpampang di mana-mana. Malahan bisa jadi karena terlalu sering ditemui, jadi terasa seperti tidak berarti. Padahal sebenarnya tanpa imbauan sekalipun, manusia beradab pada umumnya sudah harus mengerti dimana harus membuang sampah. Buang sampah bukan di sungai, kolam, pinggir jalan, atau tempat tidak terlihat. Buang sampah ya di tempat sampah.

Kebanyakan tempat wisata sudah menyiapkan banyak tempat sampah di tempat-tempat yang strategis kok. Tapi kalau kamu memang agak susah menemukannya, coba simpan dulu sampahmu. Nanti kalau sudah menemukan tempat pembuangan sampah baru kamu buang. Atau kalau kamu lebih repot dan peduli lingkungan, coba bawa pulang lalu daur ulang.

 

Pelajari Bahasa, Bukan Meniru Logat

Kalau berwisata ke daerah atau negara lain, kamu akan menghadapi orang-orang dengan bahasa dan logat yang berbeda dengan kamu. Kalau kamu memang ingin berusaha terdengar lebih akrab atau semata-mata bisa dapat diskon, coba berbicara dalam bahasa daerah penduduk setempat dengan benar. Jangan cuma menirukan logat mereka. Bisa jadi perilakumu itu malah jadi membuat orang tersinggung dan kurang nyaman didengar.

Coba saja dengar temanmu yang tiba-tiba menirukan logat medok Jawa atau Tionghoamu dengan berlebihan. Mungkin tidak bermaksud sih, tapi kok agak terdengar diskriminatif dan mengejek ya?

 

Pasti ada, atau malah mungkin banyak, turis yang berperilaku tidak santun di tempat wisata yang kamu kunjungi. Kalau kamu tidak mau dianggap terlalu kepo, ya ingatkan saja dirimu dan rombonganmu supaya tidak mencontoh mereka. Biarpun banyak orang yang melakukan perbuatan melanggar aturan, kamu tidak perlu ikut-ikutan melanggar juga.

Sedikit memodifikasi slogan KPK: Berani Santun, Hebat!

 


featured image via epicureandculture.com