5 Anak Berbakat Indonesia Yang Bikin Bangga!

Bagaimanapun Indonesia dipandang oleh dunia, tetaplah Indonesia adalah negara besar dengan berbagai bakat di dalamnya. Meski gaungnya mungkin tak sebegitu kedengaran, sebenarnya banyak anak Indonesia yang berprestasi bahkan sampai di tingkat internasional. Beberapa anak-anak ini contohnya:

 

Joey Alexander

via telegraph.co.uk

via telegraph.co.uk

Bocah kelahiran Denpasar, 25 Juni 2003 ini merupakan salah satu anak Indonesia yang berbakat di bidang musik. Joey sudah menyukai dan menguasai alat musik piano sejak usia 7 tahun. Pada usia yang masih terbilang sangat muda, Joey sudah piawai mendetingkan nada-nada jazz lewat permainan pianonya.

Tahun 2015 kemarin ia mengeluarkan album pertamanya yang berjudul My Favourite Things. Catat ya, usianya saat mengeluarkan album ini baru 11 tahun. Bakat musiknya yang luar biasa tersebut berhasil menghantarkan dirinya mendapat nominasi dalam ajang Grammy Awards 2016. Ia dinominasikan untuk kategori Best Instrumental Jazz Album dan Best Jazz Solo Improvisation pada ajang penghargaan musik internasional tersebut.

 

Michelle Wijaya

via liputan6.com

via liputan6.com

Indonesia menyimpan segudang talenta berbakat di bidang musik. Selain Joey, muncul juga nama Michelle Wijaya. Remaja berusia 14 tahun ini juga handal bermain piano. Bedanya, kalau Joey lebih ke genre jazz, Michelle lebih ke genre klasik.

Berkat bakatnya memainkan piano dengan baik dan bimbingan dari Jaya Suprana, Michelle berhasil tampil di Opera House Sydney pada 22 April 2016 lalu. Di Sydney ia membawakan karya-karya musisi klasik ternama seperti Mozart, Beethoven, dan Schubert.

 

Bob dan Thinus

via forums.merdeka.com

(kiri) Thinus Lamen Yewi dan (kanan) Bob Royend Sabatino Kaway – via forums.merdeka.com

Talenta bidang musik, sudah. Sekarang giliran sains. Adalah Bob Royend Sabatino Kaway dan Thinus Lamen Yewi, siswa asal SMA Advent Doyo Baru, Jayapura yang berhasil menjadi bagian dari penelitian NASA. Mereka berdua tergabung dalam tim yang akan meneliti kemungkinan padi untuk tumbuh di luar angkasa.

Penelitian tersebut dilakukan Bob dan Thinus di Center of Innovative Learning, Serpong di bawah bimbingan peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), IPB, ITB, dan Surya University.

Rencananya, setelah penelitian tersebut selesai, mereka berdua bersama 18 anak muda lainnya akan mempresentasikan hasil penelitian tersebut di Annual Conference of the American Society for Gravitational and Space Research, Washington DC, pada November 2016 mendatang.

 

Marvella Michelle Toemali

via dispendik.surabaya.go.id

via dispendik.surabaya.go.id

Anak berbakat Indonesia berikutnya datang dari Surabaya, Jawa Timur. Dia adalah Marvella Michelle Toemali, siswi SD Margie Surabaya yang berhasil memenangkan kejuaraan catur 7th Penang Heritage City International Chess Open serta 2nd Johor International Chess Challenger Open 2015 di Malaysia.

Di usianya yang masih 7 tahun, Marvella mengaku awalnya menyukai catur karena melihat kakaknya bermain. Bahkan sebelum memenangkan dua kompetisi tersebut, Marvella sudah bergabung ke dalam klub catur dan mengukuti berbagai kompetisi catur ketika ia masih berusia 4 tahun.

 

Kezia dan Keanon Santoso

(kiri) Kezia Santoso dan (tengah) Keanon Santoso. via otomotifzone.com

(kiri) Kezia Santoso dan (tengah) Keanon Santoso. via otomotifzone.com

Di ranah otomotif ada Kezia dan Keanon Santoso, yang baru-baru ini berhasil bergabung ke dalam tim Meritus untuk ajang Renault F4 SEA Championship.

Kezia sendiri sudah cukup malang-melintang di dunia balap gokar sebelum akhirnya direkrut Renault untuk ajang F4. Kezia pernah menjuarai Asia Max Challenge 2013 dan mewakili Indonesia pada ajang  Grand Final Rotax Max Challenge Portimao. Mereka berdua nantinya akan bertanding di sirkuit Sepang, Malaysia pada 5 Agustus 2016 mendatang.

 

Itulah beberapa contoh anak berbakat yang mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Kamu sangat mungkin lho melampaui prestasi mereka. Thomas Alva Edison pernah bilang, jenius adalah satu persen bakat dan sembilan puluh sembilan persen kerja keras.

 


featured image via npr.com