Bersepeda Tanpa Kelelahan Dengan GeoOrbital Wheel

Isu lingkungan menjadi salah satu isu yang cukup sering diperbincangkan saat ini. Isu inilah yang mendasari berbagai kebijakan yang dibuat pemerintah seperti kantong plastik berbayar ataupun penerapan Earth Hour.

Bukan cuma pemerintah, banyak juga individu yang peduli dengan masalah lingkungan dan melakukan tindakan sederhana menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya yang kemudian menjadi semacam gaya hidup alternatif adalah bersepeda ke tempat kerja.

Selain menjadikan tubuh aktif bergerak dan menyumbang nol polusi, bersepeda ke tempat kerja juga relatif lebih cepat sampai ke tujuan. Pengguna sepeda kan bisa melakukan berbagai manuver untuk menembus kemacetan khas kota besar.

Kekurangannya tentu juga ada. Beberapa orang malas bersepeda dengan alasan lebih rentan terkena polusi udara, takut ditabrak, ataupun terlalu lelah mengayuh sepeda.

Eh, tunggu dulu. Alasan yang terakhir kelihatannya dalam waktu dekat tidak akan berlaku lagi. Sebab, nantinya akan ada teknologi baru bernama GeoOrbital Wheel. Apa itu GeoOrbital Wheel? Simak ulasan Nyoozee berikut:

 

Mengubah Sepeda Biasa Jadi Sepeda Listrik

GeoOrbital wheel atau roda GeoOrbital mampu menjadikan sepeda biasa bak sepeda elektrik. Pengendara sepeda bisa sesekali menyimpan tenaga dan memakai tenaga listrik untuk menjalankan sepeda. Kok bisa? Sebab roda GeoOrbital dilengkapi sebuah dinamo sebagai tenaga pendorong dan baterai sebagai energi cadangan.

Mike Burtov, CEO GeoOrbital, mengemukakan roda GeoOrbital ini dapat dipasangkan dengan mudah ke berbagai macam sepeda. Tim GeoOrbital sudah mencoba memasangkan roda tersebut ke ratusan jenis sepeda dari berbagai zaman, demi memastikan tingkat kompatibilitasnya.

 

Bersepeda Tanpa Kelelahan

Nggak perlu capek mengayuh dengan roda GeoOrbital. Diunggah oleh GeoOrbital via youtube.com

Roda GeoOrbital dilengkapi motor DC Brushless 500W serta baterai Panasonic 36V Li-Ion sebagai penyedia energi cadangan. Dengan motor elektrik tersebut, roda GeoOrbital dapat melaju dari kondisi diam hingga berkecepatan 32 km/jam hanya dalam waktu 6 detik saja.

Sewaktu menyalakan roda GeOrbital, pengguna bisa memilih untuk tetap mengayuh sepeda ataupun tidak. Bedanya ada pada jarak tempuh yang bisa dicapai.

Jika dikayuh roda GeoOrbital dapat menempuh jarak sampai dengan 80,5 kilometer. Sementara jika tak dikayuh, GeoOrbital hanya bisa menempuh setidaknya 32 kilometer. Hitung-hitungan tersebut dibuat dengan asumsi baterai dalam keadaan terisi penuh ya.

Menariknya lagi, baterai pada roda GeoOrbital juga dilengkapi dengan slot colokan USB. Colokan tersebut bisa kamu gunakan untuk mengisi daya smartphone atau gawai lain. Kamu juga bisa menjadikan roda GeoOrbital tak ubahnya power bank.

 

Tampil Keren Dengan Roda Yang Tak Bisa Bocor

Ban yang tak bisa bocor. Diunggah oleh Future Technology via youtube.com

Menurut Mike Burtov, desain roda GeoOrbital ini terinspirasi dari roda orbital yang ada pada sepeda motor di film Tron: Legacy. Tidak cuma canggih, tampilan roda ini juga keren dan futuristik.

Kamu tidak perlu lagi khawatir dengan ban bocor atau kekurangan angin sebab roda ini dibuat menggunakan busa padat.

 

Kapan Roda GeoOrbital Bisa Dipesan?

geoorbital

Persiapan peluncuran GeoOrbital wheel – via kickstarter.com

Roda GeoOrbital saat ini masih dalam masa urun dana. Untuk bisa memilikinya kamu bisa memesan langsung di Kickstarter dengan harga $699 atau sekitar Rp 9,3 juta.

Fase urun dana roda GeoOrbital akan berlangsung sampai bulan Juni mendatang. Setelahnya roda tersebut akan mulai dirakit dan dikirimkan sekitar bulan September sampai dengan November 2016.

 

Bagaimana? Tertarik untuk membelinya?

 


featured image via kickstater.com