Belajar Berani Seperti Daffa, Bocah Penjaga Trotoar Dari Semarang

bocah penjaga trotoar dari semarang via kompas,com
via kompas,com

Kalau kamu pernah membaca novel fiksi All American Girl yang populer sekitar sepuluh tahun silam, barangkali kamu ingat tentang pesan moral yang penulisnya sampaikan. Meg Cabot, penulis novel tersebut, menyelipkan kutipan menarik mengenai keberanian. Bunyinya:

“Being brave is when you have to do something because you know it is right, but at the same time, you are afraid to do it, because it might hurt or whatever. But you do it anyway.” 

Kita semua tahu bahwa keberanian adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki siapapun dalam hidup. Tapi, apakah semua dari kita telah memiliki dan menunjukkannya? Apalagi untuk hal-hal yang penting. Misalnya saja melakukan atau setidak-tidaknya, mengingatkan untuk melakukan perbuatan yang benar.

 

bocah penjaga trotoar dari semarang via tumblr.com

via tumblr.com

 

Terkait dengan masalah keberanian, ada aksi heroik yang cukup mengejutkan minggu lalu. Seseorang menegur pesepeda motor yang ambil jalan pintas melintasi trotoar.

Aksi menegur seperti itu memang terbilang tidak baru. Koalisi Pejalan Kaki sering juga melakukannya. Yang menjadikannya unik adalah karena aksi ini dilakukan seorang bocah. Ya, seorang anak kelas 4 SD.

Namanya Daffa. Sekilas ia tidak tampak berbeda dari anak-anak berusia 9 tahun pada umumnya. Yang berbeda, Daffa punya nyali besar untuk menegur pesepeda motor yang usianya jauh lebih tua daripada Daffa.

Atas aksi beraninya ini, Daffa mendadak populer dan dijuluki bocah penjaga trotoar dari Semarang. Bukti keberaniannya ini bisa kamu lihat dalam video di bawah ini:

 

 

Aksi berani Adik Daffa ini patut untuk diteladani lho. Tapi dalam unjuk keberanian, kamu juga harus ingat hal-hal ini.

 

1. Tahu Alasan Kenapa Kamu Bertindak

bocah penjaga trotoar dari semarang via knowyourmeme.com

via knowyourmeme.com

Kamu harus tahu alasan kamu kamu melakukan sesuatu. Ada dua alasan yang bisa kamu pakai. Pertama, kamu harus turun tangan karena hal tersebut adalah tugas dan tanggung jawabmu.

Kedua, kamu harus turun tangan karena kamu merasa tidak ada orang lain yang berani dan tergerak melakukan sesuatu. Seperti yang dilakukan Daffa.

Ia berani menghadang pesepeda motor yang naik ke trotoar karena ia tahu tidak ada orang yang  tergerak untuk melakukannya. Daffa akhirnya memutuskan memulai langkah tersebut.

 

2. Tahu Peraturan yang Benar

bocah penjaga trotoar dari semarang via thestudyabroadportal.com

via thestudyabroadportal.com

Selain harus tahu kenapa kamu mengambil langkah berani, kamu juga harus punya justifikasi yang kuat. Jadikan hukum atau peraturan perundang-undangan sebagai landasanmu.

Sehingga, kalau ada yang salah mengartikan aksimu, kamu bisa menggunakan ketentuan hukum yang jelas dan benar sebagai pembelaan.

 

3. Punya Orang Di Belakang yang Menjagamu

bocah penjaga trotoar dari semarang via ldw.org.uk

via ldw.org.uk

Kalau kamu perhatikan video keberanian Daffa dengan cermat, kamu bisa melihat bahwa Daffa sebenarnya tidak bertindak sendirian. Selama menjalankan aksinya, Daffa dijaga dan diawasi oleh neneknya dari belakang. Dalam penerapannya sehari-hari, kamu perlu tuh punya back up person atau menggalang dukungan.

Oh iya, terlepas dari tiga hal yang sudah Daffa tunjukkan lewat aksi beraninya, ada hal lain yang perlu kamu ingat. Usahakan untuk meminimalisasikan tindak kekerasan ya, apapun perbuatan berani yang sedang kamu lakukan.

 

Sebab, bukan karena kamu bertanggungjawab atas sesuatu, punya back up person, serta punya pembenaran yang kuat, lantas kamu boleh bertindak sesuka hati. Adik Daffa ini memang berani dan hebat, tapi ia tidak perlu sampai menendang-nendang motor yang melanggar ketentuan juga, kan? Bagaimana menurutmu? Tuliskan di kolom komentar ya!

 


featured image via kompas.com