Jurassic Park vs Jurassic World

Bulan Juni 2015 lalu, sejumlah bioskop di Indonesia khususnya Jakarta mengeluarkan sebuah film import bertajuk dinosaurus. Ya, apalagi kalau bukan Jurassic World. Film berdurasi 124 menit ini berhasil meraup keuntungan sekitar 1.5 milyar USD hingga tanggal 26 Juli ini (sumber: box office mojo). Jurassic World menduduki urutan ke tiga pada grafik worldwide all time box office. Wah, hits banget ya film ini?! Tapi ternyata tidak semua orang berpendapat demikian, belum lagi jika dibandingkan dengan film pendahulunya, Jurassic Park (1993). Steven Spielberg tetap terlibat di kedua film ini walaupun dengan posisi yang berbeda. Lantas, apa ya yang membedakan kedua film ini sehingga menuai pro kontra? Yuk kita lihat perbedaannya dari beberapa aspek!

1. Plot

via www.avclub.com

via www.avclub.com

Jurassic Park: Sebuah rekreasi menakjubkan berubah jadi malapetaka akibat ‘kerakusan’ manusia. Menariknya, fase ketegangannya sangat stabil terjaga di sepanjang film.

via www.vox.com

via www.vox.com

Jurassic World: Merupakan isu umum yang sering diangkat dalam film-film box office, yaitu biological weapon atau senjata biologis, dan kembali lagi untuk memuaskan ‘kerakusan’ manusia. Meski demikian, alurnya tidak tertebak sehingga tetap menarik untuk diikuti sampai habis.

2. Alam

via www.theladbible.com

via www.theladbible.com

Jurassic Park: Seperti kebun binatang, dinosaurus pada film ini dikurung dengan pagar yang bisa dialiri dengan listrik. Habitatnya berupa hutan yang luas.

via www.forbes.com

via www.forbes.com

Jurassic World: Jurassic World merelevansikan keberadaan dinosaurus dengan kecanggihan teknologi di zaman sekarang; berbentuk taman bermain dengan high priority safety. Tamannya bukan sekedar kebun binatang, tetapi dilengkapi dengan peralatan dan atraksi canggih seperti hamster ball dan pertunjukkan memberi makan mosasaurus (salah satu dinosaurus hasil rekayasa genetik). Jika dilihat sepintas mirip dengan dunia fantasi, ya?

3. Animasi

Jurassic Park: Animasi dinosaurus pada Jurassic Park sangat halus, sehingga terasa nyata. Walaupun pada beberapa adegan terlihat bahwa itu adalah animasi, tapi tertutup oleh ketegangan yang dibentuk oleh gerak gerik dinosaurus itu sendiri. Meski pada saat itu teknologi belum semaju sekarang para pembuat film ini sudah berhasil menggunakan teknologi mesin/robot yang dibungkus lateks sedemikian rupa sehingga dinosaurusnya menjadi dapat disentuh dan terkesan nyata. Motionnya pun sangat halus dan tidak terkesan seperti gerakan robot yang berulang.

Jurassic World: Sepertinya animasi dan penggunaan teknologi robot pada film ini tidak jauh berbeda dengan yang ada di Jurassic Park. Walau animasinya sangat halus nyata tapi terasa di beberapa adegan yang kebetulan tertangkap bahwa dinosaurusnya hanya animasi. Jurassic World juga menggunakan dukungan dari bagian-bagian dinosaurus yang dibangun secara mekanik, serta motion-capture agar dinosaurusnya terasa realistis.

4. Dinosaurus

via jurassicpark.wikia.com

via jurassicpark.wikia.com

Jurassic Park: Asli, dalam artian memang masuk dalam prakiraan sejarah. Tidak ada dinosaurus hasil rekayasa genetik yang dicampur dari DNA-DNA binatang lain. Tidak ada indikasi bahwa dinosaurus itu bisa dilatih dan dikuasai. Pilihan satu-satunya ketika bertemu dinosaurus pemakan daging adalah melarikan diri.

via jaimelynchstaunton.wordpress.com

via jaimelynchstaunton.wordpress.com

Jurassic World: Jenis dinosaurusnya ditambahkan melalui hasil rekayasa genetik. Indominus-rex merupakan hasil rekayasa genetik yang digambarkan memiliki kemampuan bertahan sejumlah binatang seperti menghilangkan suhu tubuhnya, berkamuflase, dan juga memiliki kecerdasan yang luar biasa. Dalam film ini raptor bisa dilatih meskipun tidak kehilangan kebuasannya. Hal ini menuai pro kontra, karena menurut sebagian orang dinosaurus memang seharusnya buas dan tidak dapat dipawangi. Jika dinosaurus tidak lagi berbahaya, dimana letak ketegangan bertemu hewan purba ini?

5. Ketegangan

via jurassicpark.wikia.com

via jurassicpark.wikia.com

Jurassic Park: Sifatnya orisinil. Bayangkan saja, mahluk yang telah punah jutaan tahun lalu tiba-tiba hadir dan berada di sekeliling kita, kemudian keamanan taman menjadi malfungsi dan dinosaurus-dinosaurus itu bebas berkeliaran di luar kandang. Ketegangan itu ditambah dengan efek-efek seperti dentuman atau getaran pada genangan air ketika t-rex mendekat. Belum melihat wujudnya yang luar biasa besar pun, kita sudah tahu kalau ada hewan super besar yang sedang berjalan mendekati kita.

indo iupress.typepad.com

Jurassic World: Ketegangan Jurassic World diperkuat oleh kehadiran indominus-rex karena dinosaurus ini punya kemampuan dan kepintaran yang melebihi binatang. Walau dikurung di dalam kandang dan belum berkembang sempurna, Indominus justru bisa keluar dari kandang at will, dengan mengelabui penjaganya. Tidak perlu menunggu pintu dibuka atau tidak dialiri listrik, Indominus pun berhasil keluar kandang. Tapi sayang, efek air bergetar seperti yang ada di Jurassic Park tidak ada di sini sehingga belum sempat bulu kuduk kita merinding karena membayangkan kebesaran dinosaurus, binatang buas itu pun sudah muncul di depan mata kita.


featured image via www.gentside.com